Saumlaki, Kapatanews.com – Panglima Kodam XV/Pattimura bersama Gubernur Maluku, Wakil Gubernur Maluku, Kapolda Maluku, dan sejumlah pejabat tiba di Saumlaki, Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Jumat (26/6/2026) pukul 08.46 WIT. Kunjungan tersebut dilakukan untuk meninjau kesiapan pelaksanaan groundbreaking Proyek Strategis Nasional (PSN) Blok Masela.
Rombongan disambut oleh Bupati Kepulauan Tanimbar, Sekretaris Daerah Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Ketua DPRD Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Kapolres Kepulauan Tanimbar, Dandim 1507/Saumlaki, Ketua Pengadilan Negeri Saumlaki, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), serta pejabat daerah dan tokoh masyarakat.
Peninjauan dilakukan untuk memastikan kesiapan pelaksanaan groundbreaking, meliputi aspek pengamanan, infrastruktur pendukung, akses menuju lokasi, serta koordinasi lintas sektor. Agenda tersebut merupakan bagian dari persiapan menjelang peletakan batu pertama proyek yang direncanakan dihadiri jajaran pemerintah pusat.
“Stabilitas keamanan merupakan faktor utama dalam mendukung investasi strategis nasional. Kehadiran TNI bertujuan menjaga kondusivitas wilayah sekaligus mendukung agar proses pembangunan dapat berjalan aman dan memberi manfaat bagi masyarakat,” kata Pangdam XV/Pattimura.
Gubernur Maluku menyatakan Pemerintah Provinsi Maluku berkomitmen mendukung percepatan pengembangan Lapangan Abadi Masela. Menurutnya, proyek tersebut diharapkan memberikan dampak terhadap pertumbuhan ekonomi daerah, membuka peluang kerja, serta mendorong pembangunan di Maluku.
“Masela bukan sekadar proyek migas, melainkan harapan baru bagi kesejahteraan masyarakat dan masa depan generasi Maluku,” kata Gubernur Maluku.
Kunjungan tersebut juga dihadiri Kapolda Maluku serta unsur pemerintah daerah sebagai bagian dari koordinasi lintas instansi dalam mendukung persiapan proyek. Pemerintah daerah bersama pemangku kepentingan terus melakukan sinkronisasi untuk memastikan seluruh tahapan persiapan berjalan sesuai rencana.
Hingga kunjungan berlangsung, persiapan menuju pelaksanaan groundbreaking masih terus dilakukan oleh pihak terkait. Pemerintah dan unsur pengamanan menyatakan koordinasi akan terus dilaksanakan untuk mendukung kelancaran agenda tersebut. (KN-07)



