Tual, Kapatanews.com – Bentrok antar kelompok pemuda terjadi di Desa Danar Ternate, Kecamatan Kei Kecil Timur Selatan, Kabupaten Maluku Tenggara, Kamis (26/3/2026) malam hingga Jumat dini hari, mengakibatkan dua anggota polisi dan tiga warga terluka serta sejumlah rumah terbakar.
Kepala Polres Maluku Tenggara, AKBP Rian Suhendi, mengatakan insiden bermula dari kesalahpahaman antar pemuda yang dipicu aksi saling ejek di jalan hingga berkembang menjadi bentrokan menggunakan batu dan panah rakitan.
“Awalnya hanya kesalahpahaman yang dipicu saling ejek dan provokasi. Namun berkembang menjadi aksi saling serang,” kata Rian dalam keterangan tertulis yang diterima, Jumat (27/3/2026).
Berdasarkan kronologi kepolisian, sekitar pukul 22.00 WIT seorang remaja melintas dengan sepeda motor berkecepatan tinggi di depan sekelompok pemuda yang sedang berkumpul. Teguran yang diberikan berujung pada saling makian.
Ketegangan meningkat setelah terjadi pelemparan dari kelompok lain di sekitar Masjid Al-Mathar. Sekitar pukul 23.05 WIT, kelompok yang merasa tersinggung mendatangi rumah terduga pelaku untuk meminta klarifikasi, namun berujung pada aksi saling lempar batu.
Aparat kepolisian tiba di lokasi sekitar pukul 00.20 WIT dan sempat membubarkan massa. Namun, sekitar pukul 02.00 WIT bentrokan kembali pecah setelah muncul dugaan pelemparan terhadap rumah warga yang memicu serangan balasan.
Dalam eskalasi tersebut, dua anggota polisi mengalami luka akibat terkena panah wayer saat berupaya memisahkan massa. Tiga warga sipil juga dilaporkan mengalami luka serius akibat serangan serupa.
“Anggota kami terluka saat menjalankan tugas pengamanan. Ini menunjukkan tingkat eskalasi konflik yang cukup tinggi,” ujar Rian.
Bentrok juga menyebabkan kerusakan materiil. Sekitar pukul 04.40 WIT, kebakaran menghanguskan tiga unit rumah warga. Empat rumah lainnya mengalami kerusakan berat, sementara satu unit sepeda motor turut terbakar.
Kapolres Maluku Tenggara turun langsung ke lokasi pada pukul 05.30 WIT untuk memimpin pengamanan. Aparat gabungan kemudian memisahkan kedua kelompok, melakukan langkah penegakan hukum, serta mendatangkan personel Brimob Batalyon C Pelopor untuk memperkuat pengamanan.
Hingga Jumat pagi, kepolisian menyatakan situasi di Desa Danar Ternate berangsur kondusif. Polisi masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap pihak-pihak yang diduga memicu konflik serta menelusuri pelaku pembakaran dan penggunaan senjata rakitan.
“Kami meminta seluruh elemen masyarakat menjaga keamanan dan ketertiban. Percayakan penanganan perkara ini kepada aparat,” kata Rian.
Upaya konfirmasi kepada pihak pemerintah desa dan tokoh masyarakat setempat masih dilakukan hingga berita ini diturunkan.
Data kepolisian menunjukkan konflik antar kelompok pemuda di wilayah Maluku Tenggara beberapa kali terjadi, dengan penyebab yang beragam dan penanganan dilakukan melalui pendekatan hukum serta pengamanan terpadu. (KN-14)





