Place Your Ad
Place Your Ad
Place Your Ad
BeritaPolitik

Akademisi : Dinamika BerGolkar Itu Unik, DPP Itu Dewa, PK PG Kota Ambon Harus Bijak Menyikapi Musda

×

Akademisi : Dinamika BerGolkar Itu Unik, DPP Itu Dewa, PK PG Kota Ambon Harus Bijak Menyikapi Musda

Sebarkan artikel ini

Ambon,Kapatanews.com –  Dinamika Partai Golkar Pasca Penunjukan Ely Toisuta sebagai PLT Ketua Golkar Kota Ambon, terasa begitu dinamis dan diyakini kepemimpinanya akan meningkatkan Electoral  Golkar Maluku kususnya Golkar Kota Ambon. Sebagai Wakil Walikota ,pengaruh ekor jasnya akan sangat berdampak bagi popularitas dan elektabilats Golkar Kota Ambon dalam menghadapai agenda politik di tahun 2029 dan 2031

Hal ini disampaikan oleh Akademisi UKIM Ambon,Dr. Hobart.W.Soselisa,S.Sos, M.Si kepada media ini, Senin (22/6/2026) saat diminta tanggapannya terkait dinamika Rapat Pleno Golkar Kota Ambon 19 Juni 2026

Menurutnya, adalah hal yang hiasa jika dalam rapat internal ada memiliki perbdaan pandangan dalam mengartikulasikan persoalan yang terjadi. Tetapi perbedaan cara pandang itu, tidak bisa dijadikan alasan untuk membenarkan asumsi yang kita miliki,  ucapnya.

 

Tupoksi Bidang Organisasi

Sebagai bidang yang merumuskan kebijakan , mengelola organisasi, kaderisasi dan mengkoordinasikan seluruh program kerja internal Partai , Bidang kepartaian menjadi motor penggerak utama roda organisasi agar berjalan efektif sesuai AD/ART Partai.

Secara terstruktur Tupoksi Bidang Kepartaian meliputi ; Konsolidasi dan Pembinaan Organisasi- Pendidikan Politik dan Kaderisasi- Penglolaan Keanggotaan dan Supervisi.

 

Kehadiran Korbid Kepartain Tidak Bisa Di Perdebatkan

Rapat yang dipimpin oleh PLT  Kota Ambon, Ely Toisuta yang didampingi Oleh Korbid Kepartain, Richard Rahakbauw (RR) dengan agenda penyampaian surat DPP tentang PLT Golkar Kota Ambon adalah hal yang lumrah dan biasa saja dan tidak perlu dijadikan masalah di ruang publik oleh para Pimpinan Kecamatan ataupun pengurus.

Perlu di pahami bersama dalam sistim Kepartaian kita, asas ” Sentralistik” tetap berlaku di semua Partai. Kehadiran Korbid Kepartaian dalam rapat satu tingkat dibawahnya adalah sebuah kewajiban karena bersifat “Supervisi”, tegas Soselisa

Apa yang di sampaikan oleh PLT, kehadiran Korbid Kepartaian adalah  mewakili Ketua DPD Provinsi Maluku, selaku kader harus menerima bukan untuk dipermasalahkan.

Tanpa arahan dari Pimpinan Partai pun, dalam jabatan dan kapasitasnya itu dirinya berhak hadir tanpa diundang ataupun tidak  karena tupuksinya  itu mewajibkannya untuk melakukan pendampingan dan supervisi, apalagi Golkar Kota Ambon ada dalam masa transisi menuju pelaksanaan Musda

 

Transisi Kepemimpinan

Dikatakan oleh Soselisa, para Pimpinan Kecamatan harus lebih bijak dan perlu menyadari sungguh, dalam perspektif politik, Golkar Kota Ambon ada dalam masa transisi kepemimpinan yang harus dibenahi oleh PLT dan perlu pendampingan dari unsur DPD dikarenakan tugas PLT adalah menjalankan Musda.

Apa yang disampaikan oleh Korbid dalam rapat tersebut seperti yang disampaikan oleh media, tidak bisa dilihat sebagai bentuk kecaman atau ancaman tetapi pernyataan tersebut bagian dari mengawal perintah DPP untuk proses Musda Kota Ambon harus berjalan dengan tertib dan aman tanpa ada lagi permasalahan.

” Kita semua tahu terjadinya penundaan MUSDA Golkar Kota Ambon, karena DPP menginginkan kadernya yang ada dalam kekuasan yaitu Elly Toisuta selaku Wakil Walikota sebagai Ketua Difinif  nantinya”

Hal itu dibuktikan dengan dikeluarkannya surat DPP  yang mengangkat Ely Toisuta sebagai PLT Golkar Kota Ambon. Dengan posisi itu maka dalam Musda Golkar Kota Ambon nanti Elly Toisuta mutlak terpilih secara aklamsi

Atas dasar itu sangat wajar Korbid Kepartain melakukan pendampingan dan pengawalan terhadap perintah DPP, untuk melakukan konsolidasi dan mengkordinasikan bahwa Musda harus berjalan dengan aman dan Ely Toisuta itu keinginan DPP

Dengan demikian para pimpinan kecamatan dan pengurus harus bijak dan dewasa dalam menterjemahkan apa yang di sampaikan oleh Korbid Kepartain, jangan dilihat pernyatan tersebut sebagai sebuah ancaman

 

Mengundurkan Diri Atau Di Berhentikan

Dalam praktek Politik dengan sistim ” Sentralistik”  selaku kader Partai kita tidak bisa melawan arus dan kekuatan besar, jika power kita tidak kuat dan belum teruji secara politik. tegas Akdemisi UKIM Ambon ini

Ditegaskan oleh Soselisa , Partai secara kelembagaan akan menghargai kita jika kita memiliki kekuatan politik. Jika kita tidak memilki kekuatan politik, maka pilihan kita hanya 2 yaitu : ” Mengundurkan diri atau Diberhentikan” oleh Partai.

Anomali dalam berpartai seperti ini seringkali terjadi, dengan demikian selaku akademisi, saya memberikan masukan kepada para pimpinan kecamatan untuk lebih bijak dalam berpartai. Tinggalkan egosentris kita terhadap “Patronis” yang salah. jelas Soselisa.

” Jika Kita terlalu keras dalam melawan perintah Partai kemungkinan besar diberhentikan dari Partai sangat terbuka lebar” tegasnya

Dirinya menilai dInamika di Golkar yang sangat unik ini tetap terjaga untuk saling membesarkan. Ia juga berharap Pimpinan Kecamatan untuk selalu menjaga kesolidatan Partai dan berhenti berpolemik di ruang publik.

Partai Golkar Partai besar dan Partai ini tidak akan mengorbankan dirinya secara organisasi hanya untuk kepentingan orang perorang yang belum teruji secara politik, Kita berpartai tetapi nasib kita ditentukan oleh DPP karena mereka adalah Dewanya. tutup Soselisa( KN-01)

 

 

 

 

Ikuti Kami untuk Informasi menarik lainnya dari KAPATANEWS.COM Di CHANNEL TELEGRAM Dan CHANNEL WHATSAPP