Maluku, Kapatanews.com – Sebanyak 10 kepala daerah dari berbagai wilayah Indonesia dijadwalkan mengikuti tahap presentasi Anugerah Kebudayaan PWI Pusat 2026 yang akan berlangsung pada 8 – 9 Januari 2026 di Jakarta.
Tahapan ini menjadi bagian dari proses penilaian sebelum penyerahan Trofi Abyakta pada puncak peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2026 di Banten, 9 Februari 2026.
Tahap presentasi tersebut bertujuan menilai penguasaan dan implementasi program pemajuan kebudayaan yang dijalankan pemerintah daerah, berdasarkan proposal yang telah diajukan masing-masing peserta.
Menurut keterangan Direktur Anugerah Seni dan Kebudayaan PWI Pusat, Yusuf Susilo Hartono, kesepuluh kepala daerah tersebut terpilih setelah melalui proses seleksi oleh Dewan Juri dengan menelaah proposal dan dokumen pendukung.
“Berkas yang dinilai meliputi proposal utama, video kegiatan, dokumen Pokok Pikiran Kebudayaan Daerah (PPKD), peraturan daerah, tautan pemberitaan media, hingga dokumentasi foto. Jumlahnya bisa mencapai puluhan hingga ratusan halaman,” ujar Yusuf, Senin, (5/1/2025).
Berdasarkan informasi yang dihimpun, para peserta diwajibkan mempresentasikan secara langsung gagasan, capaian, serta keberlanjutan program kebudayaan di hadapan Dewan Juri di kantor PWI Pusat. Presentasi ini digunakan untuk menguji konsistensi antara dokumen yang diajukan dan implementasi di lapangan.
Dewan Juri Anugerah Kebudayaan PWI Pusat 2026 berjumlah lima orang yang berasal dari kalangan seniman, budayawan, akademisi, dan pimpinan pers nasional. Mereka terdiri atas Dr. Nungki Kusumastuti, Agus Dermawan T., Sudjiwo Tejo, Akhmad Munir, dan Yusuf Susilo Hartono.
Adapun peserta presentasi terdiri dari tiga wali kota dan tujuh bupati, yakni Wali Kota Malang Wahyu Hidayat, Wali Kota Samarinda Andi Harun, Wali Kota Mataram Mohan Roliskana, Bupati Lampung Utara Hamartoni Ahadis, Bupati Temanggung Agus Setiawan, Bupati Manggarai Heribertus Geradus Laju Nabit, Bupati Blora Arief Rohman, Bupati Labuhanbatu Maya Hasmita, Bupati Manokwari Hermus Indou, serta Bupati Padang Pariaman John Kenedy Azis.
Anugerah Kebudayaan PWI Pusat 2026 mengusung tema “Pemajuan Kebudayaan Daerah yang Inklusif dan Berkelanjutan Berbasis Media dan Pers”. Penilaian difokuskan pada keterkaitan program dengan 10 Objek Pemajuan Kebudayaan sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2017, termasuk aspek inovasi, keberlanjutan, serta dampaknya bagi masyarakat.
Selain kategori kepala daerah, PWI Pusat juga menetapkan kategori baru bertajuk “Wartawan dan Komunitas” yang ditujukan bagi insan pers dan komunitas budaya yang dinilai konsisten berkarya dan berdampak luas. Berdasarkan penetapan Dewan Juri, penerima kategori ini akan menerima Trofi Abyakta pada puncak HPN 2026 di Banten.
Hingga berita ini diturunkan, proses presentasi dan penilaian Anugerah Kebudayaan PWI Pusat 2026 masih dalam tahap persiapan dan akan dilanjutkan sesuai jadwal yang telah ditetapkan panitia. (KN-07)




