Tiakur,Kapatanews.com – Pemerintah Desa Solath, Kecamatan Kepulauan Roma, Kabupaten Maluku Barat Daya, menggelar musyawarah desa untuk memperkuat komitmen bersama dalam melindungi dan mengelola sumber daya laut Pulau Roma secara berkelanjutan, Selasa (30/6/2026).
Musyawarah yang berlangsung di Balai Desa Solath itu dihadiri Camat Kepulauan Roma, perangkat desa, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), Cabang Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Maluku GP XII, Yayasan Blue Alliance Indonesia, Koordinator Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Kepulauan Roma, Pos Angkatan Laut Kepulauan Roma, Babinsa, tokoh adat, tokoh agama, Kelompok Masyarakat Pengawas (Pokmaswas), Angkatan Muda Gereja Protestan Maluku (AMGPM), Karang Taruna, serta masyarakat Desa Solath.
Kepala Desa Solath, Osorio A.H. Johanz, dalam sambutannya mengatakan Pulau Roma memiliki potensi sumber daya laut yang besar, namun menghadapi berbagai ancaman akibat praktik pemanfaatan yang tidak berkelanjutan, termasuk penggunaan bahan peledak oleh nelayan dari luar daerah.
”Laut Pulau Roma memiliki potensi yang besar, tetapi manfaatnya belum dirasakan secara optimal karena masih adanya praktik penangkapan ikan yang merusak. Karena itu, diperlukan komitmen bersama untuk menjaga dan melestarikannya,” kata Osorio.
Sementara itu Camat Kepulauan Roma, Fredy K. Dadiara, mengapresiasi inisiatif Pemerintah Desa Solath yang dinilai menjadi salah satu langkah awal pengelolaan sumber daya pesisir dan laut berbasis masyarakat di wilayah Kepulauan Roma.
”Saya mengapresiasi langkah Desa Solath yang berinisiatif menjaga lautnya sendiri. Semoga dapat menjadi inspirasi bagi desa-desa lainnya,” ujarnya.
Pulau Roma merupakan salah satu kawasan dengan keanekaragaman hayati laut yang tinggi di Kabupaten MBD. Perairannya menjadi habitat berbagai megafauna laut, seperti paus, lumba-lumba, hiu, dan dugong, serta memiliki terumbu karang yang menopang kehidupan masyarakat yang bergantung pada komoditas laut bernilai ekonomi, seperti lola, batulaga, dan teripang.
Pada kesempatan tersebut Perwakilan Yayasan Blue Alliance Indonesia, Zikri Ulhaq, mengatakan keberlanjutan pemanfaatan sumber daya laut di Pulau Roma selama ini didukung oleh kearifan lokal berupa sasi yang berperan menjaga kelestarian sumber daya dan keseimbangan ekosistem.
Namun, masyarakat mengungkapkan hasil pemanfaatan lola dan batulaga terus menurun dalam beberapa tahun terakhir. Kondisi tersebut diduga dipengaruhi praktik pencurian saat masa penutupan sasi serta aktivitas penangkapan ikan yang merusak ekosistem laut.
Dalam musyawarah, peserta juga mengidentifikasi sejumlah tantangan, antara lain masih terbatasnya pemahaman masyarakat mengenai pengelolaan sumber daya laut berkelanjutan, keterbatasan sarana transportasi, ketersediaan bahan bakar, serta minimnya peralatan pendukung bagi aparat dan kelompok pengawas.
Melalui forum tersebut, seluruh peserta sepakat memperkuat koordinasi antara pemerintah desa, masyarakat, aparat penegak hukum, Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Maluku, serta Yayasan Blue Alliance Indonesia dalam mendukung pengelolaan kawasan laut yang berkelanjutan.
Sebagai tindak lanjut, peserta menyepakati tujuh komitmen bersama, yakni pelestarian sumber daya laut, peningkatan edukasi masyarakat, penguatan kembali praktik sasi, pengembangan sistem pengawasan berbasis masyarakat, pemutakhiran data sumber daya laut, pengembangan ekonomi berkelanjutan, serta integrasi hasil musyawarah ke dalam perencanaan pembangunan desa.
”Kami berharap komitmen yang telah disepakati dapat diwujudkan melalui langkah nyata sehingga kelestarian sumber daya laut Pulau Roma, khususnya di Desa Solath, dapat terus terjaga,” kata Osorio.(*)
Musyawarah Desa Solath Perkuat Komitmen Pengelolaan Bersama Sumber Daya Laut Pulau Roma



