Ambon,Kapatanews.com – Sebuah pemandangan tak mengenakan kembali tersaji dalam Rapat Senat Terbuka Universitas Kristen Maluku (UKIM) Ambon, saat prosesi Wisuduwan UKIM periode II tahun 2025 Selasa (16/12).
Pemandangan yang tak lasim terjadi di Kampus kebanggaan umat Kristen Maluku ini, terlihat sangat serius dengan luka yang begitu menganga dan terbuka walaupun dibalut dengan perban.
Dimana tak terlihat kehadiran Pembina YAPERTI Ambon (MPH Sinode berserta pengurus YAPERTI GPM) dalam acara Wisuda UKIM yang dihadiri Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa tersebut
Anomali ini terjadi hanya dalam kurun waktu Lima hari pasca dilantiknya Rektor UKIM Ambon, Dr. Steve.G.C. Gaspersz,M.Si,MA, dimana sebelumnya pada saat pelantikan para Wakil Rektor dan Ketua Lembaga (11/12) juga tak dihadiri oleh pembina YAPERTI. Kini hal yang sama juga kembali terulang untuk kedua kalinya secara berturut-turut tak di hadiri oleh Pembina YAPERTI selaku pemilik sah UKIM Ambon
Sebagai pemilik, acara resmi Universitas seperti pelantikan para Wakil Rektor dan Wisuda jika tidak di hadiri oleh MPH Sinode dan Pengurus YAPERTI merupakan sebuah pertanyaan besar “ada apa dengan Rektor UKIM saat ini”
Kepada Kapatanews,com, beberapa Civitas Akademik UKIM Ambon yang tak ingin namanya disebutkan saat diminta tanggapannya atas ketidakhadiran para Pembina YAPERTI GPM dalam acara Wisuda tersebut ,Selasa (16/12) mengatakan ini bukan pertama kalinya terjadi hal seperti ini di UKIM pasca terpilih Rektor saat ini,ungkap sumber
Menurut sumber hal seperti ini sangatlah tidak baik bagi perkembangan dan pertumbuhan pendidikan di UKIM. Ini menyangkut prinsip dan aturan yang mengatur tata kelola institusi yang tidak mampu dikelola denganbaik oleh Rektor saat ini.
” Lihat nih, wisuda UKIM berlangsung megah, tapi kursi Badan Pembina dan YAPERTI GPM menganga kosong seperti gigi ompong di mimbar Gereja. Ini boikot cerdas oleh MPH Sinode dan Pengurus YAPERTI GPM secara berturut-turut” ujarnya
Boikot cerdas mengatakan “Kami tidak mau ikut parade kebohongan Rektor yang pura-pura tak tahu ‘otakku remuk oleh praktek terselubungnya’”.
Sarkasme murni: MPH Sinode pintar banget, daripada buang napas tepuk tangan untuk pemimpin yang “dadaku mau meledak karena civitas akademika dan publik dibodohi,” lebih baik biarkan kursi itu jerit sendiri. Rektor dan wakilnya cuma pajangan KKN pintar yang tak kentara, tak layak lagi duduk di kursi panas itu.
Rektor pasti senyum lebar di panggung, sok tak sadar “hatiku tidak sabar menunggu Tuhan buka kenyataan bahwa mereka tak pantas,” sementara mahasiswa UKIM jadi korban kebodohan yang terus ditipu.
Boikot ini sindiran pedas : “Turunlah, tuan pangeran gerejawi, kursimu sudah busuk seperti janji manis yang kadalwarsa!” MPH Sinode, jangan cuma absen doang; jatuhkan hukuman berat sekarang, atau ikut dicap pengecut yang tutup mata lihat “mataku berkunang-kunang melihat UKIM seperti ini, tegas sumber
DADU TAK LAGI DENGAR BANDAR
Penelusuran media ini lebih dalam terhadap sumber-sumber internal terpercaya UKIM, menemukan penyebab boiket cerdas ala MPH Sinode dan Pengurus YAPERTI GPM secara berturut-turut, akibat dari ketidaktaatan dan pembangkangan Rektor terhadap keputusan rapat Pembina YAPERTI GPM bersama Rektor tetanggal 10 Desember 2025.
Dimana dalam rapat tersebut Pembina YAPERTI GPM menegaskan menolak dan tidak menerima draf usulan Rektor terkait pengangkatan para Wakil Rektor dan meminta Rektor untuk mentaati dan menjalankan Hasil Keputusan Rapat yang dituangkan dalam surat tertanggal 6 Desember 2025, perihal ; Penyampaian Perubahan dan Lembar Persetujuan
Disinilah letak akar persoalannya, dimana Rektor tidak mengindahkan hasil Rapat itu. Rektor lupa kalo dirinya cuma “dadu” bukan “bandar”, tetapi yang terjadi sebaliknya ” dadu tidak lagi mendengar bandar”
Pertanyaannya sejauh mana dadu ini bisa memainkan perannya sebagai bandar? ataukah dalam waktu dekat ini bandar akan meremukan tulang belulang dadu?
Lagi dan lagi, sebuah dadu yang sok bermain sebagai bandar tetapi ia lupa dirinya hanya sebatas dadu dan tidak bisa mengambil peran bandar yang ssungguhnya,
Sumber menegaskan lebih kanjut dengan kondisi kepemimpinan UKIM seperti ini, kami berharap dalam waktu dekat MPH Sinode dan Pengurus YAPERTI selaku pemilik dan bandar untuk memberikan sanksi tegas berupa pemecatan terhadap Rektor UKIM Dr. Steve.G.C. Gaspersz,M.Si,MA yang dinilai sebagai pembangkang
Kami menginginkan kesimbangan dan ketenangan dalam kepemimpinan UKIM saat ini agar integritas UKIM saat ini tetap terjaga agar proses perkembangan dan pertumbuhan akdemik UKIM bisa berjalan dengan baik,tegasnya (KN-02)



