Place Your Ad
Place Your Ad
Iklan
Berita

Oknum Kader GMKI Ambon Picu Chaos Pelantikan, Libatkan Orang Luar dan Kader Cabang Lain : Isu PCPS Bergema Di Tengah Aksi Protes

×

Oknum Kader GMKI Ambon Picu Chaos Pelantikan, Libatkan Orang Luar dan Kader Cabang Lain : Isu PCPS Bergema Di Tengah Aksi Protes

Sebarkan artikel ini

Ambon, Kapatanews.com – Prosesi pelantikan Badan Pengurus Cabang (BPC) Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Cabang Ambon yang dijadwalkan berlangsung di Gereja Silo, Senin (16/3/2026) malam, justru berubah menjadi ajang kericuhan akibat ulah sejumlah oknum kader yang melakukan aksi penolakan secara tidak terkontrol.

Alih-alih menyampaikan kritik melalui mekanisme organisasi yang lazim, sejumlah oknum kader memilih cara yang jauh dari kesan intelektual. Mereka datang membawa spanduk penolakan, melontarkan makian, hingga memancing ketegangan di lokasi kegiatan.

Scroll Keatas
Iklan
Scroll Kebawah

Situasi semakin memanas ketika seorang kader dari Komisariat Ekonomi UKIM, Bill Clinton Dumgair alias Eki, tiba-tiba berjalan masuk ke dalam gedung gereja tempat pelantikan berlangsung.

Langkah tersebut langsung memicu reaksi dari berbagai pihak di lokasi. Aparat kepolisian yang berjaga pun bergerak cepat mengejar yang bersangkutan hingga ke dalam gedung gereja untuk mengendalikan situasi yang mulai tidak terkendali.

Sejumlah saksi di lokasi menyebut, kericuhan tersebut bukan hanya melibatkan kader GMKI, tetapi juga beberapa orang dari luar organisasi yang disebut ikut hadir setelah diajak oleh oknum kader yang memimpin aksi.

“Yang datang tidak semuanya kader GMKI. Ada juga yang diajak dari luar, bahkan dari satu kampung dengan mereka. Jumlahnya juga sebenarnya tidak banyak,” ujar salah satu sumber di lokasi.

Ironisnya, setelah agenda pelantikan akhirnya batal digelar akibat situasi yang tidak kondusif, sejumlah oknum yang memicu kericuhan justru terlihat bangga dengan hasil tersebut.

“Mereka seperti bangga karena pelantikan batal. Seolah-olah kekacauan itu adalah sebuah keberhasilan,” kata sumber tersebut.

Lebih jauh, ketika diminta menjelaskan dasar protes yang mereka sampaikan, para oknum kader itu disebut tidak mampu memberikan penjelasan yang jelas maupun rasional. Argumen yang disampaikan dinilai tidak memiliki landasan yang kuat, bahkan terkesan asal bicara.

Isu yang diangkat juga dinilai tidak fokus. Persoalan yang seharusnya berkaitan dengan struktur BPC GMKI Cabang Ambon justru melebar ke hal lain, termasuk menyinggung persoalan PCPS atau Pengurus Cabang Perkumpulan Senior GMKI yang tidak memiliki kaitan langsung dengan agenda pelantikan tersebut.

“Yang dibahas harusnya soal BPC, tapi malah bawa-bawa urusan PCPS. Ini kan jelas tidak nyambung,” ujar sumber tersebut.

Tudingan mengenai adanya pengurus yang tidak memiliki rekomendasi komisariat juga disebut tidak pernah dijelaskan secara rinci oleh pihak yang melakukan aksi. Ketika diminta menunjukkan bukti atau menyebutkan secara jelas siapa yang dimaksud, mereka tidak mampu memberikan penjelasan yang faktual.

“Bicara soal rekomendasi komisariat, tapi ketika ditanya detailnya tidak bisa menjelaskan. Aturannya juga tidak dipahami dengan baik, tapi sudah terlanjur bicara keras bahkan sampai memaki,” tambahnya.

Kericuhan ini juga semakin disorot karena adanya dugaan keterlibatan kader dari cabang lain. Mantan Pengurus Pusat GMKI periode 2022–2024, Barken Rahayaan, yang juga diketahui merupakan mantan Ketua Cabang GMKI Tual, disebut turut berada di lokasi dan ikut dalam dinamika yang memanas tersebut.

Dalam situasi itu, Barken bahkan disebut menyampaikan bahwa tidak ada pihak yang bisa menghalangi mereka serta menyatakan dirinya siap bertanggung jawab jika terjadi sesuatu di Gereja Silo.
Pernyataan tersebut memicu kritik dari sejumlah kader GMKI karena dinilai tidak etis.

“Pertanyaannya sederhana, dia kader cabang mana? Kalau dari Tual, kenapa harus ikut campur urusan rumah tangga cabang Ambon? Apalagi dia hanya mantan pengurus pusat. Secara etika organisasi ini jelas tidak pantas,” ujar sumber tersebut.

Sejumlah pihak menilai peristiwa ini menjadi ironi bagi organisasi mahasiswa yang selama ini dikenal menjunjung tinggi intelektualitas, dialog, dan etika berorganisasi.

Peristiwa ini dinilai sebagai tindakan yang tidak etis dan tidak pantas dalam tradisi berorganisasi GMKI yang menjunjung tinggi intelektualitas serta etika dialog. Aksi yang dilakukan tidak hanya mencederai marwah organisasi, tetapi juga menunjukkan sikap yang tidak dapat dipertanggungjawabkan karena para oknum kader tersebut tidak mampu menjelaskan secara jelas dasar maupun tujuan dari kritik yang mereka sampaikan. Situasi ini dinilai menjadi refleksi penting bagi seluruh elemen organisasi untuk kembali menegaskan komitmen terhadap etika, mekanisme dialog, serta tradisi intelektual yang selama ini menjadi jati diri GMKI.(KN-05)

Ikuti Kami untuk Informasi menarik lainnya dari KAPATANEWS.COM Di CHANNEL TELEGRAM Dan CHANNEL WHATSAPP