Place Your Ad
Place Your Ad
Iklan
Berita

KADIN Maluku Dukung MIP Di Ambon

×

KADIN Maluku Dukung MIP Di Ambon

Sebarkan artikel ini

Ambon, Kapatanews.com – Pemindahan lokasi Maluku Integrated Port (MIP) yang semula direncanakan di Kabupaten Seram Bagian Barat, akhirnya harus dipindahkan ke Ambon karena berbagai pertimbangan operasional dan ekonomi logistik. Hal ini menjadi sorotan berbagai lapisan masyarakat akhir-akhir ini.

Bagi Kadin Maluku, pemindahan lokasi MIP sudah melalui kajian strategis dan tidak dilakukan hanya berdasarkan pertimbangan subjektif dan tiba-tiba. Ada
analisis feasibility study (FS) yang ketat yang kemudian merekomendasikan pemindahan lokasi.

Scroll Keatas
Iklan
Scroll Kebawah

Pertimbangan investasi serta logistik yang efisien menjadikan lokasi MIP di Ambon lebih ekonomis. Ini sebenarnya keputusan yang rasional dan tidak perlu dipolemikan karena faktor daya saing saat ini menjadi kunci bagi pertumbuhan ekonomi kawasan yang berkelanjutan.

Analisis ini dikemukakan oleh Wakil Ketua Umum Kordinasi Bidang Perekonomian Kadin Maluku, Tammat R. Talaohu, kepada media di Ambon (4/3/2026).

“Saat ini produktivitas dan pertumbuhan ekonomi sebuah kawasan lebih banyak ditentukan oleh faktor efisiensi. Tiongkok bisa maju dan memiliki pertumbuhan ekonomi yang tinggi dan kemudian bertransformasi menjadi aktor utama perekonomian global salah satu elemen kuncinya adalah efisiensi produksi. Sebuah produk yang dihasilkan di tempat lain di dunia bisa diproduksi di Tiongkok dengan kualitas yang lebih baik dan harga yang lebih murah
karena faktor efisiensi ini. Jika Maluku hendak mengejar ketertingglannya dari daerah lain di Indonesia sekaligus menjadikan daerah seribu pulau ini sebagai pusat pertumbuhan baru di Indonesia timur maka pendekatan yang serupa harus diadopsi. Saya yakin, pemindahan lokasi MIP ke Ambon dari semula di Seram Bagian Barat, harus dilihat dalam perspektif efisiensi ekonomi serta daya saing. Justru dengan memindahkan MIP ke Ambon maka faktor daya saing
dan efisien ini dapat dipenuhi. Dengan demikian efek berganda dari MIP ini bisa terwujud dengan adanya akselerasi pertumbuhan ekonomi kawasan yang tinggi serta berkelanjutan, pembukaan lapangan pekerjaan yang lebih berkualitas, yang pada akhirnya akan berdampak pada peningkatan kesejahteraan warga. Jadi, bagi Kadin Maluku, ini keputusan yang sangat rasional dari sisi produktivitas,”ulas Talaohu.

Tammat R. Talaohu yang juga adalah penulis buku Malapetaka Ekonomi Global- Membongkar Borok Neoliberalisme, melanjutkan uraiannya bahwa lokasi Ambon unggul karena terintegrasi langsung dengan Bandara Internasional Pattimura dan Pelabuhan Yos Sudarso, menciptakan rantai distribusi barang yang lebih pendek dan murah dibanding Seram.

Pembangunan di Pulau Seram memerlukan biaya infrastruktur yang jauh lebih tinggi, termasuk jalur laut tambahan yang memperpanjang waktu dan ongkos logistik. Saat ini, Maluku bergantung pada pelabuhan Surabaya dan Makassar, menyebabkan harga komoditas melonjak. MIP di Ambon diproyeksikan dapat memangkas disparitas harga secara signifikan.

“MIP dirancang sebagai pusat logistik modern dengan fasilitas perikanan, terminal Ro- Ro, dan dukungan energi, menjadikan Maluku simpul utama Indonesia timur. Proyek ini akan menciptakan lapangan kerja lokal, tingkatkan daya saing daerah, dan kurangi ketergantungan eksternal. Kepindahan ini akan menstimulus transformasi ekonomi Maluku yang lebih inklusif dan efisien,” tutup Talaohu   (KN-05)

Ikuti Kami untuk Informasi menarik lainnya dari KAPATANEWS.COM Di CHANNEL TELEGRAM Dan CHANNEL WHATSAPP