Saumlaki, Kapatanews.com – Pagi di Desa Otemer belum sepenuhnya hangat ketika langkah-langkah kaki para petani mulai membelah lahan kering yang luas terbentang. Di antara mereka, seorang perempuan berseragam dinas ikut menunduk, menyentuhkan benih ke tanah. Di ladang itu, harapan tentang pangan, ketekunan, dan masa depan kembali ditanam.
Desa Otemer, Kecamatan Wermaktian, Rabu (17/12/2025), tampak lebih ramai dari biasanya. Hamparan lahan pertanian seluas 86 hektar yang selama ini bergantung pada musim hujan menjadi pusat perhatian. Angin kering berembus pelan, membawa aroma tanah yang baru diolah. Di tempat itulah, penanaman padi gogo dimulai di lahan yang tak selalu ramah air, tetapi menyimpan potensi besar.
Wakil Bupati Kepulauan Tanimbar, dr. Juliana Ch. Ratuanak, MKM, hadir bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopincam) Wermaktian dan para petani setempat. Bagi para petani Otemer, lahan kering bukan hal baru. Tantangan keterbatasan air, cuaca yang tidak menentu, serta akses sarana produksi menjadi persoalan yang terus dihadapi dari musim ke musim.
Di tengah kondisi itu, padi gogo dipilih sebagai alternatif tanaman yang relatif adaptif terhadap lahan kering dan dinilai sesuai dengan karakter wilayah pedesaan di Kepulauan Tanimbar.
Kegiatan penanaman dilakukan secara simbolis bersama para petani. Wakil Bupati ikut turun langsung ke lahan, menanam benih padi gogo bersama kelompok tani. Pada kesempatan tersebut, Pemerintah Kabupaten Kepulauan Tanimbar menyerahkan bibit padi gogo kepada sejumlah kelompok tani untuk ditanam pada musim tanam tahun ini.
Langkah ini merupakan bagian dari program daerah yang diarahkan untuk mendorong peningkatan produksi pangan lokal sekaligus memperkuat ketahanan pangan masyarakat, khususnya di wilayah yang tidak sepenuhnya bergantung pada sawah irigasi.
Pemanfaatan lahan kering melalui padi gogo sejalan dengan upaya diversifikasi pangan dan optimalisasi sumber daya pertanian lokal. Dengan luasan lahan mencapai 86 hektar, Desa Otemer dipandang memiliki potensi menjadi salah satu sentra pengembangan padi gogo di Kecamatan Wermaktian. Program ini juga berkaitan dengan agenda pemerintah daerah dalam mendukung kemandirian pangan dan kesejahteraan petani.
“Kegiatan ini merupakan bentuk komitmen pemerintah daerah dalam mendampingi petani, meningkatkan produktivitas pertanian, dan mendorong kemandirian pangan masyarakat,” ujar dr. Juliana Ch. Ratuanak.
Pernyataan tersebut disampaikan di sela-sela kegiatan penanaman, di hadapan petani dan unsur Forkopincam yang turut mendampingi.
Forkopincam Wermaktian memberikan dukungan penuh terhadap kegiatan tersebut sebagai wujud sinergi antara pemerintah daerah, pemerintah kecamatan, dan masyarakat. Hingga laporan ini disusun, belum terdapat keterangan tambahan dari pihak lain terkait rencana lanjutan atau target produksi padi gogo di wilayah tersebut.
Bagi masyarakat Desa Otemer, penanaman padi gogo bukan sekadar kegiatan seremonial. Ia menyentuh langsung kebutuhan dasar pangan dan penghidupan. Dalam jangka pendek, program ini diharapkan membantu petani memanfaatkan lahan yang selama ini kurang optimal. Dalam jangka panjang, ia diharapkan menjadi bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan daerah dan mengurangi ketergantungan pada pasokan dari luar wilayah.
Menjelang siang, kegiatan penanaman mulai usai. Benih-benih telah tertanam, meninggalkan jejak harapan di tanah Otemer yang kering. Seperti musim yang terus berputar, para petani kembali pada rutinitasnya menunggu hujan, merawat tanaman, dan berharap panen kelak membawa hasil. Di ladang itu, masa depan pangan Tanimbar perlahan dititipkan pada kerja bersama dan kesabaran. (KN-07)



