Ambon,Kapatanews. com – Momentum Musda Golkar di berbagai daerah Kabupaten/Kota di Maluku harus dijadikan sebagai wadah untuk mempererat ” Soliditas” antar sesama kader Partai Golkar. Hal ini disampaikan oleh Wakil Ketua DPD Golkar Maluku, Faisal Latuconsina (28/4/2025) dalam menyikapi seluruh dinamika Musda Golkar yang sementara berlangsung.
Menurutnya pelaksanaan Musda-musda di daerah harus berjalan sesuai degan mekanisme dan aturan Partai yang diamanatkan dalam Juklak 02 Tahun 2025. Jika Juklak 02 dijadikan sandaran organisasi dalam pelaksanaan Musda,dirinya meyakini semua masalah yang terjadi bisa diselesaikan dengan baik.
Dalam kaitan dengan hal tersebut Latuconsina menegaskan jelang Musda X Golkar Kota Ambon, semua mata tertuju dan fokus untuk pelaksanaan Musda di akhir April nanti. Lebih jauh Latuconsina menjelaskan bahwa Kota Ambon sebagai barometer Politik di Maluku menjadikan Musda ini menarik untuk diikuti,ujarnya
” Segala perbedaan harus bisa dijadikan vitamin untuk menjaga kesoliditan Partai. Kepentingan Partai adalah yang utama bukan kepentingan para kandidat, perbedaan dan keberpihakan boleh ada dan wajar tetapi kepentingan Partai diatas segala-galanya”
Instruksi Ketua DPD Jaga Kesoliditan Partai
Dinamika Musda X Golkar Kota Ambon walaupun hanya ditetapkan satu bakal calon oleh Steering comitte, tetapi tensi politiknya sangat tinggi, hal ini cukup berpengaruh bagi solidnya kader Partai karena perbedaan kepentingan,akui Latuconsina
Latuconsima mengingatkan dalam setiap kegiatan Partai sampai dengan Musda-musda yang ada, Ketua DPD Umar Lessy selalu menginstruksikan semua kader Partai untuk selalu menjaga Kesoliditan Partai. Instruksi tersebut merupakan perintah pimpinan yang harus dijaga dan dilaksanakan oleh setiap kader. Ia juga menegaskan bahwa Ketua DPD bung Ule selalu mengarahkan setiap perangkat pelaksanaan Musda untuk selalu berjalan sesuai dengan aturan main.tegasnya
Dirinya menyampaikan apa yang dinstruksikan oleh Ketua DPD Golkar Maluku untuk kepentingan Partai bukan kepentingan pribadi atau kelompok. Partai ini butuh pembenahan dan perbaikan secara totalitas guna menghadapi agenda politik di tahun 2029
Pengalaman Musda Di Daerah Lain Harus Dijadikan Pembelajaran
Sebagai Partai besar yang matang pengalaman, Latuconsina meminta semua pihak terutama perangkat Musda DPD Golkar Kota Ambon untuk belajar dari Musda-musda Golkar yang sudah berlangung sebelumnya. Kegagalan beberapa Musda Golkar sebelumnya dikarenakan ada keberpihakan perangkat pelaksana Musda terhadap para calon,bebernya
“Beberapa proses Musda di daerah yang mengalami ” Deadlock” harus menjadi pembelajaran bagi kita untuk tetap selalu “on the track” dengan regulasi Partai. Steering dan setiap unsur pelaksana Musda baik itu DPD II maupun DPD I harus tegas dan tidak boleh berpihak kepada calon tertentu. Jika ada keberpihakan maka sudah tentu Musda akan mengalami kebuntuan”
Pengurus Golkar Provinsi Maluku ini meminta Steering Comitte DPD Golkar Kota Ambon dalam pelaksanaan tugasnya untuk selalu netral walaupun hanya satu calon. AD/ART,PO 08 dan Juklak 02 harus dijadikan sandaran hukum dalam kerja-kerja Steering,ungkap Latuconsina
Ia menegaskan sejauh ini dinamika di setiap Musda mengalami hambatan itu karena disebabkan oleh keberpihakan yang berlebihan dalam mengamankan kandidat. Hal ini yang harus dihindari agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan dalam pelaksanaan Musda.
Diakhir pernyataannya Latuconsina berharap pelaksanaan Musda X Golkar Kota Ambon dapat berlangsung dengan baik. Dirinya berharap walaupun ada perbedaan dan keberpihakan tapi jangan sampai menghambat proses Musda. Perbedaan yang ada untuk saling melengkapi serta membesarkan Partai.Partai ini akan besar dan kuat jika para Kader tetap solid,tutupnya (KN-02)


