Dikenal sebagai Alelyaman Refwalu, Letkol Inf Hendra Suryaningrat Diakui Masyarakat Adat Seira Duan Lolat atas Pengabdian Nyata, Konsisten, dan Berkelanjutan dalam Kehidupan Sosial serta Pembangunan di Kepulauan Tanimbar
Saumlaki, Kapatanews.com – Sebanyak 138 personel Brigif TP 39 Nusa Manan tiba di Pelabuhan Saumlaki pada dini hari, Sabtu (22/03/2026), menggunakan KM. Sabuk 34 sebagai bagian dari penguatan wilayah perbatasan di Kabupaten Kepulauan Tanimbar secara bertahap dan terukur.
Kedatangan tersebut turut diikuti oleh Letkol Inf Hendra Suryaningrat yang bertugas sebagai pendamping pasukan Brigif 39/Nusa Manan sekaligus menjabat sebagai Kas Brigif 27/Nusa Ini Masohi dalam struktur organisasi TNI Angkatan Darat saat ini.
Proses sandar kapal KM Sabuk 34 berlangsung dalam kondisi aman dan tertib, dengan pengawasan aparat pelabuhan serta unsur keamanan yang memastikan seluruh rangkaian kedatangan berjalan sesuai prosedur yang berlaku di wilayah pelabuhan tersebut.
Sejumlah warga terlihat hadir di area pelabuhan untuk menyaksikan langsung kedatangan personel, mencerminkan perhatian masyarakat terhadap pergerakan pasukan yang akan bertugas di wilayah Kepulauan Tanimbar dalam waktu penugasan ke depan secara berkelanjutan.
Letkol Inf Hendra Suryaningrat dikenal oleh masyarakat setempat dengan nama adat dari Seira adalah Alelyaman Refwalu, yang diberikan sebagai bentuk penerimaan dalam struktur sosial masyarakat adat Duan-Lolat berdasarkan pengabdian yang telah dijalankannya secara berulang dan konsisten.
Pemberian nama adat tersebut, berdasarkan informasi yang dihimpun, merupakan bentuk penghormatan terhadap beliau yang dinilai memiliki kontribusi nyata dan berkelanjutan dalam kehidupan masyarakat di wilayah Tanimbar melalui keterlibatan langsung dalam berbagai kegiatan sosial kemasyarakatan.
Dalam riwayat penugasannya, Letkol Hendra merupakan perwira yang memiliki pengalaman di berbagai wilayah, termasuk keterlibatan dalam satuan di bawah Komando Strategis Angkatan Darat (Kostrad) yang dikenal memiliki karakter tugas operasional dan teritorial yang berimbang.
Ia juga pernah menjabat sebagai Komandan Kodim 1507/Saumlaki, dengan sejumlah program yang dilaksanakan selama masa tugasnya berkaitan dengan pembangunan wilayah, pembinaan masyarakat, serta penguatan sinergi antara aparat dan masyarakat setempat secara terintegrasi.
Program yang dijalankan antara lain kegiatan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) yang melibatkan sinergi antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam pembangunan infrastruktur serta peningkatan kesejahteraan warga secara bertahap dan berkelanjutan.
Selain itu, terdapat pula keterlibatan dalam program penanganan stunting yang dilakukan melalui pendekatan lintas sektor bersama instansi terkait di wilayah Kepulauan Tanimbar sebagai bagian dari upaya peningkatan kualitas kesehatan masyarakat secara menyeluruh.
Prestasi bergengsi yang diraih di antaranya Juara 1 Dansatgas TMMD ke-117 tingkat nasional, Juara 1 Lomba Jurnalis Video Favorit TNI AD, serta Juara 1 Program Penurunan Stunting tingkat pusat, yang secara kolektif menegaskan bahwa dirinya bukan hanya prajurit tempur semata, tetapi juga sosok pemimpin visioner yang mampu mengintegrasikan kekuatan militer dengan pembangunan masyarakat, komunikasi publik yang efektif, serta pengabdian sosial yang berdampak nyata bagi kesejahteraan rakyat.
Informasi internal juga menyebutkan adanya penghargaan berupa Piala Kepala Staf Angkatan Darat yang diberikan sebagai bentuk pengakuan atas pelaksanaan tugas yang dinilai berdampak bagi masyarakat dalam berbagai program pembangunan dan pemberdayaan wilayah secara luas.
Dalam arahannya kepada personel, Letkol Hendra menekankan pentingnya pendekatan teritorial yang mengedepankan komunikasi dan kedekatan dengan masyarakat dalam menjalankan tugas pengamanan wilayah secara profesional dan tetap mengedepankan nilai-nilai kemanusiaan di lapangan.
Pendekatan tersebut dinilai relevan dengan kondisi sosial budaya masyarakat Kepulauan Tanimbar yang memiliki nilai adat dan kearifan lokal sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari yang perlu diperhatikan dalam setiap pelaksanaan tugas aparat keamanan di wilayah tersebut.
Penempatan 138 personel Brigif TP 39 Nusa Manan menjadi bagian dari tahap awal penguatan wilayah, yang selanjutnya akan disesuaikan dengan kebutuhan operasional di lapangan berdasarkan evaluasi situasi keamanan secara berkala oleh pihak terkait.
Kegiatan penjemputan di Pelabuhan Saumlaki turut melibatkan unsur pemerintah daerah, aparat keamanan, serta masyarakat yang menunjukkan adanya koordinasi lintas sektor dalam mendukung stabilitas wilayah serta memperkuat sinergi antar lembaga yang terlibat secara langsung.
Kehadiran personel dan pimpinan satuan saat ini masih dalam tahap konsolidasi awal, termasuk penyesuaian terhadap kondisi geografis serta sosial masyarakat di wilayah penugasan guna memastikan pelaksanaan tugas berjalan efektif dan sesuai dengan karakter wilayah setempat.
Hingga saat ini, seluruh rangkaian kegiatan kedatangan telah berjalan dengan lancar, dan pelaksanaan tugas selanjutnya akan mengikuti arahan komando sesuai dengan situasi serta kebutuhan yang berkembang di wilayah Kepulauan Tanimbar secara dinamis dan berkelanjutan. (KN-07)





