Ambon, Kapatanews.com – Dewan Pimpinan Daerah Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (DPD GAMKI) Maluku menyatakan dukungan penuh terhadap rencana pelaksanaan ground breaking Proyek Strategis Nasional (PSN) Kilang Gas Abadi Blok Masela yang dijadwalkan berlangsung pada 15 Juli 2026 dan direncanakan dihadiri oleh Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto bersama Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia.
Agenda tersebut menjadi tonggak penting percepatan pembangunan salah satu proyek energi terbesar di Indonesia yang selama bertahun-tahun dinantikan realisasinya. Dukungan tersebut disampaikan oleh Prof. Dr. Ir. Fransina Latumahina.S. Hut.M.P.IPU.,ASEAN ENG selaku Sekretaris DPD GAMKI Maluku yang juga merupakan dosen Fakultas Pertanian Universitas Pattimura Ambon.
Menurutnya, dimulainya pembangunan Kilang Gas Abadi Blok Masela bukan sekadar seremoni pembangunan infrastruktur energi nasional, tetapi merupakan momentum bersejarah bagi kebangkitan ekonomi Maluku dan kawasan timur Indonesia.
“DPD GAMKI Maluku menyambut baik dan memberikan apresiasi kepada Pemerintah Republik Indonesia di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dan Mentri ESDM, Bapak Bahlil Lahadalia yang memberikan perhatian serius terhadap percepatan pembangunan Proyek Strategis Nasional Kilang Gas Abadi Blok Masela. Proyek ini diharapkan menjadi lokomotif pertumbuhan ekonomi baru yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat Maluku secara berkelanjutan,” ujar Prof. Fransina.
Ia menjelaskan bahwa keberadaan proyek bernilai investasi sangat besar tersebut akan memberikan dampak berganda (multiplier effect) terhadap perekonomian daerah melalui peningkatan investasi, penciptaan lapangan kerja, pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), pertumbuhan sektor jasa, serta peningkatan kualitas infrastruktur di wilayah Maluku. Pemerintah sendiri menargetkan percepatan pengembangan Blok Masela sebagai bagian dari penguatan ketahanan energi nasional.
Namun demikian, DPD GAMKI Maluku mengingatkan bahwa keberhasilan proyek tersebut harus benar-benar dirasakan oleh masyarakat lokal. Karena itu, pemerintah daerah bersama seluruh pemangku kepentingan perlu memastikan bahwa masyarakat Maluku menjadi pelaku utama, bukan sekadar penonton di tanahnya sendiri.
Kepada Pemerintah Propinsi Maluku, DPD GAMKI Maluku berharap agar sejak awal mempersiapkan sumber daya manusia yang kompeten melalui pendidikan vokasi, pelatihan keterampilan, sertifikasi tenaga kerja, serta penguatan kapasitas generasi muda agar mampu bersaing dalam berbagai peluang kerja yang akan tercipta. Selain itu, pemerintah daerah diharapkan memperkuat pemberdayaan UMKM lokal sehingga mampu menjadi bagian dari rantai pasok industri migas, sekaligus menjaga harmonisasi sosial dan kelestarian lingkungan selama proses pembangunan berlangsung.
“Jangan sampai masyarakat lokal hanya menjadi penonton. Pemerintah daerah harus hadir menyiapkan SDM unggul, memperkuat ekonomi kerakyatan, serta memastikan setiap investasi memberikan manfaat yang adil bagi masyarakat Kepulauan Tanimbar dan Maluku secara keseluruhan,” tegas Prof. Fransina.
DPD GAMKI Maluku juga menitipkan harapan besar kepada Pemerintah Republik Indonesia, khususnya Bapak Presiden Prabowo Subianto dan Mentri ESDM, Bapak Bahlil Lahadalia agar pembangunan Blok Masela menjadi pintu masuk percepatan pemerataan pembangunan di Provinsi Maluku.
Menurut GAMKI, kekayaan sumber daya alam yang dimiliki Maluku sudah sepatutnya diikuti dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui pembangunan infrastruktur dasar, peningkatan kualitas pendidikan dan kesehatan, penguatan konektivitas antarpulau, serta kebijakan afirmatif yang berpihak kepada masyarakat kepulauan.
Selain itu, pemerintah pusat diharapkan mendorong peningkatan penggunaan tenaga kerja lokal, memberikan ruang yang luas bagi pengusaha daerah untuk terlibat dalam proyek-proyek pendukung, serta memastikan adanya transfer teknologi dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia sehingga manfaat ekonomi proyek dapat dirasakan dalam jangka panjang.
DPD GAMKI Maluku juga menilai bahwa pengembangan Kilang Gas Abadi Blok Masela harus dilaksanakan dengan tetap mengedepankan prinsip pembangunan berkelanjutan. Aspek perlindungan lingkungan hidup, pemberdayaan masyarakat adat, serta transparansi dalam pengelolaan sumber daya alam harus menjadi perhatian utama agar pembangunan ekonomi berjalan selaras dengan pelestarian ekosistem dan keberlanjutan kehidupan masyarakat pesisir.
Mengakhiri pernyataannya, Prof. Dr. Ir. Fransina Latumahina mengajak seluruh elemen masyarakat Maluku untuk mendukung pembangunan Proyek Strategi Nasional tersebut secara positif dengan tetap mengawal pelaksanaannya agar memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi rakyat.
“Momentum ground breaking Kilang Gas Abadi Blok Masela harus menjadi awal lahirnya era baru pembangunan Maluku. Kami berharap proyek ini benar-benar menghadirkan keadilan ekonomi, membuka lapangan pekerjaan, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta menjadikan Maluku sebagai salah satu pusat pertumbuhan energi nasional yang mampu memberikan kontribusi besar bagi kemajuan Indonesia,” tutupnya (KN-15)


