Place Your Ad
Place Your Ad
Iklan
Berita

KADIN Maluku Apresiasi Kinerja Ekonomi Daerah

×

KADIN Maluku Apresiasi Kinerja Ekonomi Daerah

Sebarkan artikel ini
Foto : Tammat R. Talaohu, Wakil Ketua Umum Koordinasi Perekonomian Kadin Maluku,

Ambon,Kapatanews.com – Kinerja ekonomi Maluku yang tumbuh solid dan semakin baik pada akhir tahun 2025 lalu menjadi tanda bahwa program dan kegiatan pemerintah daerah terus memperkuat visi Maluku sebagai pusat pertumbuhan baru di Indonesia timur.

Ini menjadi hal yang positif dan berita baik, terutama karena saat ini kondisi fiskal daerah sedang menghadapi tekanan karena dampak kebijakan pengetatan anggaran yang diadopsi pemerintah pusat.

Scroll Keatas
Iklan
Scroll Kebawah

Karena itu, Kadin Maluku memberikan apresiasi terhadap pencapaian tersebut. Hal ini dikatakan Wakil Ketua Umum Koordinasi Perekonomian Kadin Maluku, Tammat R. Talaohu, kepada media di Ambon (Selasa, 06/01/2026).

Menurut Talaohu, Perekonomian Maluku menunjukkan tren positif menjelang akhir tahun 2025, dengan pertumbuhan yang semakin kuat didorong sektor utama. Pada triwulan III 2025, ekonomi Maluku tumbuh 4,31 persen (year-on-year), naik dari 3,39 persen di triwulan sebelumnya.

Sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan melonjak 7,94 persen berkat produksi ikan tangkap yang meningkat akibat gelombang laut yang rendah. Perdagangan besar dan eceran juga naik menjadi 5,23 persen, didukung penjualan kendaraan bermotor roda dua hingga 25,51 persen.

Talaohu optimis pertumbuhan tetap positif di triwulan IV 2025, didorong momen Natal dan Tahun Baru yang meningkatkan konsumsi rumah tangga serta perdagangan. Ekspor ikan, udang, rempah-rempah, dan perhiasan permata turut mendukung, sementara konsumsi masyarakat terdongkrak perayaan lokal seperti HUT Kota Ambon.

Karena itu, Tammat R. Talaohu yang juga adalah seorang analis ekonomi, mengingatkan semua stake holder daerah agar momentum positif ini terus dijaga dengan memperkuat soliditas daerah dan meningkatkan koordinasi antar lembaga serta meningkatkan peran masyarakat dan dunia usaha guna menjadikan Maluku semakin kondusif bagi aktivitas investor serta aktivitas penanaman modal.

“Kita harus sadar bahwa selama puluhan tahun Maluku telah dianggap sebagai daerah yang tidak wellcome terhadap investor. Infrastrukturnya sangat terbatas menyebabkan masalah rendahnya konektivitas dan biaya tinggi, birokrasinya terutama di kabupaten/kota tidak efisien sehingga pelaku usaha terhalang dari keputusan investasi strategis, dan dukungan masyarakat sangat minim sehingga kerap terjadi pertentangan kepentingan antara investor dan warga lokal”

Ini sangat tidak sehat bagi perekonomian lokal. Tetapi saat ini, dibawah kepemimpinan Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa, tantangan tersebut secara bertahap ditangani secara efektif dan berbagai kebijakan daerah diadopsi untuk menjadikan Maluku kian linier dengan kepentingan bisnis.

Ini visi yang progresif dan dampaknya terhadap perekonomian daerah sudah terlihat dari mulai membaiknya beberapa indikator makro ekonomi daerah. Ini momentum yang harus kita jaga dan terus didorong untuk mewujudkan visi mewujudkan Maluku sebagai pusat pertumbuhan baru di Indonesia timur,”ulas Talaohu.

Talaohu yang banyak memberikan ulasan terkait pembangunan daerah memproyeksikan bahwa perekonomian Maluku pada 2026 ini masih akan tumbuh solid dan terkonsolidasi dengan baik, mengingat ruang fiskal yang tersedia dari ditempuhnya kebijakan pinjaman dari PT. SMI serta visi dan kebijakan pemerintah daerah yang semakin selaras dengan kepentingan dunia usaha.

Selain itu, peran aktif yang dijalani Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa, dalam mendorong di impelementasikannya RUU Daerah Kepulauan menjadi insentif strategis ketika peran dan daya tawar Maluku makin diperhitungkan pemerintah pusat.(KN-02)

Ikuti Kami untuk Informasi menarik lainnya dari KAPATANEWS.COM Di CHANNEL TELEGRAM Dan CHANNEL WHATSAPP