Saumlaki, Kapatanews.com – Tokoh masyarakat Desa Adaut, Kecamatan Selaru, Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Lodik Nuan, menyatakan dukungannya terhadap proyeksi Kecamatan Selaru sebagai pusat hilirisasi petrokimia di daerah tersebut. Pernyataan itu disampaikan di Saumlaki, Senin, sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan sektor industri berbasis sumber daya alam.
Lodik Nuan yang juga mantan Sekretaris Desa Adaut periode 2013–2016 mengatakan gagasan hilirisasi petrokimia di Selaru bukan merupakan wacana baru. Menurutnya, ide tersebut telah diperjuangkan sejak beberapa tahun lalu oleh sejumlah tokoh daerah bersama masyarakat setempat.
Ia menyebut salah satu tokoh yang aktif memperjuangkan rencana tersebut adalah Lukas Uwuratuw. Upaya yang dilakukan bertujuan membangun dukungan masyarakat dan pemerintah desa terhadap pengembangan kawasan hilirisasi petrokimia di Kecamatan Selaru.
Menurut Lodik, pada tahun 2019 Lukas Uwuratuw melakukan kunjungan ke sejumlah desa di Kecamatan Selaru untuk menyosialisasikan rencana pembangunan tersebut. Kegiatan itu dilakukan dengan mendatangi para kepala desa dan masyarakat guna memperoleh dukungan terhadap program yang direncanakan.
“Beliau tidak hanya datang untuk berbicara, tetapi mengetuk hati para kepala desa dan masyarakat agar bersama-sama memperjuangkan masa depan Selaru. Perjuangan itu dilakukan dengan penuh ketulusan demi membuka lapangan pekerjaan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” kata Lodik Nuan.
Ia menjelaskan, proses sosialisasi tersebut akhirnya mendapat respons positif dari pemerintah desa. Tujuh kepala desa di Kecamatan Selaru kemudian memberikan dukungan resmi melalui penandatanganan surat dukungan terhadap rencana pembangunan hilirisasi petrokimia di wilayah hak ulayat masyarakat Selaru.
Menurut Lodik, dukungan tersebut menjadi salah satu langkah awal yang penting dalam mendorong pengembangan kawasan industri di Selaru. Ia menilai perjuangan yang telah dilakukan berbagai pihak perlu dilanjutkan agar dapat memberikan manfaat bagi masyarakat setempat.
Meski demikian, Lodik menegaskan bahwa pengembangan hilirisasi petrokimia harus dibarengi dengan keterlibatan aktif pemerintah daerah. Menurutnya, pemerintah perlu memastikan regulasi berjalan dengan baik dan memberikan perlindungan terhadap kepentingan masyarakat lokal.
“Pemerintah daerah perlu mengawal regulasi, memastikan keberpihakan terhadap tenaga kerja lokal, serta melakukan pengawasan lingkungan melalui kajian AMDAL yang komprehensif,” ujarnya.
Selain itu, ia menilai dialog terbuka dengan tokoh adat, pemilik hak ulayat, dan masyarakat setempat perlu dilakukan sejak tahap perencanaan. Langkah tersebut dinilai penting untuk meminimalkan dampak sosial serta memastikan pembangunan berjalan secara adil, berkelanjutan, dan memberikan manfaat bagi masyarakat Selaru maupun Kabupaten Kepulauan Tanimbar secara keseluruhan. (KN-11)



