Place Your Ad
Place Your Ad
Place Your Ad
BeritaDuan LolatKepulauan Tanimbar

LMAT Bersatu Menyongsong Groundbreaking Blok Masela

×

LMAT Bersatu Menyongsong Groundbreaking Blok Masela

Sebarkan artikel ini

Saumlaki, Kapatanews.com – Langit Saumlaki mulai berangsur teduh ketika jarum jam mendekati pukul 16.00 WIT, Rabu, 1 Juli 2026. Aktivitas di Hotel Villa Bukit Indah perlahan berubah lebih sibuk dibanding hari-hari sebelumnya.

Satu per satu kendaraan memasuki area hotel. Para tamu turun dengan membawa map berisi dokumen dan bahan pembahasan yang telah dipersiapkan sejak beberapa waktu terakhir.

Di lobi hotel, sapaan singkat dan jabat tangan mengawali pertemuan. Wajah-wajah yang hadir berasal dari latar belakang berbeda, tetapi sore itu mereka datang membawa tujuan yang sama.

Mereka kemudian memasuki ruang pertemuan yang telah disiapkan. Kursi-kursi tersusun rapi menghadap meja utama, sementara sejumlah dokumen telah diletakkan pada tempat masing-masing.

Pertemuan tersebut mempertemukan Lembaga Masyarakat Adat Tanimbar (LMAT), perwakilan INPEX, beserta Satuan Tugas (Satgas) Proyek Strategis Nasional (PSN) Blok Masela dalam satu forum koordinasi.

Agenda yang dibahas bukan sekadar rapat rutin. Fokus utama diarahkan pada berbagai persiapan menjelang pelaksanaan groundbreaking atau peletakan batu pertama pengembangan Proyek Strategis Nasional Blok Masela.

Bagi Kabupaten Kepulauan Tanimbar, agenda itu memiliki makna yang lebih luas daripada sebuah seremoni pembangunan. Pertemuan tersebut menjadi bagian dari proses menyatukan langkah sebelum dimulainya tahapan penting proyek.

Suasana diskusi berlangsung tenang. Para peserta mengikuti jalannya pembahasan dengan saksama sambil sesekali membuka dokumen yang berada di hadapan mereka.

Tidak terdengar nada tinggi dalam forum itu. Yang mengemuka justru semangat untuk saling mendengarkan dan mencari titik temu atas setiap pembahasan yang berkembang.

Berbagai masukan disampaikan secara bergantian. Setiap peserta memperoleh kesempatan untuk menjelaskan pandangan sesuai peran dan tanggung jawab masing-masing.

Salah satu pokok pembahasan yang mendapat perhatian ialah penyamaan persepsi mengenai lokasi pelaksanaan groundbreaking.

Desa Lermatang direncanakan menjadi lokasi peletakan batu pertama. Kesamaan pemahaman mengenai lokasi dinilai penting agar seluruh tahapan persiapan dapat dilakukan secara terkoordinasi.

Selain aspek lokasi, peserta juga membahas berbagai kesiapan teknis yang diperlukan menjelang pelaksanaan kegiatan.

Koordinasi antara pihak menjadi salah satu perhatian utama. Seluruh peserta sepakat bahwa komunikasi yang baik akan menentukan kelancaran setiap tahapan berikutnya.

Aspek pengamanan juga menjadi bagian dari pembahasan. Pelaksanaan groundbreaking diperkirakan akan menjadi momentum yang menarik perhatian banyak pihak sehingga diperlukan kesiapan yang matang.

Pembahasan mengenai pengamanan dilakukan sebagai bagian dari upaya memastikan seluruh rangkaian kegiatan dapat berlangsung dengan aman, tertib, dan sesuai rencana.

Ketua LMAT, Boy Sanamase, dalam kesempatan tersebut menegaskan pentingnya penghormatan terhadap nilai-nilai adat yang telah hidup dan berkembang di tengah masyarakat Tanimbar.

Menurutnya, hak ulayat masyarakat adat harus tetap menjadi perhatian dalam setiap proses pembangunan yang berlangsung di wilayah tersebut.

Ia juga menyampaikan bahwa keterlibatan masyarakat adat sejak tahap perencanaan hingga pelaksanaan menjadi bagian penting dalam membangun kepercayaan bersama.

Dari pihak INPEX, disampaikan komitmen perusahaan untuk terus membangun komunikasi yang terbuka dengan seluruh pemangku kepentingan.

Perusahaan memandang dialog yang berkelanjutan sebagai salah satu langkah penting agar pengembangan Blok Masela berjalan seiring dengan perhatian terhadap aspek sosial, budaya, dan kelestarian lingkungan.

Sementara itu, perwakilan Satgas PSN Blok Masela, Letkol Inf. Hendra Suryaningrat, S.Sos., menekankan bahwa koordinasi yang solid merupakan modal utama dalam mendukung kelancaran pelaksanaan groundbreaking.

Menurutnya, sinergi antara masyarakat adat, pemerintah, perusahaan, dan seluruh unsur yang terlibat akan memperkuat proses persiapan menuju dimulainya pembangunan.

Menjelang berakhirnya pertemuan, suasana diskusi tetap berlangsung hangat. Kesepahaman yang terbangun selama forum menjadi bekal untuk melanjutkan berbagai tahapan persiapan berikutnya.

Sore perlahan berganti senja ketika para peserta meninggalkan ruang pertemuan. Di balik berkas-berkas yang kembali dibawa pulang, tersimpan harapan agar setiap langkah menuju peletakan batu pertama Blok Masela dapat berjalan melalui komunikasi, musyawarah, penghormatan terhadap masyarakat adat, serta sinergi yang terus dijaga demi pembangunan Kabupaten Kepulauan Tanimbar. (Nik Besitimur)

Ikuti Kami untuk Informasi menarik lainnya dari KAPATANEWS.COM Di CHANNEL TELEGRAM Dan CHANNEL WHATSAPP