Place Your Ad
Place Your Ad
Iklan
Opini

Janda Maluku Bukan Mangsa, Tuhan-nya Siap “Ngamuk” ke Si Pengganggu!

×

Janda Maluku Bukan Mangsa, Tuhan-nya Siap “Ngamuk” ke Si Pengganggu!

Sebarkan artikel ini
Foto: Dr.Hobarth.W.Soselisa.S.Sos,M.Si

Oleh : Dr. Hobarth Williams Soselisa. S.Sos,M.Si

Ambon, Kapatanews.com – Oh, betapa lucunya masyarakat modern kita—terutama di negeri seribu rempah Maluku ini—yang sibuk bergunjing soal janda tetangga, mengejek duda yang “gagal jaga istri”, atau mengabaikan yatim piatu seperti mereka sampah pantai Mardika.

Scroll Keatas
Iklan
Scroll Kebawah

Berhati-hatilah dalam bersikap terhadap seorang janda, kata pepatah bijak itu, di balik kesendiriannya ada Tuhan yang berdiri sebagai pembela. Menghina mereka berarti berurusan langsung dengan Tuhan yang menjanjikan keadilan bagi kaum lemah.

Tapi hei, siapa peduli? Toh, gosip lebih enak daripada sembako, kan? Sarkasme ini untuk kalian yang masih punya hati: jangan coba-coba main api, karena Tuhan Maluku tak main-main soal anak-anak-Nya.

Lihat Mazmur 68:5: “Bapa bagi anak yatim dan Pelindung bagi para janda, itulah Allah di kediaman-Nya yang kudus.” Di Maluku, di mana adat “sasi” melindungi pantai dan hutan, Tuhan justru jadi “sasi” hidup bagi yatim piatu di gubuk Maluku.

Mereka tak butuh belas kasihan palsu dari “filantropis” medsos; Tuhan sudah jadi Bapa yang kasih ikan segar dari laut Maluku, bukan janji kosong. Janda di pasar Mardika? Dia dilindungi seperti karang batu merah yang tak tergoyahkan badai—Yesaya 54:5 bilang, “Sebab yang menjadi suamimu ialah Dia yang menjadikan engkau, Tuhan semesta alam nama-Nya…” Suami baru? Bukan duda sebelah, tapi Pencipta yang bikin cengkeh dan pala tumbuh subur.

Duda di pelabuhan Hunimua? Dia bukan korban, tapi prajurit yang dilatih Tuhan untuk bangkit lebih kuat dari gelombang Laut Seram. Ironis, bukan? Di tanah Maluku yang penuh legenda pelindung seperti Putri Tanjung Nusaniwe, kita malah jadi monster bagi yang lemah.

Yatim piatu di Negeri atabaranta difitnah “azab orang tua”, padahal adat kita ajarkan “pela gandong”—persaudaraan darah yang Tuhan tingkatkan jadi ikatan surgawi. Janda dan duda di gereja Maranatha dan Mesjid Almustakim? Mereka sandaran komunitas, tapi kalau kalian hina, siap-siap berurusan dengan Yang Mahakuasa yang pernah belah Laut Merah—atau di sini, belah omongan busuk kalian! Bagi kalian yang baca ini sebagai yatim, piatu, janda, atau duda: tertawalah pada para penggosip itu.

Kesendirianmu? Itu panggung Tuhan buat pamer otoritas-Nya. Di Maluku, Dia sandaranmu seperti gunung Nona yang kokoh, tak tergoyahkan.
Jadi, para “pemburu gosip”, mau lanjut jadi musuh Tuhan atau ikut pesta keadilan-Nya? Hormati yang lemah, atau siap kena “sanksi adat” ilahi. Pilihan ada di tangan kalian—tapi jangan salahkan, siapa saja kalau Tuhan sudah siap “ngamuk” untuk membela Mereka (redaksi)

Salam Damai

Ikuti Kami untuk Informasi menarik lainnya dari KAPATANEWS.COM Di CHANNEL TELEGRAM Dan CHANNEL WHATSAPP