Place Your Ad
Place Your Ad
Iklan
Berita

Bahlil Desak Proyek Abadi Masela Segera Masuk Investasi

×

Bahlil Desak Proyek Abadi Masela Segera Masuk Investasi

Sebarkan artikel ini
Iklan

Ambon, Kapatanews.com – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia meminta agar Proyek Abadi Masela segera masuk tahap keputusan investasi akhir atau Final Investment Decision dan tidak lagi mengalami penundaan yang terlalu lama karena proyek strategis itu dinilai penting bagi masa depan energi nasional Indonesia.

Permintaan tersebut disampaikan Bahlil saat melakukan pertemuan dengan pimpinan INPEX Corporation di Tokyo, Jepang. Pertemuan ini disebut sebagai langkah diplomasi energi pemerintah untuk mempercepat proyek gas besar yang selama bertahun-tahun mengalami berbagai dinamika pengembangan.

Scroll Keatas
Iklan
Scroll Kebawah

Menurut laporan Detik Finance, pertemuan Bahlil dengan CEO INPEX Takayuki Ueda pada Minggu, 15 Maret waktu setempat menjadi momentum penting bagi pemerintah Indonesia untuk menegaskan kembali komitmen percepatan realisasi proyek Abadi Masela.

Proyek pengembangan gas alam di Blok Masela itu diperkirakan memiliki nilai investasi mencapai sekitar 20 miliar dolar Amerika Serikat atau setara sekitar Rp339 triliun dengan asumsi kurs Rp16.900 per dolar, menjadikannya salah satu investasi energi terbesar di Indonesia.

Bagi pemerintah Indonesia, proyek tersebut dinilai memiliki peran strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi di kawasan Indonesia Timur sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional melalui penyediaan pasokan gas besar bagi kebutuhan industri nasional dalam jangka panjang.

Bahlil menjelaskan bahwa hingga saat ini progres pembangunan proyek Abadi Masela telah menunjukkan perkembangan signifikan. Berdasarkan laporan terbaru yang diterima pemerintah, kemajuan pekerjaan pengembangan proyek tersebut disebut telah mencapai sekitar 25 persen.

Melihat perkembangan itu, pemerintah berharap tahapan Front End Engineering and Design (FEED) dapat dimulai pada kuartal kedua tahun 2026 atau paling lambat pada kuartal ketiga tahun yang sama agar proyek tidak kembali mengalami penundaan yang berkepanjangan.

Dengan dimulainya tahapan FEED tersebut, pemerintah juga berharap proses tender Engineering Procurement Construction (EPC) dapat berjalan secara paralel sehingga berbagai pekerjaan teknis utama dalam proyek pengembangan Lapangan Abadi Masela dapat segera dilaksanakan tanpa hambatan administratif.

“Karena kami berkeinginan ini bisa cepat supaya jangan ulur-ulur lagi. Ini 27 tahun, masa kita mau tunggu sampai usia saya 60 tahun baru jadi kan,” kata Bahlil seperti dikutip dari Detik Finance.

Ia juga menyinggung hubungan emosionalnya dengan wilayah Maluku yang memiliki keterkaitan dengan proyek tersebut. Menurut Bahlil, percepatan pembangunan Masela menjadi penting agar manfaat ekonominya dapat segera dirasakan masyarakat di kawasan timur Indonesia.

“Apalagi itu kampung ibu saya. Jadi saya pikir bisa tahun ini kita semua tender EPC,” ujar Bahlil menegaskan harapannya agar proses pembangunan proyek gas raksasa tersebut dapat segera memasuki tahap konstruksi nyata.

Untuk memastikan proyek dapat berjalan lebih cepat, Bahlil juga menawarkan solusi apabila hingga batas waktu tertentu belum ada pembeli gas yang serius dari pasar internasional yang bersedia menyerap produksi dari Lapangan Abadi Masela.

Ia mengatakan produksi gas dari lapangan tersebut yang diperkirakan mencapai sembilan juta ton per tahun dapat dibeli oleh lembaga investasi negara Danantara guna memberikan kepastian pasar bagi proyek tersebut.

Menurut Bahlil, kehadiran negara dalam skema pembelian gas tersebut menjadi penting agar proyek strategis nasional ini tidak kembali tertunda hanya karena persoalan kepastian pasar bagi produksi gas yang dihasilkan di masa depan.

“Supaya ada kepastian buyer. Saya menghargai buyer luar negeri, tapi pada saatnya sekarang negara Indonesia harus hadir untuk memastikan proyek ini berjalan,” kata Bahlil dalam keterangannya.

“Untuk bersama-sama dengan INPEX memastikan operasi berjalan. Jadi kami saja yang membeli,” ujar Bahlil menambahkan mengenai kemungkinan keterlibatan negara sebagai pembeli produksi gas dari proyek tersebut.

Menanggapi pernyataan tersebut, CEO INPEX Takayuki Ueda menyampaikan apresiasi atas dukungan pemerintah Indonesia dalam mempercepat pengembangan proyek Abadi Masela yang selama ini menjadi salah satu proyek utama perusahaan di Indonesia.

Ueda menyebut proyek tersebut telah menjadi perhatian serius bagi manajemen INPEX dan dirinya secara pribadi, karena ia telah terlibat langsung dalam pengembangan proyek tersebut selama kurang lebih dua belas tahun terakhir.

“Terima kasih banyak, Pak Menteri, atas komitmennya untuk mendukung proyek ini. Kami juga memiliki komitmen yang sama untuk mempercepat realisasi pengembangan Lapangan Abadi,” kata Ueda seperti dikutip dari DetikFinance.

Menurut Ueda, setelah melakukan diskusi langsung dengan Menteri ESDM, manajemen INPEX semakin optimistis bahwa proyek pengembangan gas besar di Blok Masela tersebut dapat segera bergerak menuju tahap pembangunan berikutnya.

Dari sisi administratif, proyek Abadi Masela juga menunjukkan perkembangan penting setelah sejumlah perizinan krusial berhasil diselesaikan pada awal tahun 2026 sehingga memberikan kepastian hukum bagi kelanjutan investasi proyek tersebut.

Persetujuan lingkungan melalui dokumen Analisis Mengenai Dampak Lingkungan atau AMDAL diketahui telah diterbitkan pada 13 Februari 2026, yang menjadi salah satu syarat penting bagi pelaksanaan pembangunan proyek energi skala besar.

Sebelumnya, pemerintah juga telah menyetujui pelepasan kawasan hutan yang dibutuhkan untuk proyek tersebut melalui Kementerian Kehutanan pada Januari 2026 sehingga berbagai tahapan administratif yang selama ini menjadi hambatan mulai teratasi.

Pemerintah berharap sinergi antar kementerian, dukungan investor internasional, serta komitmen operator proyek dapat memastikan pengembangan Abadi Masela berjalan sesuai target sehingga manfaat ekonominya dapat segera dirasakan oleh masyarakat Indonesia. (*)

Ikuti Kami untuk Informasi menarik lainnya dari KAPATANEWS.COM Di CHANNEL TELEGRAM Dan CHANNEL WHATSAPP