Place Your Ad
Place Your Ad
Iklan
Berita

Dua Negeri Bertetangga Dipanggil Menjadi Satu Persaudaraan, GAMKI MENGABDI 2026 Dorong Negeri Noloth Itawaka Jadi Contoh Perdamain Di Maluku

×

Dua Negeri Bertetangga Dipanggil Menjadi Satu Persaudaraan, GAMKI MENGABDI 2026 Dorong Negeri Noloth Itawaka Jadi Contoh Perdamain Di Maluku

Sebarkan artikel ini

Noloth Itawaka-Kapatanews.com –  Keheningan kembali menyelimuti suasana IBADAH BATU DAMAI antara kedua Negeri beretangga yaitu Negeri  Tatasomi Louhata Kakerisa dan Negeri Leilisal Benussa Amapati. Ibadah yang dilaksanakan pada perbatasan ke dua Negeri tersebut, Minggu, (11/10/2026) merupakan puncak dari seluruh kegiatan GAMKI MENGABDI 2026.

Di tempat yang istimewa itu terukir sebuah Batu Prasasti Damai yang menjadi tanda bahwa pertikaian tidak harus menjjadi warisan dan perdamian tidak boleh berhenti sebagai kenangan. Warga yang datang bukan untuk menghitung siapa yang pernah salah, melainkan untuk mengingat bhawa kita semua dipanggil  menjadi saudara di hadapan Tuhan .

Hadir dalam Ibadah tersebut, Gubernur Maluku,yang diwakili oleh Asisten III, Boy Kaya, Ketua MPK Pulau-Pulau Leasa,Pendeta J.Malle, Ketua Majelis Jemaat dan Raja Negeri Noloth dan Itawaka serta kedua warga dan jemaat dua Negeri bertetagga itu

Dalam Refleksi Firman yang dibawakan oleh Ketua MPK, Pdt. J. Malle, dirinya mengingatkan kunci dari sebuah perdamaian adalah  Kasih Dan Kerendahan Hati.

” Kesalahpahaman dapat menyalakan api pertikaian tetapi kerendahan hati dapat membuka jalan pemulihan. Karena itu dalam momentum GAMKI MENGABDI 2026 marilah kita membawa hati yang bersedia mendengar, mulut yang berhati-hati dalam berkata dan tangan yang siap merawat damai” Ucap Pdt.J.Malle

Di hadapan Tuhan di tempat yang mempertemukan Noloth dan Itawaka ini, kita mengingat bahwa perbatasan Negeri tidak boleh menjadi tempat dimana kasih dibatasi. Batu ini tidak bersuara. tetapi mengingatkan kita persaudaraan harus lebih kuat dari pada salah paham, masa depan anak-anak kita harus lebih terang dari pada bara pertikain yang diwariskan.

 

Ketika nyala itu bertemu , biarlah kita mengingat bahwa damai tidak lahir karena semua orang selalu sepakat , melainkan karena kita memilih untuk tetap saling menghormati ketika berbeda. Bukan karna terang itu hilang melainkan karena terang itu tidak lagi berdiri sendiri . Nyala yang terpisah kini menjadi satu kesaksian Noloth dan Itawka , dua negeri yang bertetangga dipanggil menjadi satu persaudaraan

” Terang perdamaian tidak boleh hanya berada ditangan pemimpin, terang itu harus hidup di semua rumah,di setiap percakapan , di setiap keputusan dan di hati setiap warga. Mulai hari ini marilah kita berjanji tidak menjadikan kabar yang belum jelas sebagai bahan pertengkaran, tidak membiarkan amarah untuk mengambil keputusan, tidak membalas luka dengan luka  dan tidak menyerahkan perdamaian kepada orang lain”

Sementara itu Gubernur Maluku dalam sambutannya yang dibacakan oleh Asisten III, memberikan apresiasi kepada DPD GAMKI Maluku atas inisiasi dalam melakukan kegiatan ” GAMKI MENGABDI 2026″ terutama upaya dalam merawat perdamaian ke dua Negeri bertetangga ini.

Menurutnya GAMKI Maluku telah melakukan kegiatan-kegiatan yang sangat membantu pemrintah. Upaya perdamaian harus menjadi tanggungjawab semua komponen masyarakat.

“ibadah Batu Damai merupakan, wujud kepedulian GAMKI dalam merawat perdamian di Maluku terutama bagi Negeri Noloth dan Negeri Itawaka.Dirinya berharap Negeri Noloth dan Itawaka menjadi cntoh dan barometer perdamian di Maluku, jelas Kaya

 

Akronim Nolit Bentuk Ikatan Persaudaraan Dan Perdamaian Di Antara Dua Negeri

Senada dengan Asisten III, Ketua DPD GAMKI Maluku, Samual Patra Ritiauw, mengatakan Akronim “Nolit” (Noloth Itawaka) merupakan ungkapan dan bentuk persaudarana dalam merawat kebersamaan dan perdamian anatar kedua Negeri.

” Nolit memiliki makna kebersamaan dimana nama kedua Negeri disingkat menjadi satu kata. Ini hal yang sangat positif dalam menjaga bingkai persudaraan sesama kedua warga” akui Ritiauw

Akronim ini diharapkan bukan hanya sebatas penamaan semata teapi lebih dari itu bisa diwujudnyatakan dalam sikap dan prilaku dalam memelihara dan merawat perdamianantar ke dua Negeri

Negeri Noloth Dan Itawaaka Harus Menjadi Contoh Perdamaian Di Maluku

Samual Patra Ritiauw,menegaskan Ibadah Batu Damai yang dilaksanakan ini sebagai bagaian dari uapaya merawat perdamian  antara ke dua Negeri.

Menurutnya, pertikaian antar Negeri di Maluku sering kali terjadi, bahkan terkesan membudaya, oleh nya itu harus ada upaya perdamaian yang harus dilakukan oleh GAMKI Maluku.

Belajar dari banyak konflik antar Negeri di Maluku, GAMKI Maluku tidak mau hal tersebut terjadi di Noloth dan Itawaka. Kedua Negeri bertetangga ini harus menjadi contoh perdamaian di Maluku

” Kami akan terus mendorong Negeri Noloth dan Itawaka sebagai barometer perdamaian Negeri-Negeri di Bumi Raja-raja. Tradsi ibadah Batu Damai yang selalu diselenggarakan tiap akhir tahun dalam ibadah Konci Taong, harus terus di dorong sebagai upaya memelihara perdamian antar ke dua Negeri” ucapnya

Harapan kami,perdamian kedua Negeri ini tidak hanya di dorong oleh pihak luar tetapi wujud perdamaian itu harus dimulai dari hati warga kedua negeri tersebut dan tidak boleh ada sekat dalam ruang-ruang perdamian itu sendiri

Bila salah paham datang, kita memilih bertanya, bila hati terluka kita memilih berbicara,bila hubungan retak kita memilih memperbaiki. Batu ini menjadi saksi tetapi kitalah yang harus menjadi pelaku damai. Dihadapan Tuhan kami berkomitmen merawat perdamain, kami akan menjaga tutur kata, menolak provokasi, mengutamakan dialog dan membangaun persaudaraan  antara Negeri Noloth dan Negeri Itawaka. Damai bukan sekedar upacara hari ini tetapi damai adalah cara hidup kami mulai hari ini, tutupnya (KN-02)

Ikuti Kami untuk Informasi menarik lainnya dari KAPATANEWS.COM Di CHANNEL TELEGRAM Dan CHANNEL WHATSAPP