Place Your Ad
Place Your Ad
Iklan
Berita

Muskomcab Pemuda Katolik Tanpa Kehadiran Pemda, Sikap Bupati-Wabup KKT Tidak Bijak

×

Muskomcab Pemuda Katolik Tanpa Kehadiran Pemda, Sikap Bupati-Wabup KKT Tidak Bijak

Sebarkan artikel ini

Saumlaki, Kapatanews.com – Musyawarah Komisariat Cabang (Muskomcab) Pemuda Katolik Kabupaten Kepulauan Tanimbar yang seharusnya menjadi ruang konsolidasi kader justru dibuka dengan rasa kecewa.

Bukan karena dinamika internal, melainkan karena satu hal yang terasa ganjil: tak satupun pejabat Pemerintah Daerah hadir, bahkan sekadar untuk membuka kegiatan.

Scroll Keatas
Iklan
Scroll Kebawah

Situasi ini menimbulkan tanda tanya besar di kalangan kader. Bagi sebagian peserta, ketidakhadiran Pemda bukan lagi soal teknis atau agenda yang bentrok, tetapi mencerminkan sikap yang dinilai sengaja menjaga jarak.

Kader Pemuda Katolik, Gilang Kelyombar, secara terbuka menyampaikan pernyataan sikapnya. Ia menilai Pemda KKT telah menunjukkan keberpihakan yang terlalu mencolok, sekaligus mengabaikan etika kemitraan antara pemerintah dan organisasi kemasyarakatan.

“Ini sudah sangat berlebihan. Satu pejabat pun tidak bisa hadir untuk membuka Muskomcab. Ada apa sebenarnya dengan Pemda KKT?” ujar Gilang.

Menurutnya, posisi Bupati sebagai pemangku kepentingan daerah dan Wakil Bupati sebagai pembina langsung Pemuda Katolik seharusnya menjadi alasan kuat untuk hadir, atau setidaknya mengirimkan perwakilan resmi. Namun yang terjadi justru sebaliknya: sunyi total dari Pemda.

Gilang menilai sikap tersebut mencerminkan ketidakprofesionalan dalam menjalankan peran kepemimpinan. Ia bahkan menyebut cara ini tidak menunjukkan kebijaksanaan seorang pemimpin daerah.

“Sebagai kader, saya menilai Bupati dan Wakil Bupati tidak sedang menunjukkan sikap pemimpin yang baik dan bijaksana. Cara seperti ini memperlihatkan ketidakseriusan dalam mengurus daerah dan membina mitra,” katanya.

Ia menegaskan bahwa organisasi kemasyarakatan bukan pelengkap seremonial, apalagi objek kepentingan politik. Pemuda Katolik, kata dia, selama ini berdiri sebagai mitra kritis pemerintah, bukan lawan, dan bukan pula alat.

“Pemerintah dan ormas itu mitra kerja. Kalau relasi ini diperlakukan secara tidak adil, maka kepercayaan publik yang dipertaruhkan,” ujarnya.

Di akhir pernyataannya, Gilang mengingatkan bahwa peristiwa Muskomcab ini tidak akan berhenti sebagai catatan kecil. Menurutnya, sikap Pemda hari ini akan terus dikenang dalam perjalanan hubungan ke depan.

“Kita akan tetap bertemu di kesempatan lain. Cara yang ditunjukkan hari ini akan selalu diingat,” ucapnya.

Hingga berita ini dipublikasi, belum ada tanggapan resmi dari Bupati maupun Wakil Bupati KKT terkait ketidakhadiran Pemda dalam pembukaan Muskomcab Pemuda Katolik tersebut. (Nik Besitimur)

Ikuti Kami untuk Informasi menarik lainnya dari KAPATANEWS.COM Di CHANNEL TELEGRAM Dan CHANNEL WHATSAPP