Place Your Ad
Place Your Ad
Iklan

Iklan
Berita

INPEX Lakukan Survei Tambahan Blok Masela di Tanimbar

×

INPEX Lakukan Survei Tambahan Blok Masela di Tanimbar

Sebarkan artikel ini
Iklan

Saumlaki, Kapatanews.com – Operator proyek gas raksasa Blok Masela, INPEX Masela Ltd., dilaporkan telah memulai kegiatan survei tambahan geofisika dan geoteknik (G&G) di wilayah Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Maluku.

Seperti dilaporkan Ruangenergi.com, kegiatan ini merupakan bagian dari persiapan pengembangan Lapangan Gas Abadi sebelum proyek memasuki tahap Front-End Engineering Design (FEED) menuju keputusan investasi akhir atau Final Investment Decision (FID).

Scroll Keatas
Iklan
Scroll Kebawah

Berdasarkan laporan media tersebut, survei dilakukan bersama PT Taka Hydrocore Indonesia (THI) dan mencakup area darat (onshore) serta wilayah intertidal. Kegiatan ini telah dimulai sejak 10 Januari 2026 dan ditargetkan rampung pada 31 Mei 2026.

Dalam pelaksanaannya, survei tambahan ini bertujuan untuk memperoleh data kondisi tanah yang lebih rinci sekaligus melakukan verifikasi teknis yang dibutuhkan oleh kontraktor FEED. Data tersebut akan menjadi dasar dalam memastikan desain proyek berjalan secara akurat, efisien, dan memiliki tingkat keandalan tinggi sebelum keputusan investasi diambil.

Masih menurut laporan tersebut, PT Taka Hydrocore Indonesia mengerahkan sejumlah peralatan teknis, termasuk 15 unit rig pengeboran darat, tiga ponton geoteknik, serta satu rig amfibi (HAJU) untuk menjangkau area perairan dangkal atau intertidal. Total cakupan survei mencapai sekitar 7,2 kilometer persegi atau setara dengan 200 hektare.

Vice President Corporate Services INPEX, Rudi Imran, menjelaskan bahwa kegiatan survei ini memiliki peran krusial dalam memastikan kondisi geologi dan geoteknik di lokasi proyek.

“Hasil survei akan digunakan untuk memastikan stabilitas tanah serta mengonfirmasi karakteristik geoteknik dan kondisi geologi pada lokasi-lokasi strategis. Sampel yang diperoleh akan dianalisis di laboratorium guna mendukung perencanaan proyek yang presisi dan aman,” ujarnya seperti dikutip dari laporan tersebut.

Selain aspek teknis, kegiatan ini juga melibatkan puluhan tenaga kerja lokal. Tercatat sebanyak 56 pekerja berasal dari wilayah sekitar proyek, sebagai bagian dari komitmen perusahaan dalam memberikan manfaat ekonomi langsung kepada masyarakat setempat.

Rudi menegaskan bahwa keterlibatan masyarakat sejak tahap awal menjadi bagian dari strategi perusahaan dalam meningkatkan kapasitas sumber daya manusia di daerah.

“Partisipasi aktif masyarakat lokal merupakan wujud komitmen kami agar proyek memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, baik melalui kesempatan kerja maupun peningkatan kapasitas,” katanya.

Sebagai informasi tambahan, Lapangan Gas Abadi di Blok Masela merupakan salah satu proyek energi terbesar di Indonesia. Proyek ini dirancang untuk memproduksi sekitar 9,5 juta ton LNG per tahun, memasok 150 MMSCFD gas untuk kebutuhan domestik, serta menghasilkan sekitar 35.000 barel kondensat per hari.

Proyek tersebut juga telah ditetapkan pemerintah sebagai Proyek Strategis Nasional sejak 2017.

Secara kepemilikan, proyek ini dioperasikan oleh INPEX Masela Ltd. dengan porsi 65 persen, diikuti PT Pertamina Hulu Energi Masela sebesar 20 persen, serta PETRONAS Masela Sdn. Bhd. dengan kepemilikan 15 persen. (KN-07)

Ikuti Kami untuk Informasi menarik lainnya dari KAPATANEWS.COM Di CHANNEL TELEGRAM Dan CHANNEL WHATSAPP