Ambon ,Kapatanews.com – Pengurus Besar Aliansi Mahasiswa Peduli Rakyat Maluku (PB Ampera Maluku) menyampaikan klarifikasi secara terbuka terkait pemberitaan mengenai dugaan penyalahgunaan kewenangan yang dikaitkan dengan Bupati Buru Selatan, La Hamidi.
PB Ampera Maluku memandang bahwa dinamika kritik dan perhatian dari organisasi mahasiswa merupakan bagian yang wajar dalam kehidupan demokrasi. Kepedulian terhadap tata kelola pemerintahan daerah adalah hal yang patut dihargai, karena menunjukkan adanya perhatian bersama terhadap kepentingan masyarakat.
Namun demikian, PB Ampera Maluku (12/3/2026) merasa perlu menyampaikan beberapa informasi agar masyarakat dapat memahami persoalan ini secara lebih utuh. Berdasarkan penjelasan yang disampaikan langsung oleh Bupati La Hamidi kepada Ketua PB Ampera Maluku, kebijakan kerja sama yang saat ini menjadi perbincangan publik sebenarnya telah disahkan dan dimulai pada masa pemerintahan sebelumnya.
Dengan demikian, menurut PB Ampera Maluku, posisi pemerintah daerah saat ini pada dasarnya melanjutkan kewenangan dan kebijakan yang sudah ada sebelumnya, bukan kebijakan yang baru dirumuskan pada masa kepemimpinan Bupati La Hamidi.
“Pak Bupati menyampaikan secara langsung kepada kami bahwa kebijakan tersebut sudah ada sejak pemerintahan sebelumnya. Pemerintah daerah saat ini pada prinsipnya hanya melanjutkan kebijakan yang telah berjalan,” ungkap PB Ampera Maluku dalam keterangannya.
PB Ampera Maluku juga menyampaikan penghargaan terhadap sikap kritis yang disampaikan oleh Pengurus Besar Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia dalam menyikapi berbagai persoalan publik. Menurut PB Ampera Maluku, perbedaan pandangan adalah hal yang wajar selama tetap dilandasi niat baik untuk menjaga transparansi dan akuntabilitas pemerintahan.
Oleh karena itu, PB Ampera Maluku berharap agar setiap informasi yang berkembang dapat dipahami secara komprehensif dengan melihat keseluruhan proses dan latar belakang kebijakan yang ada. Jika terdapat hal-hal yang masih memerlukan penjelasan lebih lanjut, PB Ampera Maluku mendukung agar proses tersebut dapat ditelusuri secara objektif oleh pihak-pihak yang berwenang.
Di akhir pernyataannya, PB Ampera Maluku mengajak seluruh elemen mahasiswa, organisasi kepemudaan, dan masyarakat untuk terus menjaga suasana yang kondusif serta membangun ruang dialog yang sehat demi kepentingan bersama di Kabupaten Buru Selatan.
“Semangat kita sama, yaitu memastikan pemerintahan berjalan baik dan masyarakat mendapatkan pelayanan yang maksimal. Karena itu mari kita melihat setiap persoalan dengan kepala dingin, saling menghargai, dan tetap mengedepankan fakta,” tutup PB Ampera Maluku. (KN-05)




