Tiakur,Kapatanews.com – Musda Golkar Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD) yang direncanakan akan berlangsung pada Kamis, 17 Spetember 2026 kini mulai memanas, pasalnya Jelang Musda ditemukan ada ancaman terbuka maupun tertutup yang dilakukan oleh oknum-oknum tertentu kepada Bidang Kepartaian DPD Golkar Maluku
Pantauan media ini di plafrom media sosial maupun grup whatsaap ditemukan salah satu kader Golkar MBD , Isach Tiwery menebar ancaman secara terbuka di akun faceboknya.
Ancaman terbuka Tiweri dinilai dapat mengganggu jalannya Musda yang bisa berdampak terhadap keselamatan para pengurus Golkar Maluku yang ditugaskan dalam pelaksanaan Musda di Kabupaten MBD
” Ale jang datang membodohi katong di MBD. coba ose jelaskan aturan yang ale dong pake untuk melakukan verifikasi terhadap SK Pimpinan Kecamatan Partai Golkar. Beta tantang ale jelaskan dari sisi aturan organisasi. Kalo sudah biasa kasih rusak Kabupaten Kota yang lain jang MBD”
Ancaman Tiwery ini belum tahu pasti ditujukan kepada siapa, tetapi yang pasti aacaman ini merupakan sebuah tindakan tak terpuji dan rendahnya morallitas kader Golkar MBD kepada Pengurus Golkar Maluku.
Tak hanya Tiwery, ancama serupa juga dilakukan oleh oknum pengurus Golkar Maluku lainnya, dimana oknum tersebut menebar ancaman secara halus kepada pengurus Golkar Maluku bidang Kepartaian yang sementara bertugas di MBD dalam rangka pelaksanaan Musda.
Informasi yang media ini dapatkan, oknum pengurus Golkar tersebut mengeluarkan pernyataan bernada ancaman secara berulangkali dengan mengatakan “Ini Wilayah Saya”.
” Katong dapa ancaman tarus e, laki-laki bilang ini beta pung wilayah” ungkap salah satu pengurus Golkar Maluku yang tak ingin namanya disebutkan
Potensi Chaos Semakin Nyata
Akademisi UKIM Ambon, DR Hobarth.W.Soselisa,S.Sos,M,Si, saat diminta tanggapannya terkait dinamika Musda Golkar MBD, Rabu (16/9/2026) mengatakan dalam momentum politik partai seperti musda, perbedaan kepentingan adalah hal yang biasa tetapi akan menjadi hal yang luar biasa jika perbedaan kepentingan itu disertai dengan ancaman,ungkap Soselisa
Menurutnya ancaman secara terbuka ataupun tertutup kepada pengurus Partai Golkar Maluku yang ditugaskan di MBD berpotensi membuat Musda tersebut menjadi chaos, apalagi ancaman itu di sampaikan secara terbuka di media sosial
Soselisa menilai, ancaman tersebut jangan dilihat akan mengarah kepada potensi chaos yang semakin nyata etapi lebih dari pada itu ancaman tersebut bisa mengarah kepada keselamatan para pengurus Partai Golkar yang ditugaskan di MBD
“Mereka pengurus Golkar Maluku yang hadir di MBD itu mewakili Partai dan jika ada ancaman, ancaman itu bukan ditujukan kepada pribadi tetapi lembaga, akui Soselisa
Dirinya meminta Ketua DPD Golkar Maluku, Bung Umar Lessy untuk mengambil langkah tegas kepada kader Partai Golkar yang berpotensi Toksin yang secara sengaja dan sadar telah menebar ancaman dimaksud
Oknum Kader Merasa Lebih Besar Dari Partai
Dalam amatan saya sepanjang Musda Golkar Maluku disetiap Kepemimpinan berjalan, setiap perbedaan di Musda yang berptensi chaos bukan lagi atas dasar sistim demokrasinya yang sangat terbuka tetapi sudah menyimpang dari ranah demokrasi itu sendiri.
Soselilisa menegaskan, banyak kader tertentu yang merasa dirinya lebih besar dari Partai sehingga nilai etiknya berkurang dalam berdemokrasi di internal Partai. Lebih jauh ia menjelaskan, banyak ditemukan kader partai yang tidak fatsun terhadap Ketua partai, ucapnya
” Oknum-oknum yang melakukan ancaman itu, mereka merasa dirinya lebih besar dari Partai, sehingga mereka berani mengancam Partai. Harus ada tindakan tegas dari Ketua DPD Golkar Maluku terhadap para kader partai tersebut”
Soselisa berharap Partai sebesar Golkar harus lebih solid jika ingin memenangkan pemilu dan pemilukada. Mestinya momentum Musda harus dijadikan sarana untuk mengkonsolidasi partai secara baik bukan malah sebaliknya menciptakan suasana yang tidak sehat dengan menebar ancaman,akuinya (KN-05)



