Saumlaki, Kapatanews.com – Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (FSBSI) Kabupaten Kepulauan Tanimbar menggelar syukuran memperingati Hari Buruh Internasional, Kamis, 1 Mei 2026, di Saumlaki tanpa aksi unjuk rasa atau mogok kerja.
Kegiatan tersebut dihadiri pengurus dan anggota FSBSI serta perwakilan unsur TNI-Polri dan masyarakat setempat. Acara berlangsung dalam bentuk doa bersama, ramah tamah, dan diskusi mengenai kondisi serta kesejahteraan buruh di daerah.
Pilihan tidak melakukan demonstrasi diambil organisasi buruh tersebut sebagai langkah menjaga stabilitas keamanan daerah. FSBSI menilai momentum peringatan Hari Buruh tetap dapat dimaknai melalui pendekatan dialogis dan kegiatan yang kondusif.
Tema kegiatan yang diusung adalah “Kita Kuat Karena Bersatu Suarakan Hak Lawan Ketidakadilan.” Tema ini menjadi landasan diskusi internal terkait aspirasi buruh dan langkah memperjuangkan kesejahteraan pekerja secara berkelanjutan.
Ketua DPC FSBSI Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Petrus Batkunde, menjelaskan keputusan organisasi tidak menggelar aksi di jalan. Ia menyebut langkah tersebut sebagai bentuk tanggung jawab menjaga situasi keamanan daerah.
“FSBSI tetap menghormati dan mendukung pemerintah serta instansi TNI-Polri. Karena itu, bertepatan dengan Hari Buruh Internasional hari ini, kami tidak menggelar kegiatan dalam bentuk aksi apapun,” kata Petrus Batkunde, Ketua DPC FSBSI.
Menurut Batkunde, peringatan Hari Buruh tetap memiliki makna penting meski tanpa demonstrasi. Ia menegaskan bahwa perjuangan buruh tidak selalu dilakukan melalui aksi massa, tetapi juga melalui komunikasi dan dialog konstruktif.
Ia menambahkan, pendekatan dialog dinilai lebih efektif dalam membangun hubungan antara buruh, pemerintah, dan pemangku kepentingan lainnya. Dengan demikian, aspirasi pekerja tetap dapat disampaikan secara tertib dan terukur.
“Langkah ini kami ambil demi menjaga keamanan dan ketertiban daerah tercinta Bumi Duan-Lolat,” ujar Batkunde menambahkan. Ia menegaskan organisasi tetap memprioritaskan kepentingan bersama di tengah kondisi sosial ekonomi yang berkembang.
Dalam kegiatan tersebut, peserta juga mengikuti diskusi ringan mengenai isu upah layak dan perlindungan tenaga kerja. Diskusi berlangsung secara terbuka dengan melibatkan berbagai pandangan dari anggota yang hadir.
Batkunde juga mengajak seluruh elemen tenaga kerja di wilayah tersebut untuk terus menjaga solidaritas. Ia menekankan pentingnya persatuan dalam menghadapi tantangan ekonomi dan dinamika dunia kerja saat ini.
“Mari kita bawa perubahan yang baik untuk Tanimbar ke depan. Sekaligus kami sampaikan selamat Hari Ulang Tahun Serikat Buruh Internasional,” kata Batkunde dalam sambutannya kepada peserta kegiatan.
Selain pengurus FSBSI, kegiatan tersebut turut dihadiri perwakilan Polres Kepulauan Tanimbar melalui Kanit Intel. Kehadiran aparat keamanan disebut sebagai bentuk dukungan terhadap kegiatan yang berlangsung secara tertib.
Perwakilan Kodim 1507/Saumlaki juga hadir dalam kegiatan tersebut bersama unsur TNI lainnya. Kehadiran mereka mencerminkan sinergi antara organisasi buruh dan aparat dalam menjaga stabilitas wilayah.
Perwakilan dari Lanud Ignatius Dewanto Saumlaki turut mengikuti kegiatan hingga selesai. Selain itu, hadir pula tokoh masyarakat setempat termasuk Ketua RT 15 Sifnana dan sesepuh organisasi buruh di daerah tersebut.
Kegiatan berlangsung dalam suasana kondusif tanpa adanya gangguan keamanan. Seluruh rangkaian acara berjalan sesuai agenda yang telah disusun oleh panitia penyelenggara sejak awal peringatan Hari Buruh.
FSBSI menyatakan bahwa kegiatan syukuran ini bukan berarti mengurangi komitmen dalam memperjuangkan hak buruh. Organisasi tetap berupaya menyuarakan kepentingan pekerja melalui jalur yang dianggap efektif dan bertanggung jawab.
“Dialog bukan berarti diam. Kami akan tetap kawal isu upah layak melalui berbagai jalur,” kata Batkunde menegaskan komitmen organisasi dalam memperjuangkan kesejahteraan buruh di Kabupaten Kepulauan Tanimbar.
Ia menyebutkan, organisasi akan terus melakukan komunikasi dengan pemerintah daerah dan pihak terkait. Upaya tersebut dilakukan guna mencari solusi terhadap berbagai persoalan ketenagakerjaan yang dihadapi pekerja.
Selain itu, FSBSI juga membuka ruang diskusi dengan pelaku usaha. Hal ini dimaksudkan untuk menciptakan hubungan industrial yang harmonis dan saling menguntungkan antara pekerja dan pengusaha.
Sejumlah peserta kegiatan menyampaikan harapan agar kesejahteraan buruh semakin diperhatikan. Mereka menilai forum seperti ini dapat menjadi sarana menyampaikan aspirasi secara langsung dan terbuka.
FSBSI juga berencana melanjutkan kegiatan serupa di waktu mendatang. Agenda tersebut akan difokuskan pada peningkatan kapasitas anggota serta advokasi kebijakan yang berkaitan dengan perlindungan tenaga kerja.
Dalam kesempatan tersebut, tidak terdapat laporan aksi demonstrasi dari FSBSI di wilayah Kabupaten Kepulauan Tanimbar. Seluruh kegiatan difokuskan pada pendekatan internal organisasi dan komunikasi lintas pihak.
Pihak kepolisian setempat belum memberikan pernyataan resmi terkait kegiatan tersebut. Namun, kehadiran perwakilan aparat dalam acara menunjukkan situasi keamanan yang tetap terjaga selama kegiatan berlangsung.
Data yang dihimpun menunjukkan bahwa kegiatan berjalan aman hingga selesai. Tidak terdapat gangguan ketertiban umum selama pelaksanaan syukuran Hari Buruh Internasional di wilayah Saumlaki tersebut.
Peringatan Hari Buruh di Kabupaten Kepulauan Tanimbar tahun ini berlangsung berbeda dibanding sejumlah daerah lain. Namun, kegiatan tersebut tetap menjadi bagian dari momentum refleksi bagi pekerja di wilayah tersebut. (KN-07)


