Ambon,Kapatanews.com – Musda Partai Golkar Kota Ambon yang akan berlangsung pada akhir April nanti hampir dipastikan akan menjadi milik Steven Risakotta (SR) ,pasalnya Musda yang sebelumnya diprediksi akan berlangsung sengit tersebut kemungkinan akan berlangsung biasanya saja tanpa persaingan yang berarti.
Wakil Walikota Ambon Ely Toisuta yang diprediksi akan menjadi salah satu kompetitor utama dalam Musda Kota Ambon, sampai detik ini belum memiliki rekomendasi yang signifikan untuk menghadang lajunya pergerakan Risakotta. Satu-satunya peluang srikandi Partai Golkar untuk menjadi Ketua Golkar Kota Ambon adalah dengan mendapatkan ” Diskresi” Ketua Umum tetapi kemungkinan tersebut terasa sulit di dapatkan
Informasi yang berhasil Kapatanews.com dapatkan, dari total 11 suara, Steven Rissakota telah mengantongi 6 rekomendasi pemilik suara sah yaitu 5 Pimpinan Kecamatan – 1 Suara Organisasi sayap (AMPG dan KPPG ), sisa 5 suara sah yang belum menentukan sikap politiknya yaitu 1 suara Ormas mendirikan ( Kosgoro, MKGR, Soksi) – 1 suara Ormas didirikan (AMPI, Al Hidayah, Satkar Ulama) – unsur DPD I – unsur DPD II dan Ketua Dewan Pembina DPD II PG Kota Ambon
Jika kita berandai-andai 5 suara sah sisa tersebut di berikan kepada Toisuta maka perolehan suara Toisuta tidak mampu mengalahkan perolehan suara dari Risakotta. Sangat “Miris” Perjalanan Toisuta sebagai Srikandi terbaik Golkar yang berada dalam kekuasaan ini dikeberi atau tidak dihargai oleh para Kader Partai sendri hanya atas nama kepentingan dan pragmatisme sesaat
Menjadi pertanyaan besar bagi kita semua, apa alasan sebenarnya sehingga 5 Pimpinan Kecamatan tidak ingin mengusung Toisuta yang adalah Wakil Walikota sebagai Calon Ketua Golkar Kota Ambon ? ataukah Lima Pimpinan kecamatan yang ada lebih mementingkan nilai pragmatisme dari pada nilai idiologi dalam Musda Golkar Kota Ambon?
Citra Kader Partai Di Eksekutif Ternodai
Masih ingatkah hai para Kader Partai Golkar, saat dimana Setya Novanto menjadi Ketua Umum , dirinya pernah mengatakan tiga kriteria dasar bagi para kader untuk memimpin partai Golkar yaitu :
1.Mengutamakan Kader Partai yang ada di Eksekutif (Kepala Daerah atau Wakil Kepala Daerah)
2.Mengutamakan Kader Partai yang ada di Legislatif yaitu yang pertama dan utama adalah Anggota DPRD yang menduduki kursi pimpinan dan yang kedua adalah anggota DPRD biasa
3.Mengutamakan Kader Partai yang berprofesi sebagai pengusaha
Tiga kriteria yang dikatakan Setya Novanto ini sesungguhnya berakar dan bertumbuh dari ” Tradsi KeGolkaran” kita yang selalu mengutamakan Kader Partai yang ada dalam kekuasaan atau eksekutif sebagai faktor dominan dan utama dalam penentuan calon pimpinan partai di Golkar, kecuali tidak ada kader yang berada di eksekutif baru mengutamakan kader yang ada di legislatif atau kader yang berlatar belakang pengusaha
Apa yang dikatakan mantan ketua Umum, Setya Novanto ini mestinya menjadi dasar utama dalam setiap Musda guna melahirkan seorang pemimpin Partai yang berkualitas dan memiliki milittansi yang tinggi guna membesarkan Partai. Hal ini berbanding terbalik dengan realita Musda Kota Ambon saat ini, dimana Toisuta sebagai kader partai yang ada dalam pemerintahan sama sekali tidak dilirik oleh para Pemilih suara Golkar tingkat Kota Ambon
Citra Ely Toisuta sebagai kader Partai yang adalah Wakil Walikota Ambon ternodai karena terbelunggu oleh pragmatisme kader yang sangat tinggi. Jika hal ini dibiarkan terus terjadi maka kedepan Partai Golkar akan kehilangan kader-kader militan yang berbasis idiologi dan hal ini akan memudahkan mantan anggota Partai yang berlabuh di Golkar akan mengambil alih kepempinan di tubuh Golkar tanpa melalui sistim pengkaderan berbasis idologi.
Kesepakatan Warkop Lahirkan Posisi Sekretaris Dan Ketua Harian
Untuk memudahkan Steven Risakotta (SR) guna memimpin Golkar Kota Ambon, format strukur bayangan mulai disusun. Bocor alus-alus mulai terkuak, dimana sudah terjalin kesepakatan politik untuk posisi Sekretaris dan ketua harian Golkar Kota Ambon. Kesepakatan politik itu terbangun dengan komitmen apabila Risakotta terpilih sebagai Ketua Golkar Kota Ambon maka posisi Sekretaris dimiliki oleh (SP) sedangkan Ketua Harian akan diberikan kepada (RL)
Bocor alus-alus komitmen ini sesungguhnya adalah hal yang sangat wajar tetapi harus tetap dikawal agar tidak mengalami pergeseran diakhir sebuah cerita politik. Langkah ini terasa tepat dalam memudahkan kepemimpinan Risakotta jika terpilih nanti. (Redaksi)


