Place Your Ad
Place Your Ad
Iklan
Berita

Kota Ambon Tembus 11% Tingkat Pengangguran Tertinggi 2025

×

Kota Ambon Tembus 11% Tingkat Pengangguran Tertinggi 2025

Sebarkan artikel ini
Foto Ilustrasi Pengangguran

Ambon,Kapatanews – Pengangguran masih menjadi salah satu tantangan dalam pembangunan ekonomi di berbagai daerah Indonesia. Tingkat pengangguran terbuka (TPT) dapat menggambarkan kondisi pasar kerja serta kemampuan suatu wilayah dalam menyediakan kesempatan kerja bagi penduduknya.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), tingkat pengangguran terbuka di Indonesia mencapai 4,85% pada 2025, turun dari tahun 2024 yang sebesar 4,91%.

Adapun BPS mendefinisikan tingkat pengangguran terbuka sebagai persentase jumlah pengangguran terhadap jumlah angkatan kerja. Angkatan kerja merupakan penduduk usia kerja (15 tahun ke atas) yang bekerja atau punya pekerjaan namun sementara tidak bekerja, dan pengangguran.

Sementara itu, pengangguran adalah penduduk yang aktif mencari pekerjaan, penduduk yang sedang mempersiapkan usaha/pekerjaan baru, penduduk yang tidak mencari pekerjaan karena merasa tidak mungkin mendapat pekerjaan, atau kelompok penduduk yang tidak aktif mencari pekerjaan dengan alasan sudah mempunyai pekerjaan tetapi belum mulai bekerja.

Penurunan tingkat pengangguran terbuka di Indonesia merupakan capaian positif, meski belum sepenuhnya merata di seluruh kabupaten dan kota. Pada 2025, masih terdapat sejumlah wilayah dengan tingkat pengangguran yang mengkhawatirkan.

 

Kota Ambon Dengan TPT Tertinggi 2025

Menurut BPS, Kota Ambon, Maluku, tercatat sebagai wilayah dengan tingkat pengangguran terbuka tertinggi pada 2025, mencapai 11,37%. Angkanya sedikit turun dari tahun sebelumnya yang tembus 11,44%.

Sebagai pusat pemerintahan dan ekonomi Maluku, aktivitas ekonomi Kota Ambon banyak bergerak pada sektor perdagangan, jasa, serta administrasi.

Namun, pertumbuhan lapangan kerja formal belum sepenuhnya mampu mengimbangi jumlah penduduk usia produktif yang masuk ke pasar kerja. Kondisi ini membuat persaingan mendapatkan pekerjaan menjadi lebih tinggi, terutama bagi lulusan baru.

Sumber: Badan Pusat Statistik

Berikutnya, Kota Sorong, Papua Barat Daya, mencatatkan tingkat pengangguran terbuka sebesar 10,35%, bertengger di bangku kedua. Kota ini merupakan salah satu pusat ekonomi di wilayah Papua Barat Daya dengan aktivitas perdagangan, jasa, dan sektor pendukung industri.

Kota Padang, Sumatra Barat, melengkapi tiga besar wilayah dengan tingkat pengangguran tertinggi, tembus 9,70%.

Terpaut tipis, Kota Makassar, Sulawesi Selatan mencatatkan angka pengangguran sebesar 9,60%, disusul Kota Tual, Maluku dengan 8,96%, Kabupaten Pandeglang, Banten dengan 8,80% dan Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, dengan 8,78%.

Daftar 10 besar wilayah dengan tingkat pengangguran terbuka tertinggi di Indonesia ditutup oleh Kota Cimahi, Jawa Barat (8,75%), Kabupaten Serang, Banten (8,73%), dan Kabupaten Jayapura, Papua (8,66%).

Sebaliknya, Kabupaten Puncak, Papua Tengah, tercatat sebagai wilayah dengan tingkat pengangguran terbuka terendah, hanya 0,14% pada 2025.

Untuk menekan angka pengangguran, pemerintah menjalankan berbagai program yang berfokus pada penciptaan lapangan kerja, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta penguatan sektor usaha.

Salah satu upaya utama pemerintah dalam mengurangi pengangguran adalah meningkatkan kompetensi tenaga kerja melalui berbagai program pelatihan dan pengembangan keterampilan.

Program vokasi, pelatihan berbasis kebutuhan industri, serta peningkatan kompetensi melalui balai latihan kerja menjadi upaya untuk memperkecil kesenjangan antara kemampuan pencari kerja dengan kebutuhan dunia usaha.

Kesesuaian keterampilan tenaga kerja dengan kebutuhan industri menjadi faktor penting agar masyarakat memiliki peluang lebih besar untuk mendapatkan pekerjaan.

Di sisi lain, pemerintah juga berupaya meningkatkan investasi sebagai salah satu sumber penciptaan lapangan kerja baru. Masuknya investasi ke berbagai sektor dapat membuka peluang pekerjaan, baik melalui perusahaan besar maupun rantai usaha pendukungnya.

Meski berbagai program telah dilakukan, menekan angka pengangguran masih jadi tantangan besar di Indonesia. Upaya mengurangi pengangguran membutuhkan sinergi antara pemerintah, dunia usaha, lembaga pendidikan, dan masyarakat agar pertumbuhan ekonomi dapat berjalan seiring dengan peningkatan kesempatan kerja (*)

Ikuti Kami untuk Informasi menarik lainnya dari KAPATANEWS.COM Di CHANNEL TELEGRAM Dan CHANNEL WHATSAPP