Ambon Kapatanews.com – Akademisi UKIM Ambon, Dr Hobarth W. Soselisa,S.Sos,M.Si mendesak pihak Polda Maluku untuk menangkap pelaku pemukulan terhadap korban saat melakukan pawai dalam merayakan kemenangan timnya. Korban diketahui merupakan fans timnas Argentina, dimana saat peristiwa itu terjadi, kedua korban sedang dalam euforia kemenagan tim kesayangannya.
Dalam unggahan video yang beredar oleh akun FB “Wulandariy, terlihat jelas Peristiwa pemukulan tersebut diketahui terjadi saat pawai kemenangan timas Argentina, tepatnya di depan kantor Pertanahan tantui Ambon, Selasa 23 Juni 2026
Terlihat jelas korban sedang melakukan pawai sambil membawa bendera ‘Israel” tiba-tiba salah satu pelaku dengan menggunakan motor langsung merampas bendera dan memukul korban. Tak sampai disitu para pelaku lainnya yang berjumlah 2 orang turut mennghampiri dan memungkul kedua korban
” Peristiwa kekerasan dalam euforia piala dunia ini mestinya tidak terjadi. Menurutnya budaya-budaya kekerasan seperti ini harus bisa diantisipasi oleh pihak keamaanan dengan memberitahukan para fans atau penikmat sepakbola, agar dalam merayakan kemenangan tidak boleh membawa atribut bendera lain selain bendera negara peserta piala dunia: tegasnya
Lebih jauh Soselisa menjelaskan, aksi pawai dengan membawa bendera lain seperti bendera Palestina juga sering terjadi tetapi sejauh ini tidak ada tindakan kekerasan yang terjadi. Hal ini terasa tidak etis jika ada prilaku kekerasan yang dilakukan kepada mereka yang membawa bendera Israel
” Budaya-budaya kekerasan seperti ini tidak perlu terjadi. Kebiasan saat merayakan kemenangan dengan membawa bendera Israel dan Palestina harus segera dihentikan karena akan mengganggu kehiduapnan bersama di daerah ini. Kehidupan bersama yang sudah terjaga dengan baik jangan sampai rusak hanya karena emosional kita yang kuat terhadap sesuatu”jelas Soselisa
Dirinya meminta pihak kepolisian untuk melarang para fans sepakbola untuk tidak membawa bendera Palestina dan Israel saat perayaan kemengan. Ia juga mengaskan jika ditemukan membawa ke dua bendera tersebut pihak kepolisian harus bertindak tegas dengan menyita di tempat ke dua bendera tersebut.
Ia juga mendesak pihak Polda Maluku untuk bergerak cepat menangkap para pelaku pemukulan guna mencegah hal-hal yang bisa saja terjadi ke depan.
“Pihak polda Maluku diminta pro aktif dan gerak cepat saat melihat peristiwa kekerasan seperti ini,jangan menunggu lapaoran atau desakan publik baru bertindak,hal ini penting untuk menjaga kebersamaan kehidupan kita” tutup Soselisa (KN-02)



