Place Your Ad
Place Your Ad
Iklan
Berita

DPRD Soroti Kinerja Dirut PK: Gangguan Teknis atau Human Error yang Disembunyikan?

×

DPRD Soroti Kinerja Dirut PK: Gangguan Teknis atau Human Error yang Disembunyikan?

Sebarkan artikel ini

Ambon,Kapatanews.com – Anggota Komisi III DPRD Maluku, Richard Rahakbauw kembali menyoroti jajaran Direksi PD Panca Karya, terutama kinerja Direktur Utama M .Rany Tualeka, terkait kembali macetnya KMP Bahtera Nusantara saat melakukan pelayaran perdana pada tanggal 18 Desember 2025

Menurnya macetnya KMP BN 02 jelang Natura merupakan sebuah kesalahan yang tidak perlu terjadi, pasalnya sebelum pelayaran jajaran Direksi dan pihak terkait sudah melakukan pemeriksaan terhadap kapal tersebut apakah sudah layak berlayar apa belum?

Scroll Keatas
Iklan
Scroll Kebawah

Kepada media ini, Minggu (21/12) dirinya sangat menyayangkan peristiwa seperti itu terjadi disaat masyarakat sangat membutuhakn pelayanan prima dari pihak Panca Karya dalam mengantsipasi lonjakan penumpang jelang Natal dan Tahun baru

” Ini bukan kesalahan tekniks semata tetapi ada yang salah dari manajemen sehingga hal ini bisa terjadi. Kami akang mengundang Dirut PD Panca Karya dan jajaran Direksi untuk menjelaskan penyebab kerusakan yang terjadi, tandas RR

Sebagai Anggota DPRD  saya sangat menyesalkan pernyataan Dirut Perumda Panca Karya (PK) yang menyatakan gangguan tersebut bukan gangguan oprasional tetapi merupakan gangguan teknis, terkesan defensif, padahal publik Maluku tahu betul kapal ini baru saja menelan anggaran perbaikan miliaran rupiah, namun langsung stagnan pasca-peluncuran.

Ironisnya, klaim “teknis murni” ini muncul di tengah persaingan ketat dengan swasta, seolah melindungi citra BUMD dari sorotan publik . Kami akan melakukan penelusuran untuk menganalisa secara mendalam apakah kesalahan ini justru mengarah pada human error sebagai pemicu utama, yang memerlukan evaluasi kinerja Dirut segera oleh Pemda Maluku untuk mencegah kerugian berkelanjutan bagi konektivitas antar pulau.

 

Kontradiksi Fakta Perbaikan vs Kerusakan Cepat

Dijelaskan oleh RR, Kapal BN 02 mangkrak dua tahun akibat turbo rusak, lalu dihidupkan kembali dengan dana yang cukup besar tetapi rusak mesinnya di Teluk Ambon, memaksa evakuasi penumpang. Publik Ambon-Tual melihat pola: jadwal amburadul sejak 2024, pembatalan sepihak yang merugikan pariwisata Banda Neira. Teori failure mode analysis (FMEA) menunjukkan kegagalan teknis jarang spontan pasca-overhaul; lebih sering dipicu kelalaian operasional seperti overload atau inspeksi lalai.

 

Analisis Kemungkinan Human Error

Pendekatan Human Factors Analysis and Classification System (HFACS) mengklasifikasikan error kru—kurang training pasca-perbaikan atau prosedur startup non-standar—sebagai akar masalah, diperparah dengan tekanan dan persaingan bisnis Pelayaran  saingi Pelni di rute Nataru. Dirut gagal antisipasi: histori kapal tunjukkan kapten awal tak bersertifikat penuh, ditambah prioritas jadwal ketat demi saingan swasta. Model Swiss Cheese Reason mengilustrasikan bagaimana lapisan safety gagal: organizational influence (manajemen PK minim audit) selaras unsafe acts (error teknisi).

 

Panggilan Tegas untuk Evaluasi Dirut

Gubernur Maluku wajib panggil Dirut PK dalam 7 hari sesuai dengan Perda No. 2/2020, tuntut audit forensik KNKT dan tracing ROI dana perbaikan nol akibat stagnasi. Benchmarking KPI: PK uptime <70% vs Pelni 95%, bukti mismanagement. Pemda evaluasi kinerja lantang, reformasi governance BUMD agar kompetitif tanpa korban keselamatan.

 

Rekomendasi Konkret untuk Pemda

Bentuk tim independen SWOT PK vs swasta, publikasikan laporan bulanan. Wajibkan SMS ISO 45001, training kru tahunan, kolaborasi Pelni untuk rute bersama. Diversifikasi armada: tender cepat kapal baru, kurangi monopoli BN 02 rentan. Tracing Dana: Review APBD alokasi perbaikan miliaran, hitung ROI nol akibat stagnasi, tuntut Dirut jelaskan deviation dari renbis (KN-02)

Ikuti Kami untuk Informasi menarik lainnya dari KAPATANEWS.COM Di CHANNEL TELEGRAM Dan CHANNEL WHATSAPP