Saumlaki, Kapatanews.com – Ketersediaan tenaga dokter di Puskesmas Wermaktian dan Puskesmas Wuarlabobar, Kabupaten Kepulauan Tanimbar, kembali menjadi sorotan masyarakat. Warga mendesak pemerintah daerah segera mengambil langkah konkret untuk memastikan pelayanan kesehatan dasar berjalan optimal. Kamis (19/02/2026).
Berdasarkan informasi yang dihimpun, dalam beberapa waktu terakhir pelayanan kesehatan di dua fasilitas tersebut dinilai belum maksimal akibat keterbatasan dokter tetap. Kondisi ini disebut berdampak langsung terhadap kepastian layanan medis bagi masyarakat.
Sejumlah warga menyampaikan bahwa kebutuhan tenaga dokter tidak dapat ditunda, mengingat puskesmas merupakan fasilitas kesehatan tingkat pertama yang menjadi tumpuan utama warga di wilayah kepulauan.
Selain tenaga dokter, warga juga menyoroti ketersediaan obat-obatan yang dinilai perlu mendapat perhatian serius agar pelayanan berjalan sesuai standar.
Salah seorang warga yang meminta identitasnya dirahasiakan mengatakan, masyarakat memahami pemerintah daerah sedang menghadapi berbagai agenda, namun pelayanan kesehatan tetap harus menjadi prioritas.
“Hari ini pemerintah daerah sedang menghadapi berbagai persoalan, termasuk ada pejabat yang dipanggil sebagai saksi dalam kasus hukum. Kami hanya meminta agar hak-hak dasar kami terpenuhi, khususnya tenaga dokter dan obat-obatan yang memadai,” ujarnya.
Menurut keterangan warga tersebut, ketidakpastian kehadiran dokter membuat masyarakat harus mempertimbangkan rujukan ke fasilitas kesehatan lain yang jaraknya cukup jauh.
Puskesmas Wermaktian dan Puskesmas Wuarlabobar melayani wilayah dengan kondisi geografis kepulauan. Akses menuju rumah sakit rujukan membutuhkan waktu tempuh dan biaya transportasi tambahan yang tidak sedikit.
Berdasarkan ketentuan perundang-undangan di bidang pemerintahan daerah dan kesehatan, penyediaan pelayanan kesehatan dasar merupakan kewenangan pemerintah daerah yang wajib dipenuhi sesuai standar pelayanan minimal.
Warga juga meminta DPRD Kabupaten Kepulauan Tanimbar menjalankan fungsi pengawasan terhadap pelayanan publik, khususnya di sektor kesehatan, agar kebutuhan masyarakat dapat segera ditindaklanjuti.
Menurut informasi yang dihimpun, tenaga kesehatan lainnya masih bertugas di dua puskesmas tersebut. Namun, keberadaan dokter tetap disebut belum sepenuhnya tersedia sesuai kebutuhan pelayanan harian.
Kondisi tersebut dinilai berpotensi mempengaruhi kualitas diagnosa dan tindakan medis yang memerlukan kewenangan dokter, terutama dalam kasus tertentu yang membutuhkan penanganan segera.
Sejumlah warga berharap pemerintah daerah segera memberikan penjelasan terbuka mengenai langkah distribusi tenaga medis, termasuk kemungkinan penempatan dokter tetap dalam waktu dekat.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari Pemerintah Kabupaten Kepulauan Tanimbar maupun dinas terkait mengenai kepastian penempatan dokter di dua puskesmas tersebut.
Pihak terkait menyampaikan proses penanganan pelayanan kesehatan masih berjalan sesuai ketentuan. Kapatanews.com masih menunggu perkembangan informasi lanjutan. (KN-07)



