Ambon, Kapatanews.com – Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa meresmikan gedung kantor baru Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Panca Karya, dalam acara yang juga menjadi ajang peluncuran sistem digitalisasi layanan perusahaan. Peresmian ditandai dengan penandatanganan prasasti dan pengguntingan pita, disaksikan jajaran direksi, dewan pengawas, serta tamu undangan, Jumat (30/1/26).
Direksi Perumda Panca Karya yang sedang menjabat terdiri dari Rany Tualeka (Direktur Utama), Maya Kailola (Direktur Keuangan), dan Syaifuddin Go (Direktur Operasional dan Pemasaran). Sedangkan Dewan Pengawas dipimpin oleh Ayu Hindun Hasanussi, bersama anggota Jhony Wattimena dan Oyang Petrusz.
Dalam rangkaian kegiatan, Dewan Pengawas yang diwakili Jhony Wattimena menyerahkan Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) Tahun 2026 serta Rencana Bisnis Lima Tahun kepada Gubernur. Selain itu, diluncurkan pula tiga sistem digitalisasi, yaitu e-Tiket BN 02, sistem keuangan, dan sistem absensi.
Dalam sambutannya, Gubernur Hendrik Lewerissa menyampaikan apresiasi atas peresmian gedung dan peluncuran sistem digitalisasi sebagai langkah memperkuat kelembagaan BUMD. “Ini bukan sekadar acara resmi, melainkan simbol semangat baru dan komitmen untuk menjadi perusahaan yang lebih profesional serta berkontribusi sebagai mesin utama peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD),” ujarnya.
Gubernur berharap dengan fasilitas yang lebih memadai, Perumda Panca Karya dapat menjalankan peran sebagai perusahaan milik rakyat Maluku dengan lebih maksimal. Ia juga menyambut baik peluncuran sistem digitalisasi yang diharapkan dapat meningkatkan efisiensi, transparansi, dan akuntabilitas operasional. “Kita harus memastikan Perumda tidak menjadi beban, melainkan kontributor yang signifikan bagi perekonomian daerah,” tegasnya.

Sementara itu, Direktur Utama Rany Tualeka menyebut peresmian gedung baru sebagai momentum bersejarah. Ia menjelaskan bahwa gedung lama yang berdiri sejak 1963 sudah tidak layak digunakan karena faktor usia dan sering terdampak banjir. Dengan dukungan Pemerintah Provinsi melalui Perda Nomor 3 Tahun 2020 tentang Penyertaan Modal Daerah, pembangunan gedung baru dapat direalisasikan.
Pembangunan dimulai dengan pembongkaran bangunan lama pada 24 Oktober 2020, diselesaikan pada 9 Desember 2021, dan dilengkapi sarana prasarana hingga Agustus 2022. Gedung baru dengan luas 1.304 meter persegi dapat menampung sekitar 260 pegawai, dengan 70 pegawai administrasi yang aktif setiap hari.
Rany juga mengungkapkan peningkatan kinerja perusahaan dalam empat bulan terakhir, khususnya di sektor transportasi penyeberangan. “Saat ini enam armada feri telah beroperasi, dari sebelumnya hanya satu armada. Insyaallah hingga akhir Maret 2026, seluruh sembilan armada akan beroperasi penuh untuk meningkatkan konektivitas antarwilayah,” jelasnya.
Ia berharap dukungan penguatan permodalan dari Pemerintah Provinsi dan DPRD dapat terus diberikan agar proses pemulihan perusahaan berjalan lebih cepat. “Kami berkomitmen menjadikan Perumda Panca Karya sebagai BUMD yang sehat, mandiri, berdaya saing, dan bermanfaat bagi masyarakat Maluku,” pungkasnya. (KN-08)




