Place Your Ad
Place Your Ad
Place Your Ad
Berita

Wakili Guru Bersangkutan, Kepala SD Kristen Saumlaki Temui Jad Masela dan Minta Maaf

×

Wakili Guru Bersangkutan, Kepala SD Kristen Saumlaki Temui Jad Masela dan Minta Maaf

Sebarkan artikel ini

Saumlaki, Kapatanews.com – Kepala SD Kristen Saumlaki, Johannis Pieter de Lima, S.Pd, akhirnya menyampaikan permintaan maaf secara langsung kepada orang tua siswa terkait persoalan yang sebelumnya mencuat dan menjadi perhatian masyarakat. Permintaan maaf tersebut disampaikan sebagai bentuk tanggung jawab moral pihak sekolah terhadap peristiwa yang terjadi.

Permintaan maaf itu disampaikan dalam pertemuan yang berlangsung secara kekeluargaan antara pihak sekolah dan keluarga siswa. Dalam kesempatan tersebut, Johannis Pieter de Lima menegaskan bahwa pihak sekolah tidak pernah membenarkan segala bentuk tindakan yang berpotensi merugikan peserta didik.

Kepala sekolah mengatakan dirinya hadir mewakili lembaga pendidikan sekaligus mewakili oknum guru yang sebelumnya disebut dalam persoalan tersebut. Ia menilai penyelesaian secara baik menjadi langkah penting untuk menjaga hubungan antara sekolah dan orang tua murid.

“Saya mewakili oknum guru yang bersangkutan datang dan menyampaikan permintaan maaf kepada orang tua dalam hal ini Bapak Jad Masela. Kami sangat menyesalkan terjadinya persoalan ini dan berharap dapat diselesaikan secara baik,” ujar Johannis Pieter de Lima.

Menurut Johannis Pieter de Lima, sekolah memiliki tanggung jawab untuk memastikan seluruh peserta didik mendapatkan pelayanan pendidikan yang aman, nyaman, dan bebas dari tindakan yang dapat menimbulkan ketidaknyamanan selama mengikuti proses belajar mengajar setiap hari.

Ia menjelaskan bahwa pihak sekolah telah melakukan komunikasi internal guna mengevaluasi peristiwa yang terjadi. Evaluasi tersebut dilakukan sebagai upaya mencegah agar kejadian serupa tidak kembali terjadi di lingkungan sekolah pada masa mendatang.

Johannis Pieter de Lima juga menegaskan bahwa pembinaan terhadap tenaga pendidik akan terus dilakukan. Langkah tersebut dianggap penting agar seluruh guru tetap menjalankan tugas dan tanggung jawabnya sesuai prinsip pendidikan yang mengedepankan perlindungan anak.

“Kami menghormati perasaan keluarga. Sebagai pimpinan sekolah, saya menyampaikan permohonan maaf yang tulus. Kami berharap hubungan baik antara sekolah dan orang tua tetap terjaga demi kepentingan pendidikan anak-anak,” katanya.

Sementara itu, Jad Masela mengaku menghargai itikad baik yang ditunjukkan Johannis Pieter de Lima dengan datang secara langsung untuk menyampaikan permintaan maaf. Menurutnya, langkah tersebut menunjukkan adanya tanggung jawab dan keseriusan dalam menyikapi persoalan yang terjadi.

Meski demikian, Jad Masela berharap kejadian serupa tidak lagi menimpa anak-anak lain di lingkungan pendidikan. Ia menegaskan bahwa setiap siswa memiliki hak untuk mendapatkan perlindungan selama berada dalam pengawasan pihak sekolah.

“Saya menerima kedatangan kepala sekolah dan menghargai permintaan maaf yang telah disampaikan. Namun saya berharap kejadian seperti ini menjadi pelajaran bersama agar tidak terulang kembali kepada siapa pun,” ujar Jad Masela.

Ia menilai komunikasi yang baik antara pihak sekolah dan orang tua merupakan bagian penting dalam menyelesaikan setiap persoalan yang menyangkut peserta didik. Karena itu, dirinya memilih mengedepankan penyelesaian yang bijaksana dan konstruktif.

Menurut Jad Masela, perhatian terhadap kondisi psikologis anak juga perlu menjadi prioritas. Ia berharap seluruh tenaga pendidik semakin mengutamakan pendekatan pembinaan dan pendidikan yang mampu membangun rasa aman bagi peserta didik.

Peristiwa tersebut menjadi pengingat bagi semua pihak mengenai pentingnya menciptakan lingkungan sekolah yang ramah anak. Dunia pendidikan tidak hanya berfokus pada pencapaian akademik, tetapi juga memastikan perlindungan terhadap hak-hak setiap siswa.

Dengan adanya permintaan maaf yang telah disampaikan secara langsung oleh Johannis Pieter de Lima, S.Pd, kedua belah pihak berharap persoalan tersebut dapat menjadi pembelajaran bersama. Mereka juga berkomitmen menjaga komunikasi yang baik demi mendukung proses pendidikan yang sehat, aman, dan kondusif bagi anak-anak. (KN-07)

Ikuti Kami untuk Informasi menarik lainnya dari KAPATANEWS.COM Di CHANNEL TELEGRAM Dan CHANNEL WHATSAPP