Saumlaki, Kapatanews.com – Banjir rob kembali merendam permukiman warga Desa Namralan, Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Senin (23/03/2026) sekitar pukul 04.00 WIT. Air laut yang pasang masuk ke kawasan pemukiman dan menggenangi area luas, sehingga mengganggu aktivitas masyarakat setempat sejak pagi hari.
Peristiwa tersebut terjadi saat air laut mengalami pasang dan meluap hingga ke kawasan permukiman warga. Genangan air terlihat di sejumlah titik dan menyebabkan akses jalan di dalam desa menjadi terbatas bagi masyarakat yang beraktivitas.
Kondisi genangan air yang cukup luas berdampak langsung terhadap aktivitas harian warga. Sejumlah warga terlihat harus menyesuaikan kegiatan mereka, terutama dalam mobilitas dan aktivitas rumah tangga yang terganggu akibat air laut yang masuk.
Fenomena banjir rob di wilayah Desa Namralan disebut bukan kejadian baru. Peristiwa ini dilaporkan terjadi secara rutin setiap tahun, terutama pada periode tertentu saat kondisi pasang air laut meningkat.
Situasi tersebut menunjukkan adanya kerentanan kawasan permukiman pesisir terhadap dinamika pasang surut air laut. Warga yang tinggal di wilayah terdampak sudah terbiasa menghadapi kondisi tersebut meskipun dampaknya tetap dirasakan.
Kepala Seksi Pemerintahan Desa Namralan, Abubakar Dokolamo, menyatakan bahwa banjir rob merupakan fenomena tahunan yang terus terjadi di wilayah tersebut. “Ini bukan hal baru, setiap tahun pasti terjadi dan sudah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat di sini,” ujarnya.
Selain mengganggu aktivitas, genangan air laut juga berpotensi merusak infrastruktur desa seperti jalan serta mempengaruhi kondisi kebersihan lingkungan sekitar. Dampak tersebut dapat berkembang jika tidak ditangani secara tepat.
Kondisi lingkungan yang tergenang air laut juga berpotensi menimbulkan persoalan lanjutan, termasuk terkait kesehatan masyarakat dan kenyamanan hidup warga yang tinggal di kawasan pesisir tersebut.
Masyarakat Desa Namralan berharap adanya perhatian dari pemerintah daerah untuk menangani persoalan banjir rob secara berkelanjutan. Warga mengusulkan pembangunan tanggul pelindung pantai serta sistem drainase yang memadai sebagai solusi jangka panjang atas masalah tersebut. (KN-13)





