Place Your Ad
Place Your Ad
Iklan
BeritaPolitik

Degradasi Loyalitas Dan Fatsun Secara Struktural Jelang Musda Golkar Kota Ambon

×

Degradasi Loyalitas Dan Fatsun Secara Struktural Jelang Musda Golkar Kota Ambon

Sebarkan artikel ini

Ambon,Kapatanews.com –  Suhu poitik jelang Musda Golkar Kota Ambon kembali memanas. Penggiringan opini dengan mengaatasnamakan agama merupakan isu murahan yang sengaja di framing untuk memuluskan syahwat politik yang tidak tersampaikan.

Hal ini menegaskan, nilai filosofi dibalik “Rindangnya” pohon beringan menjadi anomali bagi para kader Golkar Maluku yang selalu membungkusi kepentingan kelompok  dengan mengatasnamakan kepentingan Partai.

Mereka selalu menganggap diri mereka lebih paham aturan dan lebih BerGolkar dari pada kader Golkar lainnya. Mereka menganggap diri mereka lebih baik dan layak memimpin Partai dari pada kader lainnya

” Ego Senioritas yang berlebihan menjadikan mereka seolah-plah sebagai kader yang maha tahu dan menjadikan mereka sebagai personal atau kelompok  yang bisa mengatur Partai ini tanpa memperhatikan Personal Privilege dari seorang Ketua Partai”

Loyalitas,Fatsun secara struktural mengaalami anomali dan degradsi selama pelaksanaan Musda Golkar di tingkat Kabupaten- Kota karena ego kepentingan dan fatsun yang berbeda secara internal maupun struktural

 

Pernyataan Siphutar Sifatnya Himbauan

Polemik pernyataan Sipahutar terkait isu Agama jelang Musda Golkar Kota Ambon, dinilai tendensiuas dan sengaja di framing untuk merusak nama baik nya.Hal ini Disampaikan Sipahutar saat diwawancarai media ini, Kamis (3/10/2026) .

Menurutnya, pernyataan tersebut tidak dilihat secara utuh. Dirinya menjelaskan pernyataanya itu sifatnya himbauan saat menerima para kader Golkar ,Jumat (2/10/2026) di Kantor Golkar Kota Ambon

” Beta luruskan pernyataan tersebut, di mana pernyataan itu sifatnya himbauan, ketika menanggapi pertanyaan teman-teman Pimpinan Kecamatan yang  di PLT kan terkait dengan Konsolidasi Partai.  Beta  mengatakan Partai Golkar sebagai Partai Nasionalis dan untuk menjaga kosoliditan Partai, beta berharap untuk segenap kader Partai untuk tidak membawa isu Agama dalam perhelatan Musda Kota Ambon” jelas Sipahutar

Sekali lagi saya tegaskan, tidak ada isu agama yang saya sampaikan terkait Musda Golkar Kota Ambon, itu sifatnya himbuan. Yang ada adalah framing oleh orang-orang tertentu yang tidak bertanggungjawab

 

Loyalitas Dan Fatsun Secara Struktral Dipertanyakan

Menangapi Dinamika Musda Golkar Kota Ambon, Akademisi UKIM Ambon, Dr Hobarth.W.Soselisa,S.Sos,M,Si saat diminta tanggapannya, Sabtu (3/10/2026) mengatakan dinamika jelang Musda Golkar Kota Ambon merupakan cerminan Fatsun dan loyalitas pada level  strukural

Dirinya menilai  dinamika Golkar Maluku tidak bisa dilihat secara terpisah pada musda-Musda tertentu tetapi harus dilihat secara menyeluruh dalam setiap pelaksanaan Musda.

Menurutnya, ruang Demokrasi yang sangat terbuka dalam tubuh Golkar  menyebabkan setiap kader secara struktural mengangap dirinya tokoh daan ingin terlibat dalam kewenangan pembidangan tertentu, sehingga akan berdampak terhadap loyalitas dan fatsun secara struktural

” Degradasi loyalitas dan fatsun secara struktural meupakan rendahnya  komitmen dan pelanggaran etika yang dilakukan pengurus dalam hierarki Partai, sangat terlihat jelas dalam setiap pelaksanaan Musda”  tegas Akademisi UKIM ambon ini

Ada banyak aspek yang bisa mempengaruhi Degradasi loyalitas dan Fatsun secara Struktural . misalnya kekecewan terhadap keputusan partai, tidak dilibatkan dalam pengambilan keputusan tertentu, penempatan struktur yang tidak sesuai , serta ada tokoh lain yang mempengaruhi selain ketua partai itu sendiri

 

Musda Golkar Kota Ambon Sebelumnya Adalah Contoh Nyata

Musda Golkar Kota Ambon yang sebelumnya diberhentikan  oleh Ketua Umum Bahlil Lahadalia beberapa waktu lalu merupakan contoh nyata bagaimana pembangkangan itu terjadi, dimana rendahnya kesetian dan pelanggaran etika organisasi tampak nyata terjadi di depan mata, ungkap Soselisa

Saat itu terjadi Degradasi Loyalitas dan Fatsun secara Struktural, dimana dalam rapat terbatas saat itu di Hotel Santika yang dipimpina oleh Bung Umar Lessy selaku Ketua DPD telah menyepakati untuk Musda Golkar saat itu dipending, tetapi oleh beberapa pengurus DPD Golkar Maluku melakukan “Pembangkangan”  dan mumbuka Musda Golkar Kota Ambon saat itu

Fakta Empiris ini menjadikan demokrasi internal menjadi “Kebablasan” dan tidak terarah karena ketidaksetian dan pembangkangan secara” Hierarki Partai” tegasnya

 

Ketua DPD Golkar Maluku Diminta Tegas  

Menghadapi dinamika Golkar dengan ruang demokrasi internal yang sangat terbuka, Ketua DPD Golkar Maluku diminta bersikap tegas terhadap pengurus Partai yang tidak loyal dan tidak Fatsun secara Hierarki Partai. kata Soseslisa

Ajang konsolidasi Partai selama Musda berlangsung menjadi catatan dan evaluasi penting  terhadap kepengurusan Golkar Provinsi Maluku saat ini.  Hal ini perlu dilakukan untuk menjaga kesoliditan Partai menghadapi Pemilu Nasional dan Pemilu Lokal 2029 dan 2031

Dalam catatan saya pada beberapa kepemiminan Golkar sebelumnya, Golkar Maluku lebih banyak berfokus untuk menyelesaikan permasalahan internal dari pada memperkuat dan membangun konsolidasi partai di tingkat masyarakat

Olehnya itu Golkar Maluku harus berbenah. Proses pembenahan ini harus dimulai dengan karakter kepemimpinan yang tegas bukan lagi pendekatan rasa yang dipakai,bebernya.

Soselisa juga berharap, jelang Musda Golkar Kota Ambon bisa berlangsung dengan baik tanpa saling menjatuhkan. Jadikan Momentum Musda sebagai ajang konsolidasi Partai menuju kemenangan 2029 dan 2031 (KN-03)

 

Ikuti Kami untuk Informasi menarik lainnya dari KAPATANEWS.COM Di CHANNEL TELEGRAM Dan CHANNEL WHATSAPP