Place Your Ad
Place Your Ad
Iklan

Iklan
Berita

Distribusi Terganggu, Warga Saumlaki Sulit Dapat Semen

×

Distribusi Terganggu, Warga Saumlaki Sulit Dapat Semen

Sebarkan artikel ini
Iklan

Saumlaki, Kapatanews.com – Warga di Kecamatan Tanimbar Selatan, Kabupaten Kepulauan Tanimbar, mengalami kesulitan memperoleh semen dalam beberapa hari terakhir di Kota Saumlaki. Kelangkaan ini menyebabkan harga semen ukuran 50 kilogram naik hingga Rp90.000 per sak. Selasa, (31/03/2026).

Kondisi tersebut berdampak pada aktivitas pembangunan dan renovasi rumah warga yang tersendat. Sejumlah toko bangunan di Saumlaki dilaporkan kehabisan stok semen.

Scroll Keatas
Iklan
Scroll Kebawah

Seorang warga yang enggan disebutkan namanya mengaku tidak mendapatkan semen di beberapa toko yang biasa menjadi tempat pembelian. Ia menyebut stok kosong dan harga yang tersedia meningkat.

“Sudah keliling, tapi kosong. Kalaupun ada, harganya sudah mahal sekali,” ujarnya.

Pemilik Toko Samy di Kompleks Pasar Omele menyatakan tidak memiliki stok dan masih menunggu pasokan dari distributor. Ia menyebut selama ini pasokan diperoleh dari toko lain.

“Saya tidak tahu ini kenapa begini, saya terima semen dari toko Aneka Teknik dan Sumber Tekhnik saja,” katanya.

Ia menambahkan harga jual mengikuti harga dari pemasok. Harga yang diterapkan disesuaikan dengan harga pembelian dari distributor.

“Yang penting sesuai kami punya harga, kami angkat dari sana berapa, kami sesuai jual berapa,” tambahnya.

Pemilik Toko Aneka Teknik, Lukas Thio, menjelaskan keterlambatan distribusi menjadi penyebab utama kelangkaan semen. Ia menyebut pengiriman bergantung pada kondisi cuaca di laut.

“Ini sebenarnya masalah distribusi, terlambat karena kapal-kapal tidak bisa jalan. Memang di sini kelihatan semua baik, tapi di laut tergantung cuaca,” jelasnya.

Ia menambahkan terjadi antrian muatan kapal sehingga pasokan belum tiba di Saumlaki. Namun, ia memperkirakan stok akan kembali normal pada awal bulan.

“Awal bulan sudah banjir semen. Sekarang semua lagi antri muat,” ujarnya.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Cornelis Batmomolin, menyatakan pihaknya akan menurunkan staf untuk melakukan pengecekan lapangan.

“Nanti ada staf yang turun, tidak bisa kami menyampaikan sebelum kami di lapangan,” ujarnya.

Hingga saat ini, pasokan semen di Saumlaki masih menunggu distribusi melalui jalur laut, sementara permintaan masyarakat tetap tinggi untuk kebutuhan pembangunan. (Nik Besitimur)

Ikuti Kami untuk Informasi menarik lainnya dari KAPATANEWS.COM Di CHANNEL TELEGRAM Dan CHANNEL WHATSAPP