Ambon, Kapatanews.com – Soegijapranata Catholic University (SCU) bersama Macquarie University Australia, Pemerintah Kota Ambon, Politeknik Negeri Ambon, dan Institut Tifa Damai Maluku memulai program kolaborasi pengelolaan sampah berbasis masyarakat melalui kegiatan Kick-Off Meeting di Ambon. Program tersebut resmi dimulai pada 2026 dan akan berlangsung hingga 2027.
Program bertajuk Advancing an Equitable and Just Energy Transition in Ambon through Community-Based Waste Innovation and Inclusive Education itu berfokus pada penguatan partisipasi masyarakat dalam pengelolaan sampah plastik serta pengembangan inovasi yang sesuai dengan kebutuhan lokal Kota Ambon.
Kegiatan ini mendapat dukungan dari KONEKSI melalui kemitraan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek), LPDP, serta Department of Foreign Affairs and Trade (DFAT) Australia. Program tersebut melibatkan berbagai institusi pendidikan, pemerintah daerah, dan organisasi masyarakat.
Ketua Tim Peneliti Indonesia, Dr. Yustina Trihoni Nalesti Dewi, mengatakan program tersebut tidak bertujuan membawa solusi yang telah ditetapkan sebelumnya maupun memberikan hibah kepada masyarakat.
“Program ini berangkat dari keyakinan bahwa masyarakat Ambon telah memiliki pengetahuan, pengalaman, jaringan sosial, dan berbagai prakarsa yang selama ini menjadi kekuatan utama dalam mengatasi persoalan lingkungan. Kami hadir untuk belajar, bekerja sama, dan mengembangkan solusi bersama berdasarkan potensi yang telah dimiliki masyarakat sendiri,” kata Yustina.
Menurutnya, pendekatan yang digunakan dalam program tersebut menempatkan masyarakat sebagai mitra utama dalam seluruh tahapan kegiatan. Keterlibatan masyarakat dilakukan mulai dari identifikasi persoalan hingga pengembangan solusi yang dianggap relevan dengan kondisi setempat.
Berbagai kelompok masyarakat akan dilibatkan dalam pelaksanaan program tersebut, di antaranya komunitas lingkungan, bank sampah, kelompok perempuan, kelompok pemuda, sekolah, organisasi masyarakat, dan pemerintah daerah.
Salah satu fokus program adalah pengembangan teknologi pirolisis skala lokal untuk mengolah sampah plastik menjadi energi dan produk yang memiliki nilai guna. Teknologi tersebut dirancang dengan mempertimbangkan kemampuan teknis serta ketersediaan sumber daya yang ada di Kota Ambon.
Selain pengembangan teknologi, program ini juga diarahkan untuk memperkuat pendidikan lingkungan dan meningkatkan kesadaran publik mengenai pentingnya pengelolaan sampah yang berkelanjutan. Upaya tersebut diharapkan dapat mendorong perubahan tidak hanya pada aspek teknis, tetapi juga pada aspek sosial dan kelembagaan.
Pemerintah Kota Ambon menyambut baik pelaksanaan program tersebut sebagai bagian dari upaya membangun kota yang lebih bersih, berkelanjutan, dan partisipatif. Para mitra program berharap kolaborasi ini dapat menghasilkan model pengelolaan sampah yang dapat direplikasi di berbagai daerah di Indonesia serta mendukung transisi menuju masa depan yang lebih berkelanjutan. (KN-07)



