Namrole,Kapatanews.com._….. “Di Alam Nyata Apa Yang Terjadi, Buah Semangka Berdaun Sirih”… Syair legendaris goresan Rinto Harahap yang dipopulerkan Broery Marantika pada 1988 itu memang selamanya berjudul Aku Begini, Engkau Begitu.
Dan di alam nyata Buru Selatan pula, sesuatu yang ideal dari pelaksanaan tugas fungsi Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Buru Selatan kadang menemui fakta yang jauh dari nilai ideal. bagai Syair Rinto Harahap, Buah Semangka Berdaun Sirih.
Satu yang terkini adalah kabar pengunduran diri Anggota DPRD Buru Selatan Basir Solisa, kader Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu disebutkan sudah mundur sebagai pengusul interpelasi. –Baca– Usulan Interpelasi Dalam Riwayat DPRD Buru Selatan Bukan Barang Baru.
Kabar mengejutkan para pemerhati Buru Selatan di Maluku ini disampaikan oleh Ketua DPRD Bursel, Ahmad Madoli Umasangaji ketika dikonfirmasi media ini Jumat (9/05/2025) lalu.
” Kita tidak lagi bawa ke Paripurna karena tidak memenuhi syarat, sebab dua orang dari PKB itu sudah tarik diri dari penyusul hak interpelasi” Kata Lelaki yang tengah menjadi Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Kepala Banteng bermoncong Putih di Buru Selatan itu
Madoli juga menyebut mundurnya kedua anak buah Muhaimin Iskandar ini akibat sepucuk surat sakti dari Partai PKB Buru Selatan.

” Dong mundur karena Partai PKB kasi surat, perintahkan untuk tarik diri” tutur Anak Wamsisi ini.
—-
La Arie Wally Maju Tak Gentar Meski Dihadang Surat Sakti Tanpa Nomor, Tanggal Juga Tak Bertanda Tangan.
—-
La Arie Wally, Wakil Rakyat dapil Leksula-Kepala Madan ini rupanya tak gentar atas surat sakti tak bernomor,bertanggal juga bertanda tangan itu.
Dirinya menegaskan Paripurna harus dilaksanakan karena usulan sudah masuk.
” Kalau nanti interpelelasi ini kandas maka biarlah ia kandas secara normatif dalam paripurna, biar rakyat Buru Selatan tahu kami yang mengusulkan itu tidak main-main dengan amanat rakyat” Ucapnya via telepon Senin,(12/05/2025). –Baca–La Hamidi-Gerson Kelola Birokrasi Amburadul Dan Langgar Aturan , 5 Wakil Rakyat Pemberani Buru Selatan Usulkan Hak Interpelasi.
Bekas aktivis Pergerakan Mahasiswa Islam (PMII) ini menyebut tidak ada alasan bagi Ketua DPRD Buru Selatan untuk membatalkan agenda Paripurna sebab usulan sudah masuk.
Dia melihat ada konspirasi yang sengaja dimainkan oleh Ketua DPRD Bursel.
” Betul, Pak Basir mungkin tidak bisa lagi ikut, tapi biarlah nanti semua ini diputuskan oleh forum paripurna, jangan sengaja ini usulan dikandaskan oleh ketakutan dan kepentingan serta aksi ambil untung Ketua DPRD” ucapnya.
Arie yang lantang ini mencium kuatnya aroma konspirasi dibalik sikap dingin Ketua DPRD yang mati-matian tak sudi membawa usulan interpelasi ke Paripurna.
” Ada apa sampai ketua DPRD tidak mau, padahal usulan itu sudah lengkap, tinggal bikin paripurna. Nanti hasil dari paripurna barulah kandas perjuangan kita tidak masalah. Ini belum apa-apa sudah menghadang kita dengan alasan yang diluar nalar, saya curiga ada konspirasi” tutur Anak Negeri Waikeka di Kaki Gunung Kepala Madan itu. –Baca–Latbual Apresiasi Usulan Hak Interpelasi Namun Keberatan Dengan Istilah Rezim Minta Main.
—-
Titawael Minta Madoli Jangan Plin-Plan, Harus Bijaksana Dan Berpegang Pada Aturan.
—-
Vence Titawael, salah satu promotor utama pengusulan Hak Interpelasi DPRD Buru Selatan menilai sikap Ketua DPRD Buru Selatan Ahmad Madoli Umasangaji plin-plan.
” Ketua ini kan dulu mendukung juga secara moril perjuangan kita dalam interpelasi tapi tiba-tiba putar haluan jadi plin-plan. Kalau mau berjuang untuk kepentingan rakyat saya kira jangan gadaikan harga diri lembaga ini. Nanti kita tidak ada harganya dihadapan mitra eksekutif dan juga dihadapan rakyat yang mulai kritis.” Kata Titawael Jumat,(09/05/2025).
Kader Partai Golkar tulen yang sudah 3 kali jadi promotor untuk pengusulan hak istimewa DPRD ini, menyatakan pula keheranannya atas sikap Ketua DPRD Bursel yang ogah mengagendakan paripurna interpelasi.
“Pengunduran diri pengusul itu setelah berkas usulan masuk, artinya tidak langsung serta merta menggugurkan usulan itu, jadi harus bisa dibedakan. Sehingga tidak ada alasan bagi Ketua DPRD untuk menyebut usulan itu sudah tidak memenuhi syarat dan tidak bisa dibawa ke Paripurna” Ucap Titawael dari jaringan Starlink akibat krisis jaringan Telkomsel berkepanjangan di Buru Selatan.
Senada dengan La Ary Wally, Titawael juga mencium kuatnya aroma konspirasi dibalik madeknya agenda paripurna pengusulan interpelasi.
” Saya kira aroma konspirasi cukup kuat dalam menghambat kelancaran paripurna interpelasi ini” Kata Titawael dari serambi rumah kontraknya yang bercat kuning Golkar di Namrole ini.
Akankah perjalanan usulan interpelasi DPRD Buru Selatan akan mengalami nasib seperti akhir cerita interpelasi dan angket di masa terdahulu.
Waktu akan menjawab, sejarah mencatat, rakyat juga sedang menunggu.
Yang pasti sepucuk surat Sakti dari PKB dan penerapan sikap politik “Ogah-Ogahan” Ahmad Madoli Umasangaji telah membuat jalannya laju interpelasi DPRD Bursel bagai kidung Broery karya A.Riyanto “Layu Sebelum Berkembang”.
Akhirnya, Interpelasi DPRD Bursel yang bergulir sejak 23 April 2025 juga bagai buah semangka berdaun sirih, Di Alam politik yang nyata Madoli Begini, PKB begitu.. Biarkanlah. (KN03).



