Ambon, Kapatanews.com – Komisaris PT Pertamina International Shipping (PIS), Dr. Michael Wattimena, SE.,SH.,MM menegaskan, insiden tumpahan oli di Pantai Wailaa, Negeri Hative Besar, Teluk Ambon, Kamis (30/10) bukan berasal dari kapal milik Pertamina. Hal itu disampaikan BMW dalam kunjungan kerja di Integrated Terminal (IT) Wayame, Sabtu (15/11).
Tenaga Ahli Menteri ESDM ini menegaskan pasca insiden, pihak IT Wayame telah berkoordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Maluku untuk melakukan investigasi secara mendalam dan komprehensif guna memastikan adanya isu yang beredar bahwa tumpahan oli tersebut berasal dari kapal milik Pertamina Wayame.
“Oleh sebab itu, untuk memastikannkebenaran hal ini, maka pihak terkait dalam hal ini DLH Maluku harus menyelidiki,” pintanya.
BMW tegaskan, IT Wayame berkerja sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP). Tidak mungkin petugas melaksanakan tanggung jawab diluar SOP. Karena kerja-kerja petugas dipantau oleh pusat.

“Teman-teman pers bisa lihat saja sendiri. Tadi datang bagaimana proses dari awal masuk terminal. Bersih dan rapi. Tidak bisa sembarangan disini. Nah, itu SOP yang ada. Begitupun yang terjadi di atas kapal. Ada SOPnya. Tidak mungkin petugas lalai. Karena itu fatal,” jelasnya.
Pihaknya, lanjut BMW, tidak ingin menampik atau memberikan pembenaran secara sepihak. Akan tetapi SOP di IT Wayame sangat kekat. Dan tidak mungkin dilanggar.
“Menteri ESDM, Pak Bahlil Lahadalia sangat tegas. Kalau salah beliau tegur langsung. Nah, kami sebagai jajaran Kementerian BUMN, salut dan bangga terhadap kerja-kerja Pak Bahlil dalam membantu Presiden, Pak Prabowo Subianto,” sambung BMW yang adalah putra Itawaka, Saparua, Maluku Tengah.
Sekadar tahu, tumpahan oli bekas terjadi di Pantai Wailaa, Negeri Hative Besar, Teluk Ambon, pada 30 Oktober 2025. Pihak berwenang masih menyelidiki sumbernya.
Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Maluku telah mengambil sampel untuk diuji di laboratorium. DPRD Maluku serta pihak terkait lainnya meninjau lokasi kejadian serta melakukan investigasi dengan memeriksa kapal-kapal yang berlabuh. Meskipun Pertamina telah memastikan tidak ada kebocoran dari fasilitas mereka, masyarakat diminta untuk sementara waktu menghindari aktivitas di area tersebut, seperti melaut dan mandi. (KN-01))




