Ambon, Kapatanews.com – Kinerja ekonomi daerah yang membaik pada triwulan IV 2025 membuat Kadin Maluku makin optimis bahwa pembangunan daerah akan terus berkembang meski tantangan keterbatasan fiskal dan gejolak geopolitik global terus meningkat.
Hal ini mengindikasikan bahwa sinergi dan keseriusan Pemerintah Daerah dan dunia usaha dalam mendorong akselerasi perekonomian daerah semakin dinamis. Ini menjadi modal dasar bagi Maluku untuk mendesain format pembangunan daerah yang tetap optimis di paru pertama 2026 ini.
Analisis ini dikemukakan oleh Wakil Ketua Umum Koordinasi Perekonomian Kadin Maluku, Tammat R. Talaohu, kepada media di Ambon (18/2/2026).
Menurut Talaohu, pada triwulan IV 2025 terjadi perbaikan dan peningkatan berbagai indikator makro ekonomi dan ini sangat membesarkan hati karena semua itu terjadi justru di tengah-tengah keterbatasan fiskal yang dihadapi pemerintah daerah.
Dalam hal ini, kemiskinan terus menunjukan trend yang menurun menjadi 15,25 persen atau turun sebesar 0,13 persen. Begitu juga dengan pengangguran terbuka menurun menjadi 6,11 persen dari sebelumnya 6,27 persen. Sedangkan gini ratio yang menggambarkan tingkat ketimpangan juga semakin
menunjukkan perbaikan dengan angka yang semakin menurun menjadi 0,228 poin dari sebelumnya 0,249.
“Rata-rata terjadi perbaikan dalam berbagai indikator makro ekonomi daerah. Ini tentu tidak terlepas dari kerja keras semua pihak, dalam hal ini pemerintah daerah, swasta, masyarakat dan stake holder lainnya. Indikator perbaikan ini tentu menggembirakan dan kinerja ini harus terus ditingkatkan terutama karena Maluku harus mengejar ketertinggalannya dari berbagai daerah lainnya di Indonesia. Kadin Maluku yakin bahwa dengan kinerja yang semakin baik ini, dibawah kepemimpinan Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa, Maluku akan semakin bisa
mewujudkan cita-cita kolektifnya yakni mewujudkan suatu tatanan masyarakat yang adil makmur merata materiil dan spriritual,”urai Talaohu.
Tammat R. Talaohu yang adalah seorang analis ekonomi juga menyampaikan bahwa di tahun 2026 ini Kadin Maluku tetap optimis akan perekonomian Maluku yang akan terus membaik karena jika strategi pinjaman dari PT. SMI disetujui Kementerian Keuangan maka akan banyak ruang fiskal yang tersedia dan keluhan akan tekanan fiskal akan lebih longgar.
Jika strategi pinjaman ini dipakai secara efektif dan akuntabel maka akan menjadi insentif ekonomi yang baik bagi pembangunan daerah. Karena itu, Talaohu berharap agar realisasi pinjaman PT. SMI kali ini penggunaannya tetap dilakukan secara hati-hati, proporsional dan transparan.
Talaohu juga mengajak semua pihak untuk bersama-sama mendorong pemerintah pusat untuk segera mengakomodir serta mengundangkan RUU Daerah Kepulauan. Jika hal ini terjadi, maka undang-undang Daerah Kepulauan akan menjadi media emas bagi Maluku untuk menjadi pusat pertumbuhan baru di Indonesia timur.
Karena itu, peta perjuangan guna mendorong terwujudnya undang-undang Daerah Kepulauan yang saat ini dimotori oleh Gubernur Maluku, Henrik Lewerissa, perlu didukung secara kolektif dan dikampanyekan bersama sebagai sarana menyeimbangkan neraca fiskal daerah dengan kebijakan transfer pemerintah pusat. (KN-05)



