Place Your Ad
Place Your Ad
Iklan

Iklan
Berita

Mayat Pria Ditemukan di Pelabuhan Saumlaki

×

Mayat Pria Ditemukan di Pelabuhan Saumlaki

Sebarkan artikel ini
Iklan

Saumlaki, Kapatanews.com – Sesosok mayat pria ditemukan mengapung di perairan sekitar Pelabuhan Feri Saumlaki, Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Kamis (26/3/2026) pagi, setelah pertama kali terlihat oleh nelayan yang kembali dari bagan.

Korban diketahui bernama La Ade alias Bojes, yang berdomisili di kawasan Pasar Ngirimase Saumlaki. Penemuan tersebut bermula saat nelayan bernama Gandi bersama rekan-rekannya kembali dari aktivitas melaut sekitar pukul 05.00 WIT.

Scroll Keatas
Iklan
Scroll Kebawah

Sekitar pukul 06.00 WIT, Gandi melihat sesosok mayat mengapung di sekitar pelabuhan feri. Ia kemudian berteriak meminta bantuan warga di sekitar lokasi.

“Ketika saya mendengar teriak dari Gandi, saya bergegas naik ke longboat bersama warga lain untuk mengevakuasi jenazah,” ujar Natan, salah satu pedagang di Pasar Ngirimase.

Warga bersama nelayan kemudian mengevakuasi jenazah dari perairan sebelum diserahkan kepada pihak kepolisian untuk penanganan lebih lanjut.

Gandi menjelaskan, dirinya bersama lima orang lainnya berangkat ke bagan pada Selasa (25/3/2026) sekitar pukul 12.00 WIT, lalu kembali pada Kamis pagi sebelum menemukan jasad korban.

“Sekitar pukul 06.00 WIT kami melihat mayat mengapung di dekat pelabuhan feri,” kata Gandi.

Pihak keluarga menyebutkan korban sebelumnya dilaporkan hilang sejak Selasa (23/3/2026) dan telah dilaporkan ke Polres Kepulauan Tanimbar.

Dewito, kakak korban, mengatakan pihak keluarga menolak dilakukan autopsi terhadap jenazah dengan alasan kondisi tubuh korban telah membengkak.

“Polisi meminta untuk diotopsi, namun sebagai keluarga melihat kondisi jenazah yang sudah bengkak, sehingga sebaiknya tidak lagi digerakkan dan langsung dimakamkan,” ujar Dewito.

Ia juga menyampaikan bahwa korban memiliki riwayat penyakit epilepsi serta kebiasaan memancing seorang diri.

“Prinsipnya kami keluarga tidak menuduh atau menduga siapa pun, karena adik kami memang memiliki riwayat penyakit epilepsi,” katanya.

Sementara itu, Wakapolres Kepulauan Tanimbar, Wilhelmus Minanlarat, menyatakan pihak kepolisian telah menjalankan prosedur penanganan sesuai ketentuan, termasuk menawarkan autopsi kepada keluarga korban.

“Prinsipnya kami telah melakukan tugas secara profesional, hanya saja itu permintaan keluarga yang harus dihargai dan ditindaklanjuti,” ujarnya.

Hingga berita ini diturunkan, penyebab pasti kematian korban belum dapat dipastikan dan masih dalam penanganan pihak kepolisian.

Penemuan jenazah tersebut sempat menarik perhatian warga dan pedagang di sekitar Pasar Ngirimase Saumlaki sebelum situasi kembali kondusif setelah proses evakuasi selesai dilakukan. (KN-07)

Ikuti Kami untuk Informasi menarik lainnya dari KAPATANEWS.COM Di CHANNEL TELEGRAM Dan CHANNEL WHATSAPP