Maluku, Kapatanews.com – Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional mencatat perkembangan harga beras kualitas bawah II di pasar modern pada awal Januari 2026. Data menunjukkan adanya penurunan tipis pada rata-rata harga nasional.
Berdasarkan catatan per Senin (5/1/2026), rata-rata harga beras kualitas bawah II di pasar modern sejumlah provinsi berada di level Rp14.870 per kilogram. Angka tersebut lebih rendah dibandingkan rata-rata pekan sebelumnya yang tercatat Rp14.930 per kilogram.
Penurunan harga tersebut mencerminkan pergerakan mingguan harga pangan strategis yang dipantau secara rutin. Informasi ini menjadi rujukan bagi pemangku kepentingan dalam memantau stabilitas harga beras secara nasional.
Dalam sebaran wilayah, Provinsi Maluku tercatat sebagai daerah dengan harga beras kualitas bawah II tertinggi di Indonesia. Harga jual di pasar modern Maluku mencapai Rp17.200 per kilogram.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, harga beras kualitas bawah II di Maluku tidak mengalami perubahan dibandingkan satu bulan sebelumnya. Adapun harga tertinggi yang pernah dicatat di provinsi tersebut mencapai Rp17.700 per kilogram.
Sementara itu, Papua Barat menempati posisi kedua dengan harga beras kualitas bawah II sebesar Rp16.900 per kilogram. Harga tersebut menjadikan Papua Barat sebagai salah satu wilayah dengan harga beras relatif tinggi di pasar modern.
Di posisi berikutnya, Kalimantan Utara mencatat harga Rp16.300 per kilogram. Sumatera Utara menyusul dengan harga Rp16.250 per kilogram, sementara Sumatera Selatan tercatat sebesar Rp16.100 per kilogram.
Di sisi lain, terdapat sejumlah provinsi dengan harga beras kualitas bawah II yang berada di bawah rata-rata nasional. Secara keseluruhan, tercatat 12 provinsi masuk dalam kelompok ini.
Tiga provinsi dengan harga beras kualitas bawah II terendah adalah Banten, Jawa Barat, dan Kepulauan Riau. Harga di wilayah tersebut tercatat lebih rendah dibandingkan rerata nasional pasar modern.
Data harga ini menjadi bagian dari pemantauan kondisi pangan nasional yang dilakukan secara berkala. Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi mengenai faktor yang memengaruhi perbedaan harga beras antarwilayah. (KN-07)




