Ambon,Kapatanews.com – Sembilan armada laut milik Perusahan Daerah Panca Karya yang dijanjikan beroprasi pada Maret 2026 oleh Dirut PD Panca Karya, Rany Tualeka guna menunjang transportasi laut jelang Idul Fitri ternyata hanya omong kosong belaka, pasalnya sampai berakhirnya Idul Fitri hanya dua buah kapal yang melayani masyarakat yaitu : KMP Sardinela dan KMP Tanjung Kuako yang melayani rute Hunimua-Wapirit, sedangkan 7 armada lainnya yaitu : KMP Bahtera Nusantara 02, KMP Tatihu, KMP Bandaleon, KMP Teluk Ambon, KMP Lori Amar dan KMP Tanjung Sole tidak menunjukan akan kembali beroprasi seperti yang dijanjikan Tualeka dalam pernyataan persnya itu.
Sikap inkonsistensi Tualeka dalam memberikan pernyataan ke publik dinilai asbun dan tidak konsisten serta membohongi publik Maluku, dimana Tualeka dalam memberikan pernyataan pers tidak memperhitungan seberapa besar kerusakan, waktu perbaikan dan hal teknis lainnya yang bisa saja mempengaruhi proses perbaikan kapal
Sekretaris KNPI Maluku Almendes Falentino Syauta, kepada media ini Senin (23/3/2026) mengecam keras apa yang disampaikan Tualeka tersebut, tidak terbukti kebenarannya. Ini pembohongan publik, ucapnya
Dirinya mengatakan dalam catatan kami ada dua hal dalam pernyataan Pers Dirut PD Panca Karya yang kami anggap telah membohongi publik Maluku jelang Ramadhan dan Idul Fitri :
Pertama : Pada tanggal 31 Januari 2026 dimana saat selesainya peresmian Kantor PD Panca Karya oleh Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa, Tualeka yang di temani oleh jajaran Direksi Lainnya di hadapan awak media menjanjikan bahwa KMP Bahtera Nusantara 02 akan kembali beroprasi pada bulan Februari guna menunjang layanan transportasi laut jelang bulan suci Ramdhan dan Idul Fitri
Kedua : Pada tanggal 12 Februari 2026, Tualeka di hadapan media juga mengatakan dalam bulan ini (Februari) armada yang aktif akan terus bertambah dimana proses perbaikan dan pemenuhan standar kelayakan telah selesai dikerjakan sehingga di bulan Maret nanti ada 9 Kapal yang sudah siap dan bisa melayani lintasan

Kami menilai ke dua pernyataan Pers Tualeka ini, sesungguhnya sebuah bentuk kebohongan dan pembodohan bagi masyarakat Maluku. Mestinya selaku Dirut, Tualeka harus mempertimbangkan banyak hal sebelum memberikan peryataaan pers, apalagi hal tersebut berhubungan dengan esensi pelayanan publik,ucap Almendes.
Ia menilai Tualeka saat memberikan pernyataan pers lebih banyak mencitrakan diri seolah-olah PD Panca Karya telah mengalami progres yang luar biasa, padahal pengamatan kami kinerja Tualeka biasa-biasa saja. Dirinya menilai sejauh ini kami belum menemukan kemampuan managerial dan Visi Tualeka dalam memimpin PD Panca Karya
” Dengan gambaran kondiisi PD Panca Karya saat ini yang tidak sesuai dengan ekspetasi seperti disampaikan oleh Tualeka, kami meminta selaku Direktur Utama , Tualeka harus meminta maaf secara terbuka kepada masyarakat Maluku, Lebih baik diam dan kerja dari pada banyak ngomong tapi tidak memiliki hasil apapun. dan kami tegaskan jangan pernah lakukan pembodohan bagi rakyat Maluku” tegas Almendes
Banyak hal yang kami temukan dalam kepemimpinan Tualeka yang mesti harus dibenahi secara baik, misalnya soal administrasi kami menemukan banyak surat penting yang harus ditandatangani secepatnya malah didiamkan berbulan-bulan. Ini kan arogansi kepemimpinan Tualeka yang harus dihilangkan dan tidak boleh dibiarkan terjadi terus menerus di PD Panca Karya
Sekretaris KNPI Maluku ini berharap, Tualeka harus segera memperbaiki karakter kepemimpinanya dan kami akan terus memantau kinerjanya selama setahun,jika tidak ada progres yang signifikan maka sebagai organisasi kepemudaan kami akan meminta Gubernur Maluku untuk mengevaluasi yang bersangkutan dari jabatannya (KN-03)





