Ambon, Kapatanews.com – Ombak putih-putih, ombak datang dari laut,kipas lenso putih tanah Ambon sudah jauh. Sepenggal lirik lagu dengan judul “Rasa Sayang Kane” yang menceritakan tentang perpisahan, kerinduan, kesedihan dan penyesalan terhadap sebuah peristiwa kehidupan yang terjadi.
Rasa gundah mendalam yang tersampaikan dalam bait lagu ini jika analogikan dalam sebuh peristiwa politik maka akan lebih terhubung dan sarat emosional dalam perjalanan kepemimpinan seorang mantan Ketua Golkar Kota Ambon ,Max Siahay.
Bagaimana tidak, kepemimpinan yang ingin dia akhiri secara baik tanpa noda politik dalam Musda X Golkar Kota Ambon, akhirnya ternodai hanya karena “ketidaktaatan dan ketidakloyalan” terhadap perintah DPD I Golkar Maluku. Sungguh sangat disaayangkan sebuah sikap politik yang di tunjukan oleh Siahay tanpa memikirkan dampak terhadap jabatan yang diembannya.
Alih-alih tetap menjadi Ketua dan tetap melaksanakan Musda X PG Kota Ambon akhirnya berubah menjadi “Petaka Politik” bagi dirinya sendiri, dimana dalam rapat pleno III DPD Golkar Maluku, Senin (1/6/2026), memustuskan untuk mencopot Max Siahay dari jabatannya sebagai Ketua Golkar Kota Ambon dan mengangkat serta menetapkan Srikandi Golkar Maluku, Elly Toisuta sebagai PLT Ketua Golkar Kota Ambon
Penetapan Toisuta sebagai PLT Ketua Golkar Kota Ambon ini sebagai langkah awal dimulainya era baru Golkar Kota Ambon dengan tetap memepertahankan tradisi “Kekuasaan” dalam berGolkar
Penetapan Srikandi Golkar, Elly Toisuta sebagai PLT Golkar Kota Ambon menandakan Ketua Golkar Perempuan pertama di Maluku ini ” Karas”.
” Proses dan strategi politik yang dihitung secara matang dan penuh perhitungan ini berhasil meruntuhkan Ego dan Jabatan Siahay yang akhirnya mengantarkan Toisuta sebagai PLT Ktua Golkar Kota Ambon”
Hal ini menandakan strategi politik yang dimainkan oleh Siahay terkesan “Lombo” tanpa perhitungan yang matang dan dinlai gagal serta “wanprestasi” dalam kepemimpinannya

Memori Musda IX Marina Hotel
Masih teringat dengan jelas bagaimana momentum Musda IX Marina Hotel Lima tahun lalu, Musda yang penuh dinamika dan sarat emosional kala itu sama sekali mengabaikan tradisi Golkar yang selalu mengutamakan kader partai yang ada dalam kekuasaan
Dimana saat itu Musda IX dikuti oleh 3 kontestasi yaitu Max Siahay, Ketua DPRD, Elly Toisuta dan Ita Latupapua, anggota DPRD Kota Ambon. Max Siahay kala itu di dorong hanya karena atas dasar dirinya sebagai kdaer senior.
Pendekatan kader senior tersebut akhirnya mengantarkan diirinya mengalahkan Toisuta dan Latupapua dan akhirnya membawa Siahay terpilih sebagai ketua Golkar Kota Ambon saat itu.
Sebuah proses politik yang mengesampaikan tradsi berGolkar kita dengan menggunakan pendekatan kader senior sebagai syarat bagi calon ketua Golkar Kota Ambon.Sebuah nalar politik yang membawa Golkar Kota Ambon kehilangan Kursi disalah satu Dapil dan Kursi Ketua DPRD periode 2024-2029
Musda X Akan berlangsung Dalam Waktu Dekat
Mimpi Tosisuta untuk menahkodai Golkar Kota Ambon akhirnya bisa terwujud dengan ditetapkan dirinya sebagai Ketua PLT Golkar Kota Ambon oleh DPD I Golkar Maluku.
Penetapan Elly Toisuta,yang juga Wakil Walikota, sebagai PLT Golkar Kota Ambon ini mendapat dukungan dari Ketua Umum DPP Golkar, Bahlil Lahadalia. Dukungan Ketua Umum ini didasarkan atas dasar tradisi Golkar dengan tetap mengutamakan kader yang berada dalam kekuasaan
” Toisuta diharapkan mampu mengembalikan kejayaan Golkar di 2029 dan 2031. Sebuah harapan yang harus diwujutnyatakan oleh Toisuta melalui langkah awal dengan melaksankan Musda X Partai Golkar Kota Ambon”
Dalam pernyataannya saat Pleno, Srikandi Golkar ini menyampaikan kepercayaan yang diberikan kepadanya ini merupakan tanggungjawab yang harus dilaksanakan dan diwujudnyatakan. Dirinya mengungkapkan dalam waktu dekat MUSDA X akan dilaksanakan
Ia juga menegaskan siap mengembalikan kejayaan Partai Golkar baik itu di Pemilu Nasional maupun Pemilu lokal,ucapnya (KN-03)



