Jakarta, Kapatanews.com -Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Bank Pembangunan Maluku – Maluku Utara Tahun buku 2026 yang di gelar di GIIA Maluku Hotel Jakarta berhasil membagikan Dividen sebanyak 136 Miliar kepada 24 Kepala Daerah sebagai Pemegang Saham
Rapat tersebut dihadiri oleh Jajaran Direksi dan Komisaris BPD Maluku – Maluku Utara, Gubernur Maluku, Wakil Gubernur Maluku Utara, Anggota DPR RI Dapil Maluku serta Bupati/Walikota se- Provinsi Maluku-Malku Utara dan Perwakilan Bank DKI Jakarta (Senin, (23/2/2026)
Diketahui dalam rapat tersebut para pemegang saham menerima serta mengesahkan laporan tahunan dan laporan keuangan tahun buku 2026 sekaligus penetapan penggunaan labah bersih di tahun berjalan termasuk pembagian Deviden bagi para pemegang saham
Gubernur Maluku Hendrik Lewerisa selaku pemegang saham pengendali menegaskan bahwa pembagian Dividen merupakan kebijakan Managemen berdasarkan ketentuan dan mekanisme tatakelola perusahan yang berlaku, ungkap Gubernur
Gubernur juga menegaskan langkah tersebut merupakan bagaian dari strategi penguatan kelembagaan serta menjaga stabilitas sektor keuangan. Ia juga meminta para pemegang saham dalam hal ini para Bupati/Walikota untuk mengoptimalkan pemanfaatan layanan pembiayaan dari BPD Maluku- Maluku Utara guna mendukung pembangunan daerah,tegasnya
Direktur Utama Bank Maluku Malut kepada awak media usai RUPS mengatakan Bank Maluku Maluku Utara membagikan dividen sebesar Rp. 136.053.109.092 kepada para pemegang saham termasuk Bank DKI Jakarta. Untuk Dviden Provinsi Maluku sebanyak Rp. 47.033.480.386,-. Sedangkan, Bank DKI Dividen yang diperoleh sebsar Rp. 9.523.694.268,-,” sebut Syahrisal.
Berikut Deviden yang diperoleh 22 Daerah pemegang saham lainnya :
1. Kota Ambon : Rp. 7. 789.493.390
2. Kabupaten Seram Bagian Timur : Rp. 7. 789.493.390
3 Kabupaten Maluku Tenggara : Rp. 7. 509.331.277
4. Kabupaten Kepulauan Aru : Rp. 7. 012.621.249
5. Kabupaten Maluku Barat Daya : Rp. 6. 689.357.273
6. Kabupaten Buru Selatan : Rp. 5. 991.937.965
7. Kabupaten Kepulauan Tanimbar : Rp. 4. 935.942.311
8. Kabupaten Seram Bagian Barat : Rp. 4.320.831.983
9. Kabupaten Halmahera Tengah : Rp. 4. 152.319.276
10. Kota Tual : Rp. 3. 831.911.448
11. Kabupaten Maluku Tengah : Rp. 3. 023.362.034
12 Kabupaten Buru : Rp. 2. 470.567.653
13. Kabupaten Halmahera Utara : Rp. 2. 081.092.984
14. Kabupaten Halmahera Barat : Rp. 1. 786.390.484
15. Provinsi Maluku Utara : Rp. 1. 756.011.460
16. Kabupaten Halmahera Selatan : Rp. 1. 496.361.680
17. Kota Tidore Kepulauan : Rp. 1. 398.473.713
18. Kabupaten Kepulauan Sula : Rp. 1. 302.143.645
19. Kabupaten Pulau Taliabu : Rp. 1. 298.248.898
20. Kota Ternate : Rp. 1. 236.711.900
21. Kabupaten Halmahera Timur : Rp. 1.168.424.008
22. Kabupaten Pulau Morotai : Rp. 454.906.414
Dijelaskan oleh Syahrisal,Gubernur sebagai pemegang saham pengendali, memberikan apresiasi terhadap kinerja Direksi dan Komisaris dimana pertumbahan aset mengalami peningkatan sebesar 20 % ditengah kondisi ekonomi Nasional yang belum stabil. Ia juga menegaskan harapan Gubernur untuk terus meningkatkan kinerja agar lebih baik lagi ke depan bagi pertmbuhan pembangun ekonomi Daerah,bebernya (*)



