Place Your Ad
Place Your Ad
Iklan
Berita

GAMKI Mengabdi 2026 Dorong UMKM Noloth Itawaka Naik Kelas

×

GAMKI Mengabdi 2026 Dorong UMKM Noloth Itawaka Naik Kelas

Sebarkan artikel ini

 

Nolit, Kapatanews.com –  Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) melalui program GAMKI MENGABDI 2026 menggelar kegiatan peningkatan kapasitas bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dari Negeri Noloth dan Itawaka pada Sabtu, 10 Oktober 2026. Kegiatan yang berlangsung di Gereja Noloth ini diikuti oleh 30 pelaku usaha dengan fokus pada penguatan legalitas usaha dan peningkatan kemampuan pemasaran produk.

Kegiatan ini menghadirkan dua narasumber, yakni Bapak Marsel Paliama dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Maluku serta Prof. Sientya Latumahina, pemilik Azael Collection, sebuah usaha yang bergerak di bidang fashion etnik Maluku.

Program tersebut dirancang untuk membantu pelaku UMKM memahami pentingnya legalitas usaha sekaligus mengembangkan strategi pemasaran agar produk mereka memiliki peluang lebih besar untuk menjangkau pasar yang lebih luas.

 

Dinas Perindustrian dan Perdagangan Dampingi Pengurusan NIB

Dalam sesi pertama, Marsel Paliama menyampaikan materi mengenai perizinan usaha bagi pelaku UMKM. Materi ini memberikan pemahaman tentang pentingnya legalitas sebagai salah satu fondasi dalam membangun dan mengembangkan usaha secara berkelanjutan.

Legalitas usaha menjadi aspek penting bagi pelaku UMKM karena dapat mendukung akses terhadap berbagai program pembinaan, fasilitasi pemerintah, kemitraan, dan peluang pengembangan usaha sesuai persyaratan yang berlaku.

Setelah penyampaian materi, kegiatan dilanjutkan dengan pendampingan pembuatan Nomor Induk Berusaha (NIB) bagi para pelaku usaha dari Negeri Noloth dan Itawaka. Pendampingan ini menjadi langkah konkret untuk membantu peserta memahami proses pendaftaran usaha serta mendorong mereka memiliki identitas legal dalam menjalankan kegiatan bisnis.

Melalui kegiatan tersebut, para peserta diharapkan tidak hanya memperoleh pengetahuan mengenai perizinan, tetapi juga mampu menindaklanjutinya dalam pengelolaan usaha masing-masing.

Owner Azael Collection Berbagi Strategi Pemasaran

Sesi berikutnya menghadirkan Prof. Sientya Latumahina, pemilik Azael Collection, yang membawakan materi mengenai strategi pemasaran bagi pelaku UMKM.

Dalam sesi ini, perhatian diarahkan pada pentingnya kemampuan memasarkan produk secara efektif di tengah persaingan usaha yang semakin dinamis. Pelaku UMKM perlu memahami karakteristik konsumen, mengenali keunggulan produk, membangun identitas merek, serta memanfaatkan media digital untuk memperluas jangkauan pemasaran.

Pengalaman mengelola Azael Collection, usaha yang mengangkat produk fashion etnik Maluku, menjadi konteks berbagi pengetahuan mengenai pengembangan produk berbasis potensi lokal dan pemanfaatan peluang pasar.

Pemasaran tidak hanya berkaitan dengan kegiatan menjual barang, tetapi juga mencakup cara membangun kepercayaan konsumen, menyampaikan nilai dan keunikan produk, menjaga kualitas, serta memberikan pelayanan yang baik.

Bagi pelaku UMKM di Negeri Noloth dan Itawaka, penguatan kemampuan pemasaran diharapkan dapat membantu mereka mengenalkan produk secara lebih luas, baik di tingkat lokal maupun melalui saluran penjualan digital.

 

Legalitas dan Pemasaran Menjadi Kunci Pengembangan UMKM

Kegiatan peningkatan kapasitas ini menempatkan legalitas usaha dan pemasaran sebagai dua aspek yang saling melengkapi. Legalitas memberikan landasan formal bagi pelaku usaha, sedangkan strategi pemasaran membantu produk menjangkau konsumen dan menciptakan peluang pertumbuhan.

Kombinasi keduanya penting bagi pengembangan UMKM di wilayah kepulauan, yang memiliki potensi produk lokal tetapi juga menghadapi tantangan dalam akses pasar, promosi, distribusi, dan pengembangan jaringan usaha.

Dengan adanya pembekalan dan pendampingan, 30 peserta diharapkan dapat meningkatkan pemahaman mengenai pengelolaan usaha serta menerapkan pengetahuan yang diperoleh dalam aktivitas bisnis sehari-hari.

Menurut Ritiauw, Ketua DPD GAMKI Maluku Kegiatan ini juga membuka ruang bagi pelaku UMKM untuk melihat bahwa pengembangan usaha membutuhkan proses yang berkelanjutan, mulai dari pengurusan perizinan, peningkatan kualitas produk, pengelolaan keuangan, hingga pemanfaatan teknologi dan jejaring pemasaran.

 

GAMKI MENGABDI 2026 Hadirkan Penguatan Ekonomi Masyarakat

Pelaksanaan kegiatan di Gereja Noloth menjadi bagian dari upaya GAMKI MENGABDI 2026 untuk menghadirkan pengabdian yang menyentuh kebutuhan masyarakat, termasuk penguatan ekonomi melalui pemberdayaan pelaku UMKM.

Keterlibatan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Maluku serta pelaku usaha melalui Azael Collection mempertemukan perspektif pembinaan pemerintah dengan pengalaman praktis dalam pemasaran produk.

Melalui kegiatan ini, GAMKI MENGABDI 2026 diharapkan dapat mendorong tumbuhnya pelaku usaha yang semakin memahami legalitas, mampu memasarkan produk secara lebih terarah, dan siap memanfaatkan peluang ekonomi yang tersedia.

Penguatan UMKM di Negeri Noloth dan Itawaka diharapkan menjadi bagian dari upaya membangun kemandirian ekonomi masyarakat, mengembangkan potensi lokal, serta menciptakan usaha yang lebih tertata dan berkelanjutan (KN-02)

Ikuti Kami untuk Informasi menarik lainnya dari KAPATANEWS.COM Di CHANNEL TELEGRAM Dan CHANNEL WHATSAPP