Place Your Ad
Place Your Ad
Iklan
Berita

Jalan Rusak Berat di Desa Wowonda Ancam Keselamatan Warga

×

Jalan Rusak Berat di Desa Wowonda Ancam Keselamatan Warga

Sebarkan artikel ini

Saumlaki, Kapatanews.com – Kondisi ruas jalan di Desa Wowonda, Kecamatan Tanimbar Selatan, Kabupaten Kepulauan Tanimbar, dilaporkan mengalami kerusakan berat dan dinilai telah berada pada tingkat yang mengancam keselamatan masyarakat yang melintas setiap hari. Kondisi tersebut memicu desakan warga agar pemerintah daerah segera mengambil langkah penanganan. Minggu (25/1/2026).

Kerusakan jalan tersebut menjadi perhatian serius warga karena ruas jalan dimaksud merupakan akses utama yang digunakan untuk aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat, serta tetap dilalui kendaraan roda dua dan roda empat meski kondisinya dinilai tidak lagi layak.

Scroll Keatas
Iklan
Scroll Kebawah

Berdasarkan informasi yang dihimpun Kapatanews.com, kerusakan jalan berupa lubang pada badan jalan dan permukaan yang tidak rata telah berlangsung cukup lama. Namun hingga kini, belum terlihat adanya penanganan fisik secara menyeluruh oleh pemerintah daerah melalui dinas teknis terkait.

Warga menilai kondisi jalan semakin memburuk dari waktu ke waktu, terutama saat dilalui kendaraan bermuatan, yang menurut keterangan warga berpotensi meningkatkan risiko kecelakaan lalu lintas bagi pengguna jalan.

Menurut keterangan warga, jalan tersebut telah digunakan masyarakat selama bertahun-tahun dalam kondisi rusak karena tidak tersedia jalur alternatif lain yang memadai untuk menunjang mobilitas warga Desa Wowonda dan sekitarnya.

Sejumlah warga juga menyampaikan bahwa sebelumnya pernah ada penyampaian rencana perbaikan dari pemerintah daerah, namun hingga saat ini realisasi perbaikan di lapangan belum terlihat.

“Kami melewati jalan ini setiap hari dengan sangat hati-hati karena kondisinya sudah rusak berat dan berbahaya, terutama jika dilalui kendaraan bermuatan,” ujar salah seorang Ibu, warga Desa Wowonda saat ditemui wartawan.

Keluhan serupa disampaikan Finsensius Rangkoli, sopir pick up asal Desa Wowonda. Ia berharap pemerintah daerah dapat melihat langsung kondisi jalan tersebut.

“Kami berharap pemerintah bisa memperhatikan jalan ini supaya kami bisa melintas dengan baik. Saat mengantar penumpang, kondisinya sangat menyulitkan karena jalan ini sudah tidak layak,” ujarnya.

Sementara itu, Ambrosius Batidas, sopir mobil pick up warga Desa Wowonda, mengatakan kerusakan jalan sangat dirasakan terutama saat membawa muatan.

“Kalau boleh, jalan ini secepatnya diperbaiki. Muatan kosong saja sudah sangat sulit, apalagi muatan penuh dengan beban berat,” katanya.

Ia menambahkan, kondisi tersebut berdampak pada kenyamanan dan keselamatan para pengemudi dan pengguna jalan. “Kami sopir, pengendara ojek, dan masyarakat tidak merasa aman saat melintas karena jalannya sudah rusak berat,” lanjutnya.

Keluhan juga datang dari warga luar desa yang setiap hari melintasi jalan tersebut. Talis Kore, warga Desa Ilngei, mengatakan kondisi jalan berlubang sangat berbahaya, terutama saat musim hujan.

“Kalau jalan berlubang begini, kami takut jatuh karena licin. Apalagi sekarang musim hujan, sangat berbahaya,” ujarnya.

Talis menambahkan bahwa sebelumnya sempat ada informasi perbaikan akan dilakukan, namun hingga memasuki tahun baru belum terlihat adanya pengerjaan.

“Katanya mau diperbaiki, tapi sampai sekarang belum ada tanda-tanda,” katanya.

Dalam struktur pemerintahan daerah, penentuan prioritas pembangunan infrastruktur berada di bawah kewenangan Bupati sebagai kepala daerah, termasuk pengendalian dan pengawasan terhadap pelaksanaan program oleh dinas teknis.

Secara teknis, penanganan dan pemeliharaan jalan daerah merupakan tugas dinas terkait yang pelaksanaannya mengacu pada perencanaan dan penganggaran melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

Warga berharap Bupati Kepulauan Tanimbar Ricky Jauwerissa dapat memberikan arahan dan keputusan langsung kepada dinas teknis agar perbaikan jalan Desa Wowonda dapat dimasukkan sebagai prioritas, mengingat kondisi jalan tersebut berkaitan langsung dengan keselamatan publik dan pelayanan dasar masyarakat.

Hingga berita ini diturunkan, Pemerintah Kabupaten Kepulauan Tanimbar melalui dinas teknis terkait belum memberikan keterangan resmi mengenai rencana penanganan atau jadwal perbaikan jalan tersebut. Kapatanews.com masih membuka ruang klarifikasi dan menunggu pernyataan resmi dari pihak berwenang sesuai ketentuan yang berlaku. (Nik Besitimur)

Ikuti Kami untuk Informasi menarik lainnya dari KAPATANEWS.COM Di CHANNEL TELEGRAM Dan CHANNEL WHATSAPP