Ketua DPW Nasdem Maluku, Hamdani Laturua adalah salah satu Politisi Maluku yang memilki prestasi politik yang luar biasa. Laturua merupakan Kader idiologi Ketua Umum Surya Paloh yang berhasil membesarkan Nasdem Maluku. Sulit mencari sosok pengganti dirinya. DPP diminta arif dan bijak melihat persoalan Nasdem Maluku. Jika harus ada pergantian, sifatnya PLH agar Laturua bisa kembali menahkodai DPW Nasdem Maluku
Ambon, Kapatanews.com — Rencana menggantikan Ketua DPW Partai NasDem Maluku, Hamdani Laturua, dinilai hanya sebagai mimpi di siang bolong yang dimainkan oleh segelintir pihak haus kekuasaan di internal NasDem.
Isu tersebut disebut tak lebih dari manuver politik murahan yang berupaya mengguncang soliditas partai dengan menyeret nama Wakil Gubernur Maluku, Abdullah Vanath, seolah-olah sebagai calon pengganti Laturua.
Salah satu pengurus DPW NasDem Maluku yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan kepada KapataNews.com, Sabtu (24/1/2026), bahwa DPP NasDem justru ingin menjaga stabilitas organisasi, bukan menambah polemik di tingkat daerah.
“Tidak ada alasan prinsipil untuk mencopot Hamdani Laturua. Ia tidak melanggar AD/ART maupun peraturan partai. Semua ini hanya isu,” ujarnya.
Menurut sumber , kondisi kesehatan Laturua yang sempat disorot kini sudah membaik. “Ini cuma dimainkan untuk menggoyang posisi Ketua DPW. Faktanya, beliau sudah membaik dan tetap menjalankan fungsi kepemimpinan dengan baik,” tegasnya.
Ia menambahkan, Ketua Umum Surya Paloh sangat memahami posisi strategis Hamdani Laturua di tubuh partai. “Semua tahu, Laturua adalah kader ideologis dan anak kesayangan Ketua Umum. Surya Paloh tahu bagaimana menjaga dan mengamankan kader utamanya di Maluku,”
Terkait wacana penunjukan pelaksana tugas (PLT), sumber tersebut menegaskan bahwa hal itu tidak akan terjadi. “Kalaupun ada pengganti sementara, kemungkinan besar hanyalah PLH, sebagai bentuk penghargaan atas dedikasi dan kerja keras Laturua dalam membesarkan NasDem Maluku,” katanya.
Akademisi: Isu Pergantian Terlalu Dini
Ditemui terpisah, akademisi UKIM Ambon, Dr. Hobarth W. Soselisa, S.Sos., M.Si., menilai isu pergantian Ketua DPW NasDem Maluku sangat mengada-ada dan tidak berdasar kebutuhan organisasi.
“Secara politik, kepemimpinan Hamdani Laturua justru terbukti berhasil. Di bawah komandonya, NasDem Maluku menempati kursi pimpinan DPRD Provinsi dan bahkan memegang kendali Ketua DPRD Kota Ambon. Ini capaian luar biasa,” ujarnya.
Ia menilai, sudah selayaknya kader partai justru bangga dan mendukung Laturua, bukan terjebak dalam intrik politik internal. “Langkah menggoyangkan Laturua hanya tindakan tak produktif dan merugikan partai sendiri,” tegas Soselisa.
Menurut dosen Ilmu Sosial dan Ilmu Politik UKIM Ambon ini, tidak ada alasan mendesak bagi DPP untuk melakukan pergantian kepemimpinan.
“Dengan prestasi politik yang nyata dan hubungan istimewanya dengan Ketua Umum, menggantikan Laturua adalah langkah keliru,” jelasnya.
Soselisa juga menyoroti munculnya nama Abdullah Vanath dalam isu ini. Ia menilai hal tersebut terlalu dini dan tidak realistis. “Sekalipun Pak Vanath adalah kader partai dan wakil gubernur, kita harus jujur: ia masih baru dan belum sepenuhnya memahami ideologi NasDem,” ujarnya.
Ia mengakui bahwa partai politik kini memang cenderung melirik figur berjabatan publik, namun untuk konteks NasDem Maluku, hal itu belum relevan. “Ketua Umum, Surya Paloh, pasti akan bijak dan mempertimbangkan banyak hal.
Kalau pun harus ada pengganti sementara, paling jauh sifatnya hanya PLH, bukan PLT,” tegas Soselisa. Ditegaskannya lagi, “Rencana menggantikan Hamdani Laturua hanyalah mimpi di siang bolong. Tidak ada dasar politik, organisatoris yang mendukungnya” (KN-02)



