Place Your Ad
Place Your Ad
Iklan
Berita

Kelangkaan Beras Bulog di Saumlaki Picu Pertanyaan Publik

×

Kelangkaan Beras Bulog di Saumlaki Picu Pertanyaan Publik

Sebarkan artikel ini

Pantauan lapangan menemukan beras SPHP Bulog sulit ditemukan di sejumlah kios di Saumlaki. Penelusuran redaksi mengarah pada proses reaktivasi sistem distribusi KlikSPHP yang diduga mempengaruhi pasokan menjelang hari raya.

Scroll Keatas
Iklan
Scroll Kebawah

Saumlaki, Kapatanews.com – Menjelang perayaan Idul Fitri, kebutuhan bahan pokok masyarakat di Kota Saumlaki, Kabupaten Kepulauan Tanimbar, biasanya meningkat secara signifikan. Berbagai komoditas pangan mulai diburu warga untuk memenuhi kebutuhan keluarga menjelang hari raya.

Namun pada tahun ini, masyarakat dihadapkan pada situasi yang tidak biasa. Salah satu bahan pokok yang paling banyak dicari, yakni beras Bulog jenis Stabilitas Pasokan dan Harga Pangan (SPHP), justru sulit ditemukan di sejumlah titik penjualan di kota Saumlaki.

Pantauan Kapatanews pada Senin (16/3/2026) menunjukkan bahwa sejumlah kios sembako yang biasanya menjual beras SPHP tampak tidak memiliki stok. Kondisi ini memunculkan tanda tanya di kalangan masyarakat mengenai penyebab terbatasnya pasokan beras tersebut di pasaran.

Beras SPHP merupakan salah satu program pemerintah yang dirancang untuk menjaga stabilitas harga pangan di masyarakat. Program ini dijalankan melalui Perum Bulog dengan tujuan memastikan masyarakat tetap dapat mengakses beras dengan harga yang relatif terjangkau.

Di banyak daerah, termasuk Kabupaten Kepulauan Tanimbar, beras SPHP menjadi pilihan utama masyarakat berpenghasilan rendah hingga menengah. Harga yang lebih stabil dibandingkan beras komersial menjadikannya komoditas penting dalam menjaga ketahanan pangan rumah tangga.

Khusus menjelang hari besar keagamaan seperti Idul Fitri, permintaan terhadap beras SPHP biasanya meningkat. Hal ini terjadi karena banyak keluarga menyiapkan kebutuhan pangan tambahan untuk merayakan hari raya bersama kerabat dan keluarga.

Namun berdasarkan hasil pemantauan redaksi di sejumlah kios sembako di Kota Saumlaki, pasokan beras tersebut terlihat tidak tersedia seperti biasanya. Beberapa pedagang bahkan mengaku sudah cukup lama tidak menerima distribusi baru dari jaringan penyalur.

Situasi ini membuat masyarakat mulai mempertanyakan apakah terjadi gangguan dalam sistem distribusi beras Bulog di wilayah tersebut.

Hasil penelusuran Kapatanews menunjukkan bahwa terbatasnya ketersediaan beras SPHP di Saumlaki diduga berkaitan dengan proses administrasi distribusi yang sedang berlangsung di internal sistem Bulog.

Beberapa pedagang sembako yang biasa menjadi mitra penyalur menyebutkan bahwa mereka belum dapat kembali menyalurkan beras SPHP karena masih menunggu proses aktivasi dalam sistem distribusi digital yang digunakan Bulog.

Sistem tersebut dikenal dengan nama aplikasi KlikSPHP, yang berfungsi untuk mengatur distribusi beras SPHP kepada para mitra penyalur di berbagai daerah.

Sejumlah sumber yang mengetahui mekanisme distribusi tersebut menyebutkan bahwa proses aktivasi akun dalam sistem tersebut menjadi salah satu syarat utama agar mitra penyalur dapat kembali memperoleh pasokan beras dari Bulog.

Dalam situasi di Saumlaki, beberapa mitra penyalur disebut masih berada dalam tahap pengajuan dan verifikasi akun sehingga distribusi beras belum berjalan optimal.

Kondisi ini diduga berdampak langsung pada ketersediaan beras SPHP di tingkat kios dan pengecer di masyarakat.

Berdasarkan informasi yang dihimpun redaksi, aplikasi KlikSPHP merupakan platform digital yang digunakan Bulog untuk memantau dan mengendalikan distribusi beras SPHP secara lebih transparan dan terdata.

Melalui sistem tersebut, setiap mitra penyalur diwajibkan memiliki akun yang aktif agar dapat melakukan pemesanan dan penyaluran beras kepada masyarakat.

Namun dalam proses implementasinya, tidak semua mitra penyalur dapat langsung mengaktifkan akun mereka secara bersamaan. Proses verifikasi administrasi dan pengajuan akun harus dilakukan terlebih dahulu melalui sistem Bulog pusat.

Dalam kondisi tertentu, proses tersebut dapat memerlukan waktu sehingga distribusi beras ke daerah-daerah tertentu menjadi terbatas untuk sementara waktu.

Situasi ini diduga turut memengaruhi distribusi beras SPHP di Kabupaten Kepulauan Tanimbar.

Kepala Asisten Manajer Pelayanan Publik Kantor Bulog Tual, Rio, membenarkan bahwa proses reaktivasi akun mitra penyalur dalam aplikasi KlikSPHP masih berlangsung di wilayah Saumlaki.

“Untuk mitra-mitra kami di Saumlaki sementara masih proses reaktivasi untuk aplikasi KlikSPHP,” kata Rio saat dikonfirmasi Kapatanews.

Ia menjelaskan bahwa sebagian mitra penyalur telah kembali aktif dalam sistem tersebut, sementara sebagian lainnya masih berada dalam tahap pengajuan dan verifikasi.

“Sebagian mitra sudah aktif akunnya di KlikSPHP, sebagian masih proses pengajuan ke Bulog pusat,” ujarnya.

Menurut Rio, proses reaktivasi tersebut tidak hanya terjadi di wilayah Saumlaki, tetapi juga berlangsung secara nasional.

“Reaktivasi berlangsung untuk seluruh Indonesia, sehingga baru sebagian yang terkonfirmasi. Harap maklum,” katanya.

Kapatanews telah meminta penjelasan lebih lanjut kepada pihak Bulog terkait kemungkinan dampak proses reaktivasi sistem terhadap distribusi beras SPHP di daerah.

Pihak Bulog menyatakan bahwa proses tersebut merupakan bagian dari penyesuaian sistem distribusi nasional dan diharapkan dapat meningkatkan pengawasan terhadap penyaluran beras kepada masyarakat.

Jika distribusi beras SPHP tidak segera kembali normal, kondisi ini berpotensi mempengaruhi stabilitas harga beras di tingkat masyarakat. Keterbatasan pasokan dapat mendorong masyarakat beralih ke beras komersial yang harganya lebih tinggi.

Situasi tersebut tentu dapat berdampak pada beban pengeluaran rumah tangga, khususnya bagi masyarakat dengan pendapatan terbatas.

Temuan ini menunjukkan bahwa sistem distribusi pangan yang efektif sangat penting untuk menjaga stabilitas pasokan bahan pokok. Transparansi dan kelancaran distribusi menjadi kunci agar kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi, terutama menjelang hari raya. (KN-07)

Ikuti Kami untuk Informasi menarik lainnya dari KAPATANEWS.COM Di CHANNEL TELEGRAM Dan CHANNEL WHATSAPP