Place Your Ad
Place Your Ad
Iklan
Berita

Dibalik Wajah Yang Lembut Dan Setia, Usia 40 Tahun Keatas Para Istri Rentan Selingkuh. Hati-Hati!

×

Dibalik Wajah Yang Lembut Dan Setia, Usia 40 Tahun Keatas Para Istri Rentan Selingkuh. Hati-Hati!

Sebarkan artikel ini
Foto Ilustrasi

Maluku,Kapatanews.com – Di balik wajah lembut dan peran sebagai istri setia, ternyata memilki fakta yang sangat mengejutkan. Ternyata seorang istri paling rentan selingkuh justru saat memasuki usia 40 tahun. Tuntutan akan kebutuhan seksual  istri akan meningkat ketika memasuki usia 40 tahun. Begitu tahu suami tercinta sudah tidak mampu memenuhi kebutuhan tersebut, istripun tak sungkan untuk selingkuh.

Jelas bahwa kondisi semacam ini menjadi satu ketakutan oleh suami yang telah ada dalam hubungan pernikahan. Menurut Ahli Hipnoterapi bernama Widya Saraswati , dikutitip dari Health Liputan6.com pada Sabtu (29/10/2016), mengatakan bahwa saat memasuki usi 40 tahun tubuh seorang istri sedang bagus-bagusnya untuk melakukan hubungan seksual.

” Kepercayaan diri istri mengalami peningkatan untuk urusan seksual saat memasuki usia tersebut, tubuhnya juga sangat matang dan sudah ada pengalaman. Kebutuhan seksualnya tinggi sekali” beber Widya

Kondisi ini membuat istri menginginkan pasangan yang siap memenuhi kebutuhan seksual tersebut serta berpotensi membawa konflik yaitu perselingkuhan.

“Kadang istri itu berpikir, kalau tidak selingkuh, yang ada ketidakpuasaan yang didapat, jadinya merembet ke mana-mana,” kata Widya.

 

13% Para Istri  Melakukan Hubungan Seksual Dengan Pasangan Selingkuh Saat Sudah  Menikah

Berdasarkan studi dari University of New Hampshire.mengungkapnya sebuah riset yang menunjukan bahwa istri tak kalah berisiko terlibat dalam hubungan di luar pernikahan, terutama ketika mencapai titik krusial dalam hidupnya.

Menurut penelitian tersebut, usia 45 tahun merupakan masa di mana istri berada dalam puncak kerentanan terhadap godaan selingkuh. Meskipun statistik mencatat bahwa sekitar 20 persen pria dan 13 persen istri pernah melakukan hubungan seksual dengan orang lain saat sudah menikah. Angka ini menunjukkan bahwa jurang antara keduanya tidak terlalu besar—dan justru semakin menyempit pada usia tertentu.

Alasan istri selingkuh sangat berbeda dibanding suami. Jika suami cenderung selingkuh karena merasa terancam atau butuh pembuktian diri, istri justru lebih sering terlibat dalam perselingkuhan karena merasa diabaikan secara emosional oleh pasangannya.

Pada usia 45, banyak Istri memasuki fase refleksi hidup yang sering dikenal sebagai krisis paruh baya. Di titik ini, mereka mulai mempertanyakan makna hubungan, kebutuhan emosional, dan bahkan eksistensi diri dalam pernikahan yang sudah berjalan puluhan tahun. Jika perhatian, kasih sayang, atau koneksi emosional dalam rumah tangga mulai memudar, maka celah untuk selingkuh pun semakin terbuka lebar.

Menurut studi tersebut, para istri melakukan analisis untung-rugi yang lebih kompleks sebelum memutuskan untuk selingkuh. Faktor biologis dan sosial ekonomi memainkan peran penting, walaupun itu harus melanggar ikatan suci pernikahan.

Meski begitu, tak semua kasus perselingkuhan dilandasi oleh alasan biologis. Rasa kesepian, keinginan untuk dihargai, atau sekadar ingin merasakan kembali gairah cinta yang memudar juga menjadi pemicu utama.

Dalam pernikahan jangka panjang, rutinitas kerap mematikan api asmara. Jika tak ada upaya dari kedua belah pihak untuk menjaga kedekatan emosional, maka risiko selingkuh akan meningkat seiring waktu.

Sayangnya, banyak istri tidak menyuarakan kebutuhan emosional mereka dengan baik hingga akhirnya merasa benar-benar tak terlihat. Saat itulah, godaan dari luar bisa terasa sangat menggoda.

Fakta ini tentu menjadi alarm bagi banyak pasangan untuk lebih peka terhadap perubahan kebutuhan di dalam hubungan, terutama menjelang usia paruh baya.

 

Perselingkuhan Bukan Hanya Mungkin Tetapi Diinginkan Oleh Istri

97% istri setelah usia 40 menganggap perselingkuhan dibenarkan jika suaminya memiliki masalah dengan potensi atau jika ia tidak mampu memberikan kualitas seks yang memuaskan. Ini adalah kesimpulan dari survei anonim terhadap wanita Indonesia yang suaminya memiliki masalah dengan potensi dan ejakulasi dini.

Kesimpulan ini sepenuhnya sesuai dengan pernyataan yang dibuat sebelumnya oleh para seksolog – “impotensi seksual pada suami dan ketidakmampuan untuk membawa iistri ke orgasme hampir selalu mendorong istri untuk berselingkuh dan merupakan penyebab perceraian yang paling sering”.

Meskipun seorang istri tidak pernah berselingkuh dari suaminya atau bahkan memikirkannya, ketidakpuasan dari hubungan seks “mengubah segalanya di dalam kepalanya dan membuat perselingkuhan bukan hanya mungkin, tetapi juga diinginkan. Hal ini terjadi pada tingkat proses fisiologis,” Ujar Sari Wijaya, seorang seksolog terkenal, dokter perempuan, Ph.D. dikutip dari rednews.co.id,Rabu (2/11/2026)

Perselingkuhan istri adalah sah jika tidak ada hubungan seks yang bermakna dalam hubungan tersebut atau jika istri tidak mendapatkan apa yang ia butuhkan dari hubungan itu. Bayangkan diri Anda dalam peran sebagai istri. Kebutuhan untuk berhubungan seks tercipta secara fisiologis – hasrat selalu ada, dan Anda tidak bisa melawannya. Seorang istri harus hidup dengan itu sepanjang waktu tanpa mendapatkan pelepasan.

Bagaimana hal ini mempengaruhi seorang istri? Tanpa pelepasan, saraf terus-menerus tegang – sebagai akibatnya, bahkan istri yang sebelumnya tenang menjadi gelisah dan mudah tersinggung. Dalam hubungan, muncul skandal yang bisa terjadi tanpa alasan sama sekali. Semakin sering pasangan bertengkar, semakin besar jarak satu sama lain, hubungan menjadi semakin dingin. Akibatnya, bahkan istri yang dulu bangga dengan kejujurannya terhadap suaminya mulai berselingkuh.

“Awalnya itu terjadi secara tidak sengaja – di tempat kerja atau dengan orang lain. Setelah pertama kali, seorang wanita dihantui oleh pikiran tentang perselingkuhan, tetapi ia terus mengingat perasaan yang ia dapatkan. Ia tidak bisa menerima pemikiran bahwa selama sisa hidupnya ia tidak akan lagi berhubungan seks. Jadi suatu hari ia berselingkuh lagi. Dan kemudian lagi dan lagi. Ia mendapatkan  selingkuhan” jelas Sari (KN-03)

 

 

 

Ikuti Kami untuk Informasi menarik lainnya dari KAPATANEWS.COM Di CHANNEL TELEGRAM Dan CHANNEL WHATSAPP