Place Your Ad
Place Your Ad
Iklan
Berita

Gubernur Maluku Resmi Gereja Masihulan

×

Gubernur Maluku Resmi Gereja Masihulan

Sebarkan artikel ini
Gubernur Maluku Resmi Gereja Masihulan.

Ambon, Kapata News — Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa, SH.,LL.M meresmikan Gedung Gereja Hapare Holoi, Jemaat GPM Masihulan Klasis Seram Utara Barat, Kabupaten Maluku Tengah, Minggu (16/3/2025).

Hal ini ditandai dengan penandatangan prasasti oleh Gubernur Maluku dan MPH Sinode GPM, Pdt. Ye. Collin.
Penthabisan gedung gereja baru diikuti dengan pembukaan Sidang ke–9 Klasis Seram Utara Barat dan tuan rumah Jemaat GPM Masihulan.
Gubernur dalam sambutannya menegaskan, menggabungkan dua kegiatan gerejawi dalam satu momentum ini sebenarnya ini adalah cara gereja melakukan efisiensi.

Scroll Keatas
Iklan
Scroll Kebawah

“Paling tinggi dua kali itu biaya kaluar banyak toh,” selorohnya.

Kebijakan ini, kata gubernur, sejalan dengan kebijakan pemerintah Indonesia, kebijakan pemerintah provinsi dan juga kebijakan pemerintah kabupaten Maluku Tengah.

“Katong sekarang harus melakukan efisiensi. Hal–hal yang tidak terlalu penting, dan mengeluarkan anggaran katong harus bisa hindari. Katong lakukan efektif yang penting target atau sasaran bisa dicapai,” ingatnya.

HL mengaku, bahwa dikasih tau arti dari Hapari Holoi yang adalah kabar baik. Dan dalam keyakinan Kristiani, baginya kabar baik itu adalah injil Kristus, dan injil Kristus itu adalah kabar baik.

Gubernur Maluku Resmi Gereja Masihulan.

“Beta bermohon kepada jemaat dan pelayan semua untuk terus mendoakan beta dan pak dullah untuk bisa senantiasa membawa kabar baik kepada rakyat di Maluku Tengah, di Kecamatan dan tentunya di jemaat dan negeri ini,” pintanya.

Proses pengantaran Sakramen dari gedung gereja lama ke gedung gereja baru Jemaat GPM Masihulan.

Eks anggota DPR RI ini menilai, gerakan menanam, melaut dan memasarkan yang digalakan oleh GPM sebenarnya harus juga mendapat dukungan pemerintah. Harus bersinergi dengan pemerintah, baik pemerintah kabupaten, pemerintah provinsi maupun pemerintah pusat untuk memastikan distribusi hasil–hasil itu ke sentra–sentra pemasaran itu harus dapat dilakukan dengan lancar.

Untuk itu perlu dipastikan infrastruktur jalan menjadi moda transportasi darat dan laut harus tersedia secara memadai. Sehingga gerakan menanam, melaut dan memasarkan itu dapat terkoneksi dengan kebijakan pemerintah.

HL menyebut, bahwa masalah di Maluku termasuk di Maluku Tengah ialah kemiskinan dan pengangguran.

“Kalau katong bicara soal masalah kemiskinan dan pengangguran di tengah bumi yang begini kaya. Anugerah Tuhan yang berlimpah ruah. Laut dengan segala kekayaannya. Perut bumi dengan segala potensi sumber mineral, tambang dan sebagainya. Permukaan bumi dengan segala macam tatanaman. Tanah subur, sinar matahari yang berimbang dengan curah hujan. Ini sesuatu yang sangat paradoks. Sesuatu yang sangat ironis sekali,” kesannya.

“Mestinya di gunung tanah yang subur, dan penuh anugerah ini kita tidak boleh lagi melihat wajah kemiskinan, wajah pengangguran itu menganga di depan kita,” sambung HL menandaskan.

Kedepan, pesan HL lagi, rakyat Maluku harus bekerja sungguh–sungguh. Kerja kolaboratif untuk menghadapi persoalan kemiskinan dan pengangguran ini, termasuk pelayanan kesehatan dan pendidikan.

Turut hadir dalam acara itu, Anggota DPD RI Novita Anakotta, Wakil Ketua DPRD Maluku Johan Lewerissa, Bupati Zulkarnaian Awat Amir, Wakil Bupati Mario Lawalatta dan istri Vivian Mouren Haumahu, Sekda Malteng Rakib Sahubawa, Ketua Klasis GPM Masohi Pdt. Adriana Lohy, sejumlah pimpinan OPD lingkup Pemprov Maluku dan Pemkab Malteng. (KN-02)

Ikuti Kami untuk Informasi menarik lainnya dari KAPATANEWS.COM Di CHANNEL TELEGRAM Dan CHANNEL WHATSAPP