Ambon, Kapatanews.com – Prof.Sahetapy dalam acara ILC yang disiarkan TV ONE di Tahun 2013 , memberikan sebuah pernyataan yang dikutip dari pepatah asing, meegatakan ” All had the local no source nail the war hate after healthem belt: meskipun kebohongan itu lari secepat kilat, satu waktu kebenaran itu akan mengalahkannya”
Menurut sang Prof, orang-orang yang sering melakukan kebohongan tidak memilki rasa “malu” dan mulutnya “bau” bahkan saat itu beliau meminta orang-orang tersebut untuk mencium mulutnya sendiri
Best statement yang disampaikan Alm,Prof Sahetapy , menggambar sebuah anomali dalam kehidupan manusia lebih kusus dalam kepemimpinan Rektor UKIM saat ini Stev Gaspersz, yang dinilai telah melakukan kebohongan demi dan dan atas kepentingan dan jabatannya
Bagaimana tidak , di awal kepemimpinanya setelah menduduki jabatan Rektor , dirinya telah menunjukan arogansinya sebagai seorang Rektor, dimana ia tidak lagi mendengar dan melawan perintah MPH Sinode dan Pengurus YAPERTI GPM.
Dirinya menganggap AD/ART YAPERTI GPM sebagai pembungkus kacang, ketika selesai memakan kacangnya,kertas tersebut disobek dan dibuang ke tempat sampah.
Arogansi yang ditunjukannya ini telah membuat ketidaknyaman dalam civitas akademika UKIM Ambon, banyak yang menilai kepemimpinan Rektor saat ini akan menurunkan akreditasi UKIM ke depan,
Sungguh miris, situasi UKIM saat ini, dimana satu persatu kesalahan Rektor mulai di buka ke publik. Kepemimpinan yang tidal lagi bersandar pada aturan dan mekanisme menjadi aib dan kini bocor ke publik
Sumber internal media ini di UKIM, Selasa (23/12) menyampaikan bahwa Rektor UKIM Stev Gasperz diduga telah menipu 32 anggota Senan UKIM dalam rapat Senat tanggal 10 Desember 2025, sehari sebelum pelantikan Wakil Rektor dan para ketua Lembaga
Dimana dalam rapat Senat tersebut Rektor menyampaikan kepada anggota Senat bahwa MPH Sinode dan YAPERTI GPM telah menyerahkan atau memberi kewenangan sepenuhnya proses pengangkatan Warek dan Ketua Lembaga kepada Rektor untuk ditentukan sendiri oleh dirinya, padahal fakta sesungguhnya Rektor sendiri yang melanggar hasil keputusan rapat dan pakta inetgritas yang ditandanganinya bersama MPH Sinode dan Pengurus YAPERTI GPM
Lebih lanjut sumber menjelaskan, saat itu ada anggota senat yang bertanya dan mengatakan ” bagaimana jika apa yang disampaikan oleh Rektor dikemudian hari terbukti tidak benar” dengan lantang Rektor menjawab: bahwa saya tidak mungkin menipu bapak/ibu karena saya lahir dari rahim kandungan UKIM,
Sebuah kebohongan Rektor yang akhirnya terbukti kebenarannya untuk memuluskan kepentingan politiknyanya, kebohongan rektor tersebut akhirnya berbuntut panjang dimana saat ini senat meminta pertanggungjawabnya
Tak hanya itu, sumber juga menjelaskan bahwa proses pemilihan Senat UKIM juga di luar dari prosedur dan mekanisme yang ada, bahkan saat ini Rencana Anggaran Belanja (RAB) yang dibuat pun terkesan abal-abal hanya untuk memenuhi kepentingan jabatannya bukan untuk kepentingan UKIM
Hal ini jika terus berlanjut bisa dipastikan UKIM terancam hancur dengan manejemen kepemimpinan Rektor saat ini, menurut sumber jika MPH Sinode dan Pengurus YAPERTI GPM tidak bersikap tegas bisa dipastiakan Akreditasi UKIM turun,tegas sumber.
Sumber juga meminta Pengurus YAPERTI GPM untuk mengambil alih kepemimpinan UKIM, Jika hal ini tidak segera dilakukan maka jangan berharap UKIM akan lebih baik
” Kepemimpinan UKIM saat ini maunya MPH Sinode dan YAPERTI GPM, merekalah yang bertanggungjawab menjadikan beliau sebagai Rektor, mereka sendri yang harus menyelesaikan masalah ini. Jika tidak diselesaikan dalam waktu dekat jangan berharap lebih UKIM akan maju”
Sampai kapan kebohongan dan bau mulut di UKIM ini terus berlanjut? apakah kebohongan ini hanya dimainkan oleh Rektor seorang ataukah kebohongan ini juga dimainkan oleh MPH Sinode dan Pengurus YAPERTI GPM yang hanya berani menjajikan semata tanpa mampu memberikan sanksi tegas berupa pencopotan Rektor dari jabatannya? (KN-03)




