Place Your Ad
Place Your Ad
Iklan
BeritaDuan LolatKepulauan Tanimbar

Wermaktian Hadirkan Pentas Sejarah, Tnabar Vanewa Semarakkan HUT ke-27 Tanimbar

×

Wermaktian Hadirkan Pentas Sejarah, Tnabar Vanewa Semarakkan HUT ke-27 Tanimbar

Sebarkan artikel ini

Saumlaki, Kapatanews.com – Menyongsong Hari Ulang Tahun ke-27 Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Kecamatan Wermaktian hadir membawa warna tersendiri melalui pentas sejarah dan kebudayaan. Tnabar Vanewa menjadi bagian dari upaya memperkenalkan kembali kekayaan adat, sejarah dan identitas masyarakat Tanimbar.

Tnabar Vanewa dalam momentum tersebut dibawakan oleh siswa dan siswi SMP Negeri 1 Seira, Kecamatan Wermaktian. Penampilan para pelajar ini menjadi salah satu bentuk partisipasi generasi muda dalam memeriahkan HUT Kabupaten Kepulauan Tanimbar sekaligus mengenalkan nilai sejarah dan budaya daerah.

Keikutsertaan SMP Negeri 1 Seira mendapat dukungan dan partisipasi penuh dari pihak sekolah. Kepala Sekolah SMP Negeri 1 Seira memberikan dukungan terhadap keterlibatan para siswa dalam kegiatan tersebut sebagai bagian dari pembelajaran sekaligus upaya menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap sejarah dan kebudayaan Tanimbar.

Kehadiran peserta dari Kecamatan Wermaktian tidak sekadar menjadi bagian dari kemeriahan perayaan. Pentas tersebut menjadi ruang bagi masyarakat untuk menunjukkan bahwa kebudayaan dan sejarah lokal merupakan kekuatan penting dalam membangun karakter daerah di tengah perubahan zaman.

Camat Wermaktian, Daniel Sabono, S.E., menyampaikan bahwa momentum HUT Kabupaten Kepulauan Tanimbar harus menjadi kesempatan untuk memperkuat persatuan masyarakat sekaligus menjaga nilai-nilai budaya yang telah diwariskan para leluhur.

“Kami dari Kecamatan Wermaktian mendukung penuh perayaan HUT ke-27 Kabupaten Kepulauan Tanimbar. Ini bukan hanya perayaan usia daerah, tetapi momentum untuk mengingat sejarah, menghargai budaya dan memperkuat persaudaraan masyarakat Tanimbar,” demikian pernyataan Camat Wermaktian.

Menurut Sabono, pembangunan daerah tidak boleh berjalan dengan meninggalkan identitas masyarakat. Kemajuan infrastruktur, pelayanan publik dan ekonomi harus berjalan bersama dengan pelestarian adat, bahasa, kesenian, sejarah serta nilai sosial yang hidup di tengah masyarakat.

Ia juga mendorong masyarakat Wermaktian agar terus mengambil bagian dalam berbagai program pembangunan daerah. Dukungan masyarakat, menurutnya, menjadi kekuatan penting agar kebijakan pemerintah dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat hingga ke desa-desa.

Sementara itu, Ketua Pemangku Adat Seira Blawat, Wilzon Layan, menilai perayaan HUT Kabupaten Kepulauan Tanimbar memiliki makna penting bagi masyarakat adat. Momentum tersebut dinilai tepat untuk memperkuat hubungan antara pemerintah, masyarakat dan lembaga adat.

“Kami masyarakat adat Seira Blawat mendukung HUT ke-27 Kabupaten Kepulauan Tanimbar. Pemerintah dan masyarakat harus berjalan bersama, karena pembangunan yang kuat harus berdiri di atas adat, budaya, persaudaraan dan penghormatan terhadap sejarah leluhur,” demikian pernyataan Wilzon Layan.

Layan menegaskan, adat bukan sekadar peninggalan masa lalu. Bagi masyarakat Tanimbar, adat merupakan bagian dari identitas dan tata kehidupan sosial yang harus terus dijaga agar generasi muda tidak kehilangan akar sejarah dan kebudayaannya.

Ia berharap pemerintah daerah terus membuka ruang bagi masyarakat adat dan generasi muda untuk terlibat dalam pembangunan. Keterlibatan tersebut penting agar berbagai program pembangunan tetap memperhatikan karakter sosial, budaya dan kearifan lokal yang berkembang di masing-masing wilayah.

Dukungan terhadap Pemerintah Kabupaten Kepulauan Tanimbar juga disampaikan dalam semangat membangun daerah di bawah kepemimpinan Bupati Kepulauan Tanimbar Ricky Jauwerissa dan Wakil Bupati Juliana Ratuanak. Pemerintah daerah diharapkan terus memperkuat program yang menyentuh kepentingan masyarakat.

Program tersebut mencakup pelayanan dasar, pembangunan desa, pemberdayaan ekonomi, pendidikan, kesehatan, infrastruktur serta penguatan kebudayaan daerah dan peningkatan RT mandiri, khususnya di Kecamatan Wermaktian.

Bagi masyarakat Wermaktian dan Seira Blawat, pembangunan tidak semata-mata diukur dari pembangunan fisik. Kemajuan juga harus terlihat dari semakin kuatnya persatuan masyarakat, terpeliharanya adat, serta terbukanya ruang bagi generasi muda untuk mengenal dan mengembangkan budaya Tanimbar.

Pentas Tnabar Vanewa yang dibawakan siswa dan siswi SMP Negeri 1 Seira menjadi gambaran bahwa generasi muda memiliki peran penting dalam menjaga warisan sejarah dan budaya daerah. Dukungan pihak sekolah memperlihatkan bahwa pendidikan dapat menjadi ruang untuk memperkenalkan identitas Tanimbar kepada generasi penerus.

Memasuki usia ke-27, Kabupaten Kepulauan Tanimbar diharapkan terus bergerak maju dengan menjadikan masyarakat sebagai kekuatan utama pembangunan. Pemerintah, masyarakat, tokoh adat, dunia pendidikan dan generasi muda memiliki tanggung jawab bersama menjaga Tanimbar tetap berdiri kuat di atas akar sejarah dan kebudayaannya. (KN-07)

Ikuti Kami untuk Informasi menarik lainnya dari KAPATANEWS.COM Di CHANNEL TELEGRAM Dan CHANNEL WHATSAPP